Apa itu Pemeriksaan Fisik Tahunan?

Sebuah pemeriksaan fisik tahunan adalah serangkaian pemeriksaan rutin yang dilakukan setiap tahun yang biasanya meliputi tes berikut:

  • Tes darah: Beberapa tes darah yang paling umum termasuk hitung darah lengkap (CBC), gula darah puasa, dan serangkaian tes kimia seperti lipid dan hormon tiroid.

  • Urinalisis: urin dapat memberikan banyak informasi tentang infeksi, adanya kelebihan protein dan darah yang dapat menunjukkan masalah dalam sistem kemih seperti ginjal, dan zat-zat yang mengkristal.

  • Uji feses: uji ini adalah metode yang paling dasar untuk menentukan masalah serius di usus besar seperti misalnya kanker usus besar. Dalam uji feses yang mendalam, adanya darah dapat mengakibatkan penyelidikan lebih lanjut melalui kolonoskopi.

  • Tanda-tanda vital: Dokter memonitor detak jantung, tekanan darah, suara paru-paru, dan suhu.

  • Penampilan fisik: Dalam pemeriksaan fisik tahunan, dokter membutuhkan waktu untuk mengamati dan mencatat perubahan dalam penampilan fisik, termasuk berat badan, postur, gaya berjalan, keseimbangan, rambut rontok, dan perubahan kulit seperti munculnya tahi lalat baru.

  • Uji pencitraan: Terkadang uji pencitraan seperti rontgen dan ultrasound dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik atas perubahan struktural organ-organ internal.

Pemeriksaan fisik tahunan mungkin juga termasuk kesehatan reproduksi dan mental. Wanita dapat menggunakan waktu pemeriksaan ini untuk menjalani pap smear atau mammogram, yang merupakan proses standar skrining kanker payudara. Dokter juga akan mengamati perubahan dalam ketajaman mental atau kognisi pasien.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Fisik Tahunan dan Hasil yang Diharapkan

Manfaat pemeriksaan fisik tahunan telah lama diperdebatkan karena beberapa orang berpendapat bahwa hal tersebut membuang-buang waktu dan uang. Namun demikian, seseorang harus mempertimbangkan untuk melakukannya jika:

  • Seseorang semakin tua - Penuaan adalah proses alami yang memerlukan pengawasan yang ketat. Ketika tubuh menua, perubahan yang berbeda juga terjadi sampai ke tingkat sel. Sebagai contoh, tingkat stres oksidatif dapat meningkat, yang mana meningkatkan produksi radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Organ vital seperti hati dan jantung menjadi tua juga, jadi mereka mungkin tidak bermetabolisme seefisien ketika seseorang masih muda. Metabolisme secara signifikan melambat sehingga menjadi lebih sulit untuk menurunkan berat badan dan membentuk otot. Hormon juga bisa menjadi tidak seimbang, yang kemudian mengakibatkan gangguan metabolisme yang berbeda. Kesadaran mental cenderung menurun, dan orang tua dapat kehilangan memorinya. Selanjutnya, banyak kondisi yang nyatanya cenderung lebih umum di antara penduduk yang mengalami penuaan termasuk berbagai jenis kanker, demensia, hipertensi, dan penyakit jantung. Biasanya, kondisi-kondisi ini berkembang secara perlahan dan dengan gejala yang sangat halus, yang mana dapat dideteksi melalui pemeriksaan fisik tahunan.

  • Seseorang berada pada risiko penyakit – Mengalami risiko besar atas kondisi medis tertentu tidak segera berarti penyakit akan berkembang. Namun, banyak dokter ingin memonitor dengan waspada dan mengawasi dengan ketat dengan tujuan untuk mencegah terjadinya penyakit atau menanganinya sedini mungkin untuk meningkatkan kemungkinan bertahan hidup.

  • Seseorang ingin membangun hubungan yang lebih baik dengan dokter - Meskipun banyak yang tidak setuju pada manfaat atau kegunaan dari pemeriksaan fisik tahunan lainnya, sebagian besar percaya bahwa pemeriksaan komprehensif membantu, baik bagi pihak pasien dan dokter untuk membangun hubungan yang baik. Kesehatan dan kesejahteraan seseorang membutuhkan usaha tim, dan pasien lebih mungkin untuk bekerja sama dengan dokter jika mereka merasa nyaman. Di sisi lain, dokter akan memiliki gagasan yang lebih baik atas riwayat kesehatan pasien mereka sehingga mudah bagi mereka untuk melihat apakah ada sesuatu yang salah.

  • Seseorang menjalani perawatan - Pemeriksaan fisik tahunan dapat dilakukan untuk memantau efektivitas pengobatan atau manajemen penyakit. Dokter kemudian dapat memutuskan untuk mengurangi atau memberhentikan penggunaan obat, menambahkan, atau benar-benar mengubah pengobatannya.

Cara Kerja Pemeriksaan Fisik Tahunan

Pemeriksaan fisik tahunan dilakukan baik di klinik atau rumah sakit dan biasanya merupakan prosedur rawat jalan, meskipun beberapa mungkin memilih untuk menginap terutama jika beberapa tes harus dilakukan.

Selama konsultasi, dokter mengulas catatan medis tahun sebelumnya dan melakukan wawancara untuk mengetahui apakah pasien memiliki masalah yang berbeda atau untuk mendapatkan gambaran baru atas kesehatan dan kesejahteraan pasien. Dokter kemudian melanjutkan dengan pemeriksaan fisik tahunan. Dokter akan:

  • Memeriksa tanda-tanda vital seperti tekanan darah, respirasi, dan suhu
  • Merasakan setiap kelenjar getah bening terutama pada leher
  • Memeriksa setiap perubahan kulit, bercak tahi lalat, pertumbuhan abnormal, dan perubahan tekstur kulit
  • Membaringkan pasien untuk merasakan nyeri atau sakit di perut
  • Memeriksa refleks atau nyeri sendi, terutama yang ada di lutut
  • Melihat apakah ada luka pada kulit yang tidak sembuh dengan benar
  • Melacak berat badan, tinggi, indeks massa tubuh, dan lingkar pinggang
  • Memeriksa mata, tenggorokan, telinga, dan hidung

Tergantung pada usia pasien dan hasil pemeriksaan fisik awal, dokter mungkin menyarankan tes tambahan seperti sinar-X dan USG. Dokter juga dapat merekomendasikan obat atau bentuk lain dari pengobatan jika diperlukan. Pasien kemudian mungkin harus kembali di masa yang akan datang untuk memantau efek pengobatan.

Pasien mungkin akan mengunjungi lebih dari satu dokter selama pemeriksaan fisik tahunan. Misalnya, seorang pasien pria dapat mengunjungi dokter keluarga atau internis, atau dapat disebut sebagai urolog yang mengkhususkan diri dalam kesehatan reproduksi pria. Dia juga dapat mengunjungi [dokter gigi] (https://www.docdoc.com/info/specialty/dokter-gigi-spesialis) untuk kesehatan mulut.

Beberapa tes mungkin memerlukan persiapan tertentu. Misalnya, untuk gula darah puasa, pasien diharapkan untuk berpuasa selama minimal 8 jam sebelum darah diambil. Dalam USG perut, pasien mungkin diminta untuk meminum banyak air dan menahan kencing untuk memungkinkan perut untuk memperluas dan membuat organ lebih terlihat.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pemeriksaan Fisik Tahunan

Sebuah pemeriksaan fisik tahunan umumnya aman, tetapi mungkin tidak nyaman dan memakan waktu. Selanjutnya, pemeriksaan ini tidak menjamin dapat memindai semua penyakit serius seperti kanker.

Rujukan:

  • Simel DL. Approach to the patient: history and physical examination. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Goldman's Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 6.
Bagikan informasi ini: