Pengertian dan Gambaran Umum

Saat sel kanker terbentuk pada jaringan payudara, ini dianggap sebagai kanker payudara, yang merupakan salah satu penyebab kematian pada wanita. Faktanya, satu dari delapan perempuan diketahui mengalami penyakit ini. Pria juga rentan terhadap kanker payudara, meskipun ini jarang terjadi.

Kunci untuk bertahan dari kanker payudara adalah mengetahui sejak awal. Jika kanker telah terdeteksi saat pada tahap awal, maka dapat dinetralisasikan sebelum menyebar ke bagian tubuh lain. Pemeriksaan kanker payudara adalah metode pemeriksaan awal yang digunakan secara luas di berbagai belahan dunia.

Secara literal, jutaan organisasi yang mendedikasikan diri untuk pencegahan dan pengobatan kanker payudara berusaha keras memopulerkan pemeriksaan kanker payudara untuk mengurangi fatalitas yang disebabkan penyakit ini. Hidup yang tidak ternilai dapat diselamatkan lewat upaya dan efektivitas metode pemeriksaan.

Jika Anda memiliki gejala kanker payudara apapun, atau dicurigai menderita kanker payudara, Anda seharusnya menjalani pemeriksaan sedini mungkin. Karena tindakan ini tersedia dimana-mana, Anda dapat mencari organisasi kesehatan untuk melakukan tindakan ini pada payudara Anda.

Siapa yang Harus Menjalani Pemeriksaan dan Hasil yang Dapat Diharapkan

Anda mungkin ingin tahu, apakah Anda perlu melakukan pemeriksaan bahkan jika Anda tidak menyadari tanda-tanda atau gejala apapun dari kanker payudara. Untuk membantu memutuskan, American Cancer Society telah menyediakan rekomendasi, siapa yang harus melakukan pemeriksaan.

  • Wanita berusia di atas 40 tahun harus menjalani mammogram tiap tahun.
  • Wanita antara 20 – 30 harus menjalani pemeriksaan payudara secara klinis secara rutin.
  • Wanita pada usia 20an harus melakukan pemeriksaan payudara sendiri (BSE/breast self-exam), secara teratur.
  • Wanita dengan risiko tinggi terhadap kanker payudara harus melakukan MRI dan mammogram tiap tahun.

Jika Anda belum mengetahui, mammogram adalah jenis uji pencitraan pada payudara untuk mendeteksi perubahan apapun. Ini sangat efektif sebagai metode untuk mengetahui keberadaan kanker payudara, bahkan saat tahap awal. Anda dapat mengikuti anjuran dari American Cancer Society tentang kapan seharusnya Anda melakukan mammogram, atau Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk penilaian risiko. Penilaian ini akan menjadi dasar, seberapa sering Anda harus menjalani pemeriksaan.

Setelah satu kali konsultasi ke dokter, bagian dari konsultasi merupakan pemeriksaan payudara secara klinis. Saat pemeriksaan ini, dokter akan mencari benjolan pada payudara. Jika dokter mencurigai ada perubahan pada payudara, Anda akan disarankan melakukan mammogram.

Anda juga mungkin ingin melakukan BSE secara teratur. Untuk melakukan BSE, Anda hanya perlu meraba payudara hingga ketiak untuk memeriksa adanya benjolan. Jika Anda merasakan sesuatu, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda.

Beberapa wanita enggan berkunjung ke dokter atau melakukan pemeriksaan kanker payudara, hanya karena takut pada hasilnya. Namun, melakukan pemeriksaan atau tidak, Anda perlu tahu bahwa hasilnya tidak akan berubah. Daripada merasa takut, lebih baik berpikir, jika Anda memang menderita kanker payudara, kemungkinan baik untuk bertahan akan lebih tinggi, jika terdeteksi sejak awal.

Bagaimana Pemeriksaan ini Bekerja?

Bentuk pemeriksaan kanker paling umum adalah pemeriksaan payudara klinis, mammography, dan pemindaian MRI. Jenis pemeriksaan lain termasuk thermography dan sampling jaringan. Tindakan mammography serupa dengan x-ray. Jika Anda sudah pernah melakukan x-ray sebelumnya, konsepnya tidak jauh berbeda. Dalam mammography, payudara akan ditekan di antara dua lempengan. X-ray akan diarahkan ke payudara, sehingga gambar dapat dihasilkan. Namun, penting untuk dicatat bahwa mammography mungkin tidak dapat memberikan hasil yang akurat, karena hal-hal berikut:

  • Ketebalan jaringan payudara
  • Kemampuan radiologis
  • Ukuran tumor

Jika dokter khawatir akan hasilnya, Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan lanjutan seperti MRI. MRI umum dilakukan pada wanita dengan risiko tinggi berkembangnya kanker payudara dalam tubuh. Termasuk perempuan dengan sejarah medis pribadi dan keluarga dengan kanker payudara dan sindrom genetik, seperti sindrom Cowden dan li-fraumi.

Kemungkinan Komplikasi dan Risiko

Seperti tindakan medis lainnya, pemeriksaan kanker payudara juga memiliki risiko, Namun, risikonya berbeda untuk tiap kategori umur.

  • Hasil salah negatif atau salah positif
  • Meningkatkan kecemasan karena hasil salah positif
  • Nyeri dan tidak nyaman selama mammogram
  • Paparan radiasi
  • Mendeteksi kanker payudara tidak menjamin penyakit ini dapat disembuhkan dan memperpanjang masa hidup pasien.

Meskipun berisiko, melakukan uji pemeriksaan dan menemukan kanker payudara lebih baik daripada tidak mengetahuinya. Jika kanker menyebar atau sudah menyebar ke bagian tubuh lain, maka akan sulit diobati, dan kemungkinan bertahan dari kanker lebih kecil.

Rujukan:

  • Cuzick J, DeCensi A, Arun B, et al. Preventive therapy for breast cancer: a consensus statement. Lancet Oncol. 2011;12(5):496-503.

  • National Cancer Institute: PDQ Breast Cancer Treatment. Bethesda, MD: National Cancer Institute. Date last modified 08/22/2013. Available at: http://www.cancer.gov/cancertopics/pdq/treatment/breast/healthprofessional. Accessed November 12, 2013.

  • National Comprehensive Cancer Network. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology (NCCN Guidelines): Breast cancer. Version 3.2013. Available at: http://www.nccn.org/professionals/physician_gls/pdf/breast.pdf. Accessed November 12, 2013.

  • Warner E. Clinical practice. Breast-cancer screening. N Engl J Med. 2011;365:1025-1032.

  • Wolff AC, Comchek SM, Davidson NE, et al. Cancer of the breast. In: Niederhuber JE, Armitage JO, Doroshow JH, et al., eds. Abeloff’s Clinical Oncology. 5th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Churchill Livingstone; 2013:chap 91.

Bagikan informasi ini: