Apa itu Pemeriksaan Nutrisi ASI?

Ibu menyusui yang memiliki kekhawatiran dalam memenuhi nutrisi tubuh dan bayi mereka saat masa menyusui, dianjurkan untuk berkonsultasi pada dokter spesialis kebidanan kandungan atau spesialis anak.

Seluruh asupan nutrisi yang diperlukan oleh bayi selama enam bulan pertama pasca kelahiran didapat melalui susu. Ibu yang tidak bisa menyusui karena payudaranya tidak memproduksi cukup ASI, dapat memberikan susu formula pada bayi mereka. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Penanganan dan Pencegahan Penyakit (CDC) menganjurkan ibu untuk memberi ASI atau susu formula untuk bayi hingga berusia dua tahun.

ASI (Air Susu Ibu) dinyatakan sebagai susu terbaik untuk bayi terutama yang baru lahir, karena mengandung zat gizi yang tepat dan seimbang untuk pertumbuhan bayi. ASI mengandung kolostrum, yaitu zat berwarna kekuningan yang lengket dan berperan sebagai perlindungan dalam melawan infeksi. Banyak studi yang menyatakan bahwa menyusui baik bagi kesehatan ibu dan bayi, sekalipun bayi lahir dalam keadaan prematur. Menyusui juga termasuk dari bagian “perawatan kanguru”, yang mengutamakan kontak sentuhan untuk meningkatkan tingkat ketahanan bayi prematur. Bayi yang mendapat asupan susu dengan baik dapat terhindar dari risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Di sisi lain, menyusui kerap dianggap sebagai kegiatan yang membosankan, melelahkan dan membuat dehidrasi. Ibu menyusui juga seringkali khawatir mengenai pengaruh konsumsi makanan terhadap pasokan ASI bagi bayi mereka atau pola makan khusus yang dapat membuat produksi ASI meningkat. Hal-hal tersebut dapat disampaikan pada saat ibu mengikuti pemeriksaan nutrisi ASI.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Nutrisi ASI dan Hasil yang Diharapkan

Pemeriksaan nutrisi ASI sangat dianjurkan bagi ibu memiliki keinginan untuk menyusui bayinya, sedang dalam masa menyusui, atau ingin memahami nutrisi pada tubuh mereka, khususnya pengaruh asupan gizi makanan terhadap kuantitas dan kualitas ASI serta kesehatan bayi mereka.

Pemeriksaan ini juga bermanfaat untuk:

  • Membantu ibu dalam mengatur tenaga yang dibutuhkan untuk menyusui. Energi yang dikeluarkan saat menyusui berkisar antara 400 hingga 500 kalori per hari. Oleh karena itu, ibu menyusui perlu menambah asupan kalori untuk menjaga kesehatan selama menyusui.
  • Memastikan kebutuhan nutrisi ibu terpenuhi, termasuk tambahan zat besi dan kalsium. Vitamin dan mineral ini dapat ditemukan pada makanan yang dimasukkan ke dalam pola makan ibu. Namun, apabila vitamin dan mineral yang dibutuhkan tidak terpenuhi, maka dapat dibantu dengan suplemen.
  • Menentukan daftar makanan yang harus dihindari
  • Mengetahui jumlah cairan yang dibutuhkan
  • Memantau berat badan dan pola makan ibu
  • Mengenali masalah atau gangguan kesehatan yang memengaruhi ibu dan bayi saat sedang masa menyusui

Cara Kerja Pemeriksaan Nutrisi ASI

Nutrisi ASI akan didiskusikan sebelum seorang ibu melahirkan, yaitu saat [kehamilan] (https://www.docdoc.com/id/id/info/procedure/kehamilan) trisemester akhir atau antara bulan ke tujuh dan sembilan. Selama masa ini, tubuh ibu sudah dalam persiapan untuk proses persalinan. Payudara akan membesar dan terasa lebih padat karena mengandung ASI untuk bayi selama beberapa jam pasca kelahiran.

Diskusi yang lebih komprehensif mengenai nutrisi ASI akan berlangsung selama dua minggu setelah persalinan, sebagai bagian dari perawatan pasca melahirkan. Kemampuan menyusui bayi akan dinilai selama 24 hingga 48 jam pertama dari masa hidupnya.

Saat pemeriksaan, dokter diharapkan untuk:

  • Melaksanakan pemeriksaan payudara lengkap

  • Melakukan wawancara untuk mengetahui riwayat nutrisi ibu – Wawancara ini mengenai:

  • Pola makan yang diikuti sebelumnya, selama, dan setelah kehamilan
  • Kebiasaan makan
  • Berat badan
  • Faktor yang memengaruhi asupan nutrisi, seperti penyakit yang memiliki pantangan makanan, alergi, [hipertensi] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/high-blood-pressure-hypertension/), penyakit turunan, obesitas, atau diabetes.
  • Kemudahan memeroleh makanan
  • Usia
  • Penggunaan suplemen

  • Memberi rekomendasi, seperti:

  1. Makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi
  2. Rekomendasi jumlah kandungan gizi dalam setiap kelompok makanan (seperti banyaknya protein, lemak, dan karbohidrat yang harus masuk ke dalam tubuh)
  3. Sumber terbaik dari setiap kelompok makanan
  4. Pengaturan porsi makan
  5. Waktu makan yang tepat dan cara untuk memadukan rancangan pola makan yang baik dengan jadwal menyusui
  6. Pengganti atau cadangan makanan
  7. Kebutuhan terhadap suplemen

Bila perlu, dokter akan merujuk pasien pada ahli pola makan atau [ahli gizi] (https://www.docdoc.com/id/id/info/specialty/ahli-gizi) yang akan menyusun rancangan pola makan yang tepat untuk situasi dan kondisi ibu.

Ibu perlu menemui dokter mereka secara rutin hingga produksi ASI berhenti atau masa menyusui telah selesai. Setiap kunjungan atau pemeriksaan akan berjalan selama 30 menit. Walaupun pemeriksaan yang baik adalah bertemu langsung dengan dokter, namun dapat juga dilaksanakan dimanapun melalui panggilan video, seperti Skype.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pemeriksaan Nutrisi ASI

Sebagian besar dari pemeriksaan nutrisi ASI berupa konseling. Maka, ibu perlu membangun hubungan yang baik dan erat dengan dokter mereka, sehingga ia akan merasa lebih terdorong atau semangat dalam mengikuti saran dokter. Hubungan erat juga akan membuat ibu menjadi lebih terbuka dalam menyampaikan keluhan dan kekhawatirannya.

Rujukan:

  • Dieterich CM, Felice JP, O'Sullivan E, Rasmussen KM. Breastfeeding and health outcomes for the mother-infant dyad. PediatrClin North Am. 2013;60:31-48.

  • Feldman-Winter L. Evidence-based interventions to support breastfeeding.PediatrClin North Am. 2013;60:169-187.

Bagikan informasi ini: