Apa itu Pemeriksaan Kanker Paru-paru?

Pemeriksaan kanker paru-paru adalah tindakan medis yang dilakukan untuk mendiagnosis keberadaan kanker paru-paru dari pasien yang lebih berisiko terkena kanker paru-paru dan telah menunjukkan gejala utama dari penyakit tersebut. Tindakan ini juga dilakukan dengan harapan dapat mendiagnosis kanker paru-paru sejak dini untuk meningkatkan tingkat keberhasilan pengobatan. Walaupun pemeriksaan ini belum terbukti dapat mengurangi tingkat kematian karena banyaknya kesulitan dalam mendeteksi kanker paru-paru jenis tertentu, namun pemeriksaan ini masih banyak digunakan karena tidak ada alternatif lain.

Pemeriksaan kanker paru-paru bertujuan untuk menemukan sel ganas pada jaringan paru-paru. Tindakan ini banyak diminta karena kanker paru-paru merupakan jenis kanker yang paling berbahaya karena lebih berisiko diderita oleh perokok dan mantan perokok.

Siapa yang Harus Menjalani Pemeriksaan Kanker Paru-paru dan Hasil yang Diharapkan

Pemeriksaan kanker paru-paru biasanya disarankan oleh dokter bagi pasien yang:

  • Berusia 55-74 tahun
  • Merokok
  • Mantan perokok yang telah berhenti merokok dalam 15 tahun
  • Pernah merokok setidaknya 30 bungkus dalam satu tahun
  • Terkena asap dari perokok dalam jangka waktu yang panjang

Tes ini juga disarankan bagi pasien yang mengalami gejala yang sering dikaitkan dengan kanker paru-paru. Gejala tersebut meliputi:

  • Batuk berdahak yang kronis
  • Ingus yang disertai darah
  • Batuk yang terhenti-henti
  • Pneumonia yang sering kambuh
  • Bronkitis yang sering kambuh
  • Susah bernapas
  • Batuk yang disertai dengan suara mengi
  • Nyeri yang tak kunjung hilang di dada
  • Suara serak
  • Pembengkakan pada leher
  • Pembengkakan pada wajah
  • Nyeri pada lengan, tangan, atau bahu
  • Kelelahan
  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya
  • Sakit kepala yang parah
  • Badan terasa sakit dan nyeri
  • Kesulitan menelan makanan dengan baik
  • Demam yang terus menerus berhenti kemudian kambuh lagi
  • Mengeluarkan suara yang tak wajar dari paru-paru
  • Pembengkakan pada nodul limpa yang ada di dekat tulang leher

Seseorang harus memiliki kesehatan yang prima agar dapat menjalani pemeriksaan ini, karena tindakan ini memiliki beberapa risiko, dan risikonya dapat lebih besar bagi beberapa orang yang memiliki penyakit lain. Tindakan ini kemungkinan tidak akan terlalu bermanfaat bagi pasien yang sakit atau tidak cukup kuat untuk menjalani operasi.

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat mencegah seseorang dari menjalani pemeriksaan kanker paru-paru. Sebagai contoh, pasien yang memiliki implan logam pada dadanya, seperti alat pacu jantung atau batang logam pada tulang belakang tidak dapat menjalani pemeriksaan ini karena logam yang ada di tubuh mereka dapat mengganggu sinar-X yang digunakan dalam pemeriksaan. Hal ini akan menghasilkan gambar yang berkualitas buruk dan tidak terlalu membantu dokter dalam mendiagnosis penyakit pasien.

Pemeriksaan kanker paru-paru akan memberikan informasi penting yang dapat digunakan oleh dokter untuk mengetahui apakah pasien memiliki kanker paru-paru. Apabila kanker paru-paru sudah diketahui sejak dini, pasien dapat langsung menjalani pengobatan yang sesuai dan memperbesar kemungkinannya untuk sembuh.

Namun, harus diingat juga bahwa pemeriksaan ini tidak selalu memberikan hasil yang akurat. Ada saat di mana pemeriksaan tidak dapat mendeteksi kanker yang sudah diderita oleh pasien dan ada juga kasus di mana pemeriksaan ini memberikan hasil positif yang keliru. Dalam beberapa situasi, pemeriksaan ini juga dapat mendeteksi penyakit yang sudah memburuk, oleh karena itu pemeriksaan kanker paru-paru tidak menjamin pasien pasti akan sembuh. Dalam kasus lain, pemeriksaan ini juga dapat memberikan hasil yang harus dilengkapi dengan informasi dan tes tambahan sebelum dokter dapat membuat kesimpulan. Dalam kasus seperti ini, pemindaian CT atau biopsi paru-paru seringkali dilakukan setelah pemeriksaan kanker paru-paru.

Studi menunjukkan bahwa 1 dari 4 pemeriksaan kanker paru-paru kemungkinan akan menunjukkan adanya hal yang tidak normal pada paru-paru atau area di sekitarnya, yang dapat berupa kanker. Untuk memastikan ketidaknormalan tersebut memang kanker, biasanya harus dilakukan tes dan pemindaian lain.

Cara Kerja Pemeriksaan Kanker Paru-paru

Ada beberapa jenis pemeriksaan yang biasanya digunakan, dan setiap jenisnya dapat mendeteksi kanker dengan cara yang berbeda. Jenis pemeriksaan tersebut antara lain adalah:

  • Pemindaian CT dosis rendah (low-dose spiral CT scan/LDCT) – Tindakan ini telah terbukti lebih efektif untuk mendeteksi kanker pada tahap dini, yang dapat meningkatkan kemungkinan pasien untuk sembuh. Tes ini dapat mengambil gambar yang rinci dari paru-paru dengan radiasi dosis rendah dan menggunakan alat rontgen yang memindai tubuh secara spiral. Hasilnya akan dikirim dari alat tersebut ke komputer yang akan memproses gambar.

  • Rontgen dada – Rontgen dada adalah jenis tes lain yang dapat digunakan untuk pemeriksaan kanker paru-paru; tindakan ini dilakukan dengan memindai organ tubuh di dalam dada serta tulang di sekitarnya dengan menggunakan teknologi sinar-X, atau lebih spesifik lagi, pancaran energi yang melewati tubuh kemudian mengambil gambar dari tubuh dan memindahkannya ke film.

  • Sitologi air liur – Teknologi ini menggunakan sampel air liur yang dikeluarkan seseorang saat batuk. Sampel ini dianalisis dengan mikroskop untuk mencari sel kanker.

Tes kanker paru-paru akan dilakukan di fasilitas kesehatan yang dilengkapi dengan jenis teknologi tertentu yang dibutuhkan, misalnya jenis alat pemindai yang sesuai.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko

Sebelum menjalani pemeriksaan kanker paru-paru, pasien harus mengetahui manfaat dan kerugian dari tindakan ini. Pasien harus memahami bahwa pemeriksaan kanker paru-paru memiliki kemungkinan komplikasi dan risiko tersendiri yang dapat lebih besar dari manfaatnya, misalnya:

  • Risiko mendapatkan hasil positif yang keliru, yang dapat menyebabkan pasien harus menjalani tes dan operasi yang tidak ia butuhkan sehingga ia berisiko mengalami komplikasi lain yang lebih membahayakan

  • Risiko mendapatkan diagnosis yang terlalu berlebihan, yang dapat menyebabkan pengobatan yang sebenarnya tidak dibutuhkan

  • Risiko akibat terkena radiasi, terutama dalam rontgen dada dan pemindaian CT spiral dosis rendah.

Walaupun pemeriksaan ini telah terbukti dapat banyak membantu pasien, namun pemeriksaan ini juga tidak selalu efektif, dan belum tentu dapat menghilangkan atau mengurangi risiko kematian.

Rujukan:

  • Johnson DH, Blot WJ, Carbone DP, et al. Cancer of the lung: non-small cell lung cancer and small cell lung cancer. In: Abeloff MD, Armitage JO, Niederhuber JE, et al, eds. Abeloff’s Clinical Oncology. 4th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Churchill Livingstone; 2008:chap 76.

  • National Comprehensive Cancer Network. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology: Non-small cell lung cancer. Version 4.2014. Available at: http://www.nccn.org/professionals/physician_gls/pdf/nscl.pdf. Accessed August 31, 2014.

Bagikan informasi ini: