Apa itu Operasi Lesung Pipi?

Operasi lesung pipi adalah operasi kecantikan sederhana yang dilakukan oleh dokter bedah plastik untuk membuat lesung pipi. Operasi ini merupakan prosedur rawat jalan.

Lesung pipi adalah lekukan di pipi yang terbentuk karena kelainan otot wajah. Biarpun begitu, kelainan ini banyak diidamkan oleh banyak orang karena dapat memperindah senyuman dan mempercantik wajah seseorang. Oleh karenanya, operasi lesung pipi menjadi salah satu prosedur kecantikan yang paling diminati. Prosedur ini umumnya aman dan tidak rumit, serta memiliki tingkat kepuasan yang tinggi.

Siapa yang Perlu Menjalani Operasi Lesung Pipi dan Hasil yang Diharapkan

Operasi lesung pipi dapat membantu mereka yang ingin memiliki senyum yang lebih indah. Banyak orang yang menganggap lesung pipi membuat wajah terlihat lebih menarik secara keseluruhan.

Lesung pipi juga memiliki peranan dalam beberapa budaya, misalnya sebagai tanda keberuntungan dan faktor penentu dalam memilih pasangan.

Penyebab anatomi dari terbentuknya lesung pipi adalah kelainan otot, yaitu adanya bagian otot zygomaticus major ganda atau bifid yang masuk ke dermis. Kondisi ini akan menyebabkan efek mengikat pada kulit, sehingga terbentuk lekukan. Lesung pipi biasanya diturunkan dalam keluarga.

Pasien yang ingin membuat lesung pipi harus memutuskan bagian pipi untuk membuat lekukan. Jika pasien kesulitan mengambil keputusan, dokter bedah biasanya menyarankan di titik pertemuan antara garis horisontal dari mulut dan garis tegak lurus dari sudut mata luar. Akan tetapi, lokasi ini mungkin terlalu rendah bagi beberapa orang. Untuk memudahkan pemilihan letak lesung pipi, pasien akan diminta menyedot pipinya. Area pipi yang paling pipih akan menjadi lokasi ideal untuk lesung pipi.

Saat operasi, lesung pipi dibuat dengan membuat luka pada dermis, agar otot di bawahnya saling melekat dan menciptakan efek terikat yang permanen. Studi menunjukkan bahwa operasi ini memiliki tingkat kepuasan yang tinggi, dan kebanyakan pasien mendapatkan lesung pipi yang baik dan bertahan lama. Namun, ada beberapa pasien yang lesung pipinya sedikit memudar. Tetapi hasil penelitian menemukan bahwa lesung pipi akan tetap terlihat setelah empat tahun.

Cara Kerja Operasi Lesung Pipi

Operasi lesung pipi dilakukan dengan pemberian bius lokal. Setelah persiapan usai, pasien diminta berbaring. Lalu, dokter bedah membuat garis bilateral pada wajah pasien untuk menandai letak lesung pipi. Setelah itu, dokter bedah membuat sayatan melingkar dalam mulut, tetapi tanpa melukai papilla di duktus stensen. Lapisan mukomuskular di bawah area lesung pipi akan diambil, sehingga sedikit jaringan lemak dan otot akan terangkat. Prosedur ini juga dilakukan pada sisi membran mukosa. Dokter bedah akan sangat berhati-hati agar tidak melukai mukosa. Dua luka yang dibuat akan saling melekat, sehingga menciptakan lekukan di pipi. Ukuran lesung pipi akan bergantung pada ukuran atau lebar area kulit yang diangkat. Setelah kedua area luka saling melekat, dokter bedah akan melakukan langkah selanjutnya untuk mempertahankan lesung pipi.

Sayatan yang dibuat akan ditutup dengan jahitan yang dapat diserap tubuh, yang akan terurai dengan mudah setelah beberapa hari. Operasi lesung pipi tidak akan memengaruhi bagian luar pipi. Prosedur ini biasanya berlangsung selama 20-30 menit, dan pasien dapat langsung pulang setelahnya. Karena adanya sayatan di dalam mulut, pasien perlu mengonsumsi makanan lunak selama beberapa hari.

Apabila pasien memiliki pipi yang besar, dengan jaringan lemak yang lebih tebal, kemungkinan dokter bedah akan menggunakan teknik lain untuk membuka area bedah.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Operasi Lesung Pipi

Walaupun cukup sederhana, namun operasi lesung pipi tetap memiliki beberapa resiko komplikasi. Di antaranya:

  • Reaksi anafilaksis akibat obat bius
  • Pendarahan
  • Hematoma
  • Parastesia
  • Cedera pada struktur vital wajah, seperti cabang bukal saraf
  • Pemulihan yang lambat
  • Letak lesung pipi tidak simetris


Selain kemungkinan resiko tersebut, pasien juga dapat mengalami pembengkakan dan memar pada pipi. Kedua kondisi ini biasanya dapat sembuh tanpa pengobatan. Pada kebanyakan kasus, pasien dapat kembali beraktivitas seperti biasa setelah satu hari.

Seperti operasi lain, operasi lesung pipi juga beresiko menyebabkan infeksi, sehingga pasien perlu mengonsumsi antibiotik setelah prosedur. Kebanyakan pasien juga diberi analgesik untuk meredakan nyeri pasca bedah, walaupun nyeri yang dirasakan biasanya tidak terlalu menyakitkan.

Studi yang dilakukan pada pasien dalam 3 minggu hingga 4 tahun setelah operasi lesung pipi menunjukkan bahwa hanya 3 dari 100 pasien yang mengalami infeksi di dalam mulut. Infeksi biasanya disebabkan oleh jahitan yang terlalu kencang, sehingga mengakibatkan iskemia mukosa, serta kebersihan mulut yang buruk. Infeksi dapat disembuhkan dengan antibiotik dan dengan melepaskan jahitan. Kondisi ini tidak akan merusak lesung pipi. Bahkan, luka tambahan akibat infeksi dapat semakin mempertegas lesung pipi.

Rujukan:

  • Ansari AS., Joshi S. “Perfect rejuvenation of face by dimples creation surgery: A case report on novel technique.” http://www.facethetics.in/articles/facial-plaastic-surgery/80-perfect-rejuvenation-of-face-by-dimples-creation-surgery-a-case-report-on-novel-technique

  • El-Sabbagh AH. “Simple technique for facial dimple.” Department of Plastic Surgery, Mansoura University, Mansoura, Egypt. 2015; 8(2): 102-105. http://www.jcasonline.com/article.asp?issn=0974-2077;year=2015;volume=8;issue=2;spage=102;epage=105;aulast=El-Sabbagh

Bagikan informasi ini: