Apa itu Evaluasi Nutrisi Olahraga?

Evaluasi gizi olahraga adalah penilaian kesehatan dan asupan nutrisi yang diterima seseorang untuk menentukan apakah ia dapat melakukan olahraga atletik. Evaluasi ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang berniat menjadi atlet. Pada akhir evaluasi, aspek-aspek yang memerlukan peningkatan akan terlihat dan diperbaiki, supaya pasien dapat mencapai hasil yang diinginkannya. Tindakan ini dilakukan oleh ahli gizi atau pelatih kebugaran. Kesehatan pasien akan dinilai berdasarkan tingkat metabolisme, komposisi tubuh, dan frekuensi olahraga yang dijalani. Jika evaluasinya menunjukan hasil yang tidak optimal atau buruk, maka kemungkinan pasien mendapatkan cedera meningkat.

Siapa yang Perlu Menjalani Evaluasi Nutrisi Olahraga & Hasil yang Diharapkan

Atlet atau mereka yang bercita-cita menjadi atlet perlu menjalani evaluasi gizi olahraga. Ahli gizi atau pelatih kebugaran akan menilai apakah pasien mampu menjalani kegiatan atletik atau tidak. Jika pada akhir penilaian keadaan pasien sudah optimal, maka ia dapat melakukan kegiatan atletik. Jika tidak optimal, ahli gizi atau pelatih kebugaran akan berusaha menemukan sumber masalah. Lalu pasien akan diberikan rekomendasi berupa langkah-langkah yang harus dijalani, seperti mengonsumsi suplemen atau mengubah gaya hidup, untuk mendapatkan hasil yang diharapkan oleh pasien.

Cara Kerja Evaluasi Nutrisi Olahraga

Evaluasi gizi olahraga dapat dilakukan oleh pelatih kebugaran, ahli pola makan, dan ahli gizi. Tindakan ini dimulai dengan penilaian menyeluruh terhadap kondisi kesehatan pasien. Ada beberap hal yang akan diperiksa, antara lain: * Umur * Jenis kelamin * Berat badan * Tinggi badan * Jadwal harian * Gaya hidup * Pola dan makan favorit * Frekuensi olahraga atau tingkat efektivitas * Tingkat metabolisme dasar – merupakan jumlah energi yang dikeluarkan seseorang saat beristirahat * Efek termal makanan atau dikenal sebagai aksi dinamik spesifik – merupakan jumlah energi di atas tingkat metabolisme saat istirahat. * Komposisi tubuh – kondisi idealnya bervariasi tergantung pada kegiatan olahraga yang dilakukan seseorang. Selain itu juga ditentukan faktor lain seperti, kebiasaan makan, kebiasaan olahraga, dan genetik.
Informasi yang terkumpul akan digunakan sebagai: * Menilai keadaan kesehatan dan fisik pasien * Mendeteksi area yang membutuhkan perbaikan * Mengembangkan rencana asupan nutrisi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pasien * Menentukan apakah pasien perlu mengonsumsi suplemen


Evaluasi termasuk memberikan rekomendasi lengkap pada pasien untuk meningkatkan kesehatan dan bagaimana cara untuk mencapai tujuannya. Sehingga, evaluasi ini mungkin perlu dilanjutkan agar dokter dapat memastikan perkembangan pasien.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Evaluasi Nutrisi Olaharga

Evaluasi nutrisi olahraga juga dapat membantu masalah-masalah yang umumnya dihadapi atlet di masa sekarang. Masalah-masalah tersebut dapat menghalangi tujuan-tujuan yang ingin dicapai atlet tersebut, antara lain:

  • Kelebihan berat badan
  • Berat badan di bawah ideal
  • Kelelahan
  • Gangguan makan
  • Siklus menstruasi tidak rutin (bagi pasien perempuan)
  • Alergi makanan
  • Kepadatan tulang rendah
  • Kekurangan darah/anemia
  • Retakan tulang karena tekanan
  • Diabetes


Jika ingin memberikan penampilan terbaik, seorang atlet tidak hanya harus berlatih keras, tetapi juga perlu mempersiapkan tubuhnya dan memberinya bahan bakar penuh. Jika tidak, berarti ia memperbesar resiko cedera pada tubuhnya. Ini berarti, evaluasi nutrisi gizi penting dilakukan sebagai bagian perawatan kesehatan bagi tiap atlet.
Rujukan:

  • American Dietetic Association; Dietitians of Canada; American College of Sports Medicine, et al. American College of Sports Medicine position stand. Nutrition and athletic performance. Med Sci Sports Exerc. 2009 Mar;41(3):709-31.

  • Bird R. Nutrition. In: Miller MD, Thompson SR, eds. DeLee and Drez's Orthopaedic Sports Medicine. 4th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2015:chap 30.

Bagikan informasi ini: