Apa itu Pemeriksaan Massa Ginjal?

Ginjal merupakan salah satu organ yang paling penting dalam tubuh manusia karena ginjal berfungsi untuk mengeluarkan sisa limbah dari hasil proses metabolisme tubuh. Ginjal juga berfungsi unutk mengatur sistem saluran kemih, mempertahankan kadar elektrolit dalam tubuh, menyaring darah, dan mengalirkan sisa metabolisme yang larut dalam air dari aliran darah untuk dibuang melalui kandung kemih. Seluruh fungsi ginjal ini dapat terganggu apabila terdapat massa atau kista yang berasal dari ginjal atau organ lain di sekitarnya. Massa pada ginjal dapat menjadi tanda pasien menderita kanker ginjal stadium satu, yaitu kanker yang paling umum di dunia.

Penelitian menunjukkan bahwa 50 persen masyarakat di seluruh dunia yang berusia lebih dari 50 tahun dapat memiliki massa ginjal atau kantung berisi cairan yang dikenal sebagai kista. Dengan bantuan ahli radiologi mumpuni, dokter spesialis ginjal perlu segera memeriksa massa ginjal untuk menentukan apakah massa ginjal berpotensi menyebabkan masalah kesehatan lebih lanjut pada pasien.

Pemeriksaan atau evaluasi massa ginjal melibatkan berbagai prosedur diagnostik dan pencitraan yang dirancang untuk menentukan apakah massa ginjal bersifat jinak atau ganas. Pemeriksaan massa ginjal merupakan kunci dari perencanaan prosedur pengobatan ginjal yang dapat mengembalikan fungsi serta struktur ginjal yang sehat.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Massa Ginjal dan Hasil yang Diharapkan

Pada kebanyakan kasus, massa ginjal ditemukan saat pasien menjalani pemeriksaan kondisi atau gejala lainnya. Banyak pasien yang mengetahui bahwa mereka memiliki massa yang berasal dari ginjal atau sekitarnya setelah diberitahu oleh dokter layanan primer, yang meminta pasien menjalani CT scan atau USG ketika pasien mengeluh merasakan sakit perut.

Berikut ini adalah hasil yang diharapkan setelah prosedur ini selesai:

  • Dokter dapat menentukan apakah massa ginjal pada pasien jinak atau ganas, dan apakah massa ginjal akan mengganggu fungsi ginjal dan kesehatan pasien secara keseluruhan
  • Dokter dapat menentukan tindakan terbaik untuk mengobati massa ginjal

Cara Kerja Prosedur Pemeriksaan Massa Ginjal

Prosedur ini biasanya dilakukan ketika dokter layanan primer mendeteksi massa ginjal setelah pasien menjalani prosedur pencitraan seperti CT scan atau USG. Pasien akan dirujuk ke spesialis ginjal, yang mungkin meminta pasien untuk menjalani prosedur tambahan, seperti biopsi, untuk menentukan apakah massa ginjal pasien jinak atau ganas atau gejala dari suatu kondisi kesehatan yang lebih serius, seperti kanker.

Kista umum ditemukan pada pasien yang berusia lebih dari 50 tahun, dan sebagian besar kista dapat dengan mudah dikenali oleh ahli radiologi melalui prosedur pencitraan. Namun, kasus kista ringan tidak memerlukan perhatian medis dan dokter tidak perlu meminta pasien untuk menjalani konsultasi maupun pengamatan lanjutan. Di sisi lain, kasus kista kompleks mungkin memerlukan prosedur pencitraan (seperti CT, USG, dan MRI) secara berkala untuk memantau setiap perubahan ukuran atau sifat kista.

Kista dikategorikan berdasarkan Sistem Klasifikasi Bosniak:

  • Kista kategori I merupakan kasus kista ringan dan jinak dengan dinding tipis. Kista ini tidak memiliki kalsifikasi, komponen padat, atau septum. Kepadatan kista ini juga tergolong rendah. Pada kebanyakan kasus, kista ini memiliki kepadatan seperti air.

  • Kista kategori II juga tergolong jinak, namun kista kategori ini dapat memiliki 1 atau lebih septa dan pengapuran ringan.

  • Kista kategori IIF terlihat seperti Kista kategori II, namun sekitar 5 persen kista kategori ini bersifat ganas. Kategori ini membutuhkan pencitraan lanjutan sebelum pasien dinyatakan benar-benar sehat.

  • Kista kategori III adalah kista dengan batang tebal dan tidak beraturan. Sekitar 50% dari kista ini bersifat ganas.

  • Kista kategori IV adalah kista yang seluruhnya ganas, membutuhkan prosedur pencitraan dan pemantauan lanjutan sebelum dokter ahli ginjal dan pasien memutuskan pengobatan atau tindakan bedah yang sebaiknya dilakukan.

Massa padat dapat dibedakan dari kista, dan ahli radiologi dapat segera memberitahukan dokter ahli ginjal dan pasien apakah massa yang ditemukan padat atau tidak. Massa padat memiliki kemungkinan 80% dapat menyebabkan kanker dan memerlukan [biopsi]https://www.docdoc.com/id/id/info/procedure/pengambilan-contoh-jaringan-biopsi) untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Biopsi ginjal umumnya dilakukan dengan panduan peralatan pencitraan seperti CT scan atau USG serta merupakan prosedur yang penting. Selain itu, hasil dari prosedur pencitraan ini akan dijadikan sebagai pertimbangan untuk menentukan rencana pengobatan atau terapi lanjutan bagi pasien. Pada beberapa kasus, biopsi perlu diulang beberapa kali hingga dokter mendapatkan diagnosis yang pasti. Di sisi lain, jika pasien memiliki massa padat yang terbukti dapat menyebabkan kanker atau menandakan adanya kanker, dokter ahli ginjal dapat segera menyarankan pasien untuk menjalani prosedur pembedahan atau ablasi massa tanpa melakukan biopsi.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pemeriksaan Massa Ginjal

Proses pemeriksaan massa ginjal umumnya aman bila dilakukan oleh tim kesehatan ahli radiologi dan dokter ahli ginjal yang memiliki keahlian dan pengalaman mumpuni. Namun, apabila pasien merasa tidak puas dengan hasil pemeriksaan, pasien dapat mengunjung dokter ahli lain untuk mendapatkan opini kedua.

Rujukan:

  • Washington University School of Medicine in St. Louis: “Kidney (Renal) Mass”
  • American Urological Association
Bagikan informasi ini: