Apa Itu Skrining Kanker Usus Besar?

Dikenal juga sebagai skrining kanker kolorektal atau kanker usus, skiring kanker usus besar adalah salah satu pemeriksaan yang dilakukan untuk memeriksa adanya kanker usus besar atau polip yang dapat menyebabkan kanker pada rektum dan usus besar.

Di Amerika Serikat, lebih dari 130.000 pria dan wanita didiagnosis dengan penyakit ini setiap tahunnya sementara setidaknya 50.000 meninggal akibat penyakit ini, yang membuat penyakit ini menjadi salah satu penyebab kematian paling umum bagi pria dan wanita.

Pemeriksaan skrining ini sangat membantu dalam menemukan adanya kanker ketika kanker masih dalam tahap awal, sehingga meningkatkan kemungkinan pasien untuk bertahan hidup dan menunda proses perkembangan penyakit.

Skrining meliputi beberapa pemeriksaan, dengan berbagai tingkat manfaat dan risiko. Terkadang, satu kali pemeriksaan dianggap cukup. Namun, umum bagi dokter untuk meminta gabungan pemeriksaan untuk memberikan hasil yang lebih akurat.

Pemeriksaan ini meliputi:

  • Kolonoskopi – Pemeriksaan yang melibatkan masuknya tabung lentur yang disebut kolonoskop ke dalam usus besar. Tindakan ini dapat dilakukan untuk mendeteksi keberadaan polip, serta mengangkatnya.

  • Sigmoidoskopi – Pemeriksaan yang melibatkan masuknya tabung lentur yang disebut sigmodioskop hingga mencapai rektum dan bagian usus yang lebih rendah.

  • Kolonoskopi virtual – Pemeriksaan pencitraan yang memperlihatkan usus besar dengan menggunakan CT scan.

  • Barium enema kontras ganda – Pemeriksaan pencitraan yang dapat membantu mendeteksi kelainan usus besar dengan menggunakan sinar-X.

  • Pemeriksaan darah pada kotoran – Pemeriksaan laboratorium ini dilakukan untuk memastikan adanya darah pada kotoran. Pemeriksaan ini didasarkan pada keyakinan bawa pembuluh darah tumor atau poli cenderung dapat pecah, sehingga dapat menyebabkan pendarahan. Pemeriksaan ini lebih lengkap ketimbang pemeriksaan kotoran standar karena dapat mendeteksi darah yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.

Siapa yang Harus Menjalani Skirining Kanker Usus Besar dan Hasil yang Diharapkan

Pemeriksaan skrining dianjurkan bagi pria dan wanita yang berusia di antara 50-75 tahun. Pasien yang berusia 76 tahun ke atas mungkin tidak lagi dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan karena risikonya mungkin lebih besar daripada manfaatnya. Sementara itu, sigmoidoskopi, kolonoskopi virtual, dan barium enema kontras ganda perlu dijalani setiap 5 tahun dan kolonoskopi setiap 10 tahun. Pemeriksaan darah samar pada kotoran harus dilakukan setiap tahun.

Namun demikian, terdapat pengecualian untuk peraturan yang ada terutama jika pasien dianggap memiliki risiko tinggi. Pasien-pasien tersebut adalah yang memiliki:

  • Riwayat keluarga dengan kanker atau polip
  • Penyakit peradangan yang mempengaruhi usus, seperti penyakit Crohn dan colitis ulserativa
  • Sindrom Lynch (disebut juga kanker kolorektal turunan non-polip yang disebabkan oleh gen yang diwariskan)
  • Adenomatosa poliposis familial (kelainan bawaan yang ditandai dengan munculnya polip adenomatosa berulang pada lapisan usus besar)
  • Obesitas

Pasien yang termasuk dalam salah satu kategori di atas dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan skrining pertama, sebelum berusia 50 tahun, dan dalam interval yang lebih sering.

Hasilnya tergantung pada pemerisaan skrining kanker usus besar yang dilakukan. Pemeriksaan seperti kolonoskopi dan sigmoidoskopi fleksibel dapat dilakukan untuk menemukan baik kanker maupun polip. Di sisi lain, pemeriksaan darah pada kotoran dapat mendeteksi adanya kanker, namun tidak dapat mendeteksi polip. Selanjutnya, karena sigmoidoskopi hanya mencapai bagian bawah usus besar, tindakan ini kemungkinan tidak mendeteksi kanker dan polip pada daerah atas. Kolonoskopi virtual bersifat menyeluruh dan dapat mendeteksi polip yang bahkan tidak dapat terlihat melalui kolonoskopi biasa.

Tingkat ketidaknyamanannya juga dapat beragam. Beberapa pemeriksaan memerlukan persiapan sementara pemeriksaan seperti kolonoskopi virtual dan darah samar pada kotoran tidak dan bahkan dapat dilakukan tanpa obat penenang.

Cara Kerja Skrining Kanker Usus Besar

Persiapan dan obat penenang mungkin diperlukan tergantung pada jenis pemeriksaannya. Untuk sigmoidoskopi dan kolonoskopi, usus harus dikosongkan sehingga lapisan menjadi lebih jelas terlihat. Selain hanya minum cairan setidaknya sehari sebelum ujian, enema juga dapat dilakukan.

Namun biasanya, obat penenang diberikan untuk kenyamanan pasien. Kemudian, sebuah alat yang dilengkapi dengan sumber cahaya dan kamera dimasukkan ke dalam rektum dan usus besar. Kamera lalu mengirimkan gambar langsung dari usus untuk proses skrining yang tepat. Jika terdapat polip,maka dapat diangkat dengan menggunakan alat bedah kecil.

Dalam barium enema kontras ganda, barium dimasukkan ke dalam tubuh untuk menciptakan kontras pada rontgen. Udara juga dipompa ke dalam usus besar hingga mengembang dan menjadi lebih jelas ketika diperiksa. Pemeriksaan ini tidak memerlukan obat penenang apapun.

Pada kolonoskopi virtual, pemindai yang mampu mengambil gambar lebih detail dari usus besar digunakan. Alat ini dapat berputar di sekitar tubuh pasien saat pasien berbaring di atas meja.

Pada pemeriksaan darah samar pada kotoran, sampel kotoran dapat dikumpulkan menggunakan alat yang diberikan oleh dokter. Mungkin dibutuhkan lebih dari satu sampel tergantung pada petunjuk dokter.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Skrining Kanker Usus Besar

Beberapa pemeriksaan dilakukan pada interval tahun yang beragam untuk mengurangi risiko, yang dapat mencakup pendarahan, yang mungkin terjadi ketika dinding usus mengalami iritasi. Misalnya, penggunaan skop juga dapat menyebabkan lapisan robek dan infeksi.

Pemeriksaan skrining juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit termasuk kram perut, yang akan menghilang secara bertahap.

Rujukan:

  • Itzkowitz SH, Potack J. Colonic polyps and polyposis syndromes. In: Feldman M, Friedman LS, Brandt LJ, eds.Sleisenger and Fordtran's Gastrointestinal and Liver Disease Pathophysiology/Diagnosis/Management.9th ed. Philadelphia, Pa: Elsevier Saunders; 2010:chap 122.

  • Levin B, Lieberman DA, McFarland B, Smith RA, Brooks D, Andrews KS, et al. Screening and surveillance for the early detection of colorectal cancer and adenomatous polyps, 2008: a joint guideline from the American Cancer Society, the U.S. Multi-Society Task Force on Colorectal Cancer, and the American College of Radiology. CA Cancer J Clin. 2008;58:130-160.

  • National Comprehensive Cancer Network. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology (NCCN Guidelines): Colorectal cancer screening. Version 2.2013. Available at: http://www.nccn.org/professionals/physiciangls/pdf/colorectalscreening.pdf. Accessed October 24, 2013.

  • Rex DK, Johnson DA, Anderson JC, Schoenfeld PS, Burke CA, Inadomi JM; American College of Gastroenterology. American College of Gastroenterology

Bagikan informasi ini: