Pengertian dan Gambaran Umum

Pemeriksaan kanker adalah tes yang dilakukan untuk memastikan dan mendiagnosa kanker, terutama pada tahap awal. Ini juga merupakan upaya pencegahan bagi orang yang berisiko tinggi terkena kanker.

Kanker adalah penyakit yang seringkali mengancam hidup, yang disebabkan oleh mutasi sel-sel di dalam tubuh. Biasanya, sel-sel tersebut tidak matang atau tidak normal, namun tidak mau mati dan menyebar melalui aliran darah, sehingga menyebabkan metastasis (menyebarkan kanker ke organ terdekat lainnya). Sel kanker dapat menghancurkan sel lainnya yang sehat, dan menimbulkan komplikasi yang dapat menyebabkan kematian.

Sel ini dapat berkembang dan menyebar dengan sangat perlahan, bertahun-tahun, atau cepat hungga kesehatan pasien menurun dan hidupnya hanya tinggal hitungan hari atau bulan. Namun, pemeriksaan kanker awal dan rutin dapat menyelamatkan hidup Anda, jika penyakitnya diketahui lebih awal.

Meskipun tidak semua jenis kanker – sudah ada ratusan saat ini – memiliki tes pemeriksaan standar, kanker yang paling umum seperti kanker paru-paru, mulut, payudara, usus, rahim, ovarium, dan prostat memilikinya.

Di sisi lain, tidak semua uji pemeriksaan kanker diharuskan, namun pria maupun wanita dapat menggunakan panduan yang dikeluarkan oleh penyedia layanan kesehatan atau American Cancer Society, untuk memutuskan tes apa yang perlu dilakukan.

Beberapa tesnya, antara lain:

  • Kolonoskopi (kanker usus dan saluran pencernaan)
  • Tes darah Fecal Occult (kanker usus atau rektum)
  • Mammography (kanker payudara)
  • Uji HPV (kanker serviks)
  • Pemindaian MRI Payudara (kanker payudara)
  • Uji CA-125 (kanker ovarium)
  • Uji PSA (kanker prostat)
  • Pemeriksaan Kulit
  • USG Transvaginal (kanker ovarium dan uterine)

Siapa yang Harus Diperiksa dan Hasil yang Diharapkan

Anda seharusnya menganggap serius untuk melakukan uji pemeriksaan kanker, jika Anda termasuk dalam kategori berikut:

  • Pasien yang menunjukkan gejala-gejala – Gejalanya beragam tergantung jenis kankernya, namun biasanya kondisi yang tetap memburuk meskipun telah mengonsumsi obat-obatan, dapat melakukan uji pemeriksaan kanker.

  • Pasien dengan risiko tinggi – Adalah seseorang yang memiliki kanker sebelumnya, atau memiliki anggota keluar dekat atau kerabat yang didiagnosa kanker, atau telah diuji dan membawa faktor genetik tertentu yang memiliki risiko kanker seperti gen BRCA1 & BRCA2 yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara hingga 80%. Namun, perlu dicatat ketururnan hanya memiliki peran 5% dalam penyakit kanker. Seringkali, kanker disebabkan oleh faktor lain seperti paparan dengan karsinogen (zat penyebab kanker), obesitas, dan kehadiran penyakit lain seperti esofagus Barrett.

  • Seseorang yang berusia, paling tidak 40 tahun – Populasi umum yang disarankan melakukan uji pemeriksaan kanker saat mencapai usia 40 tahun, sebagai upaya pencegahan. Jenis tes yang dilakukan berdasarkan gaya hidup dan faktor risiko yang dimiliki pasien.

Paling tidak perlu menunggu seminggu, sebelum hasil pemeriksaan keluar. Tergantung hasilnya, pasien dapat dianggap bebas kanker atau dirujuk ke dokter ahli kanker (onkologis) untuk bantuan medis.

Bagaimana Cara Pemeriksaannya?

Ada banyak cara untuk melakukan uji pemeriksaan kanker. Pertama-tama, melalui pemeriksaan fisik, di mana dokter akan mengamati bagian yang dikahwatirkan dan memeriksa tanda-tanda kanker seperti benjolan pada payudara, bercak putih pada lidah, dan pendarahan di rektum.

Dokter juga akan menanyakan tentang sejarah kesehatan pasien dan keluarga untuk menilai risiko kanker berdasarkan keturunan atau kemungkinan penyakit kronis (contohnya, orang dengan obesitas mungkin mengalami kanker pankreas dan hati).

Cara paling umum untuk melakukan pengujian adalah dengan uji laboratorium, termasuk biopsi. Sel, jaringan, kotoran, dan cairan seperti darah dan air seni yang dikumpulkan oleh dokter akan dikirim ke laboratorium, di mana sampel tersebut akan diperiksa untuk mengetahui kehadiran sel abnormal.

Bagi mereka yang berisiko tinggi, tes genetik juga perlu dilakukan. Ini termasuk Tes Genetik Myriad, yang dapat mengidentifikasi sampel darah yang membawa tanda genetik tertentu yang dapat memastikan adanya kanker.

Pemindaian juga dilakukan. Termasuk mammography (untuk payudara), dan x-ray (untuk kanker paru-paru). Sementara, endoskopi, kolonoskopi, USG, MRI, PET juga dianggap sebagai tindakan pemeriksaan standar untuk kanker. Namun, pemindaian ini bukanlah prioritas, kecuali tidak ada pilihan lain atau dokter sangat mencurigai adanya kanker dan ingin menentukan apakah sudah menyebar ke organ lain atau belum.

Risiko dan Komplikasi

Salah satu alasan kenapa panduan uji pemeriksaan dibuat adalah untuk mengurangi risiko dan komplikasi, yaitu:

  • Hasil yang salah – Hasilnya dapat salah positif atau salah negatif, keduanya secara signifikan dapat memengaruhi keputusan pasien nantinya. Salah positif, sebagai contoh, dapat menyebabkan pengobatan berlebihan di mana pasien dipaksa melewati penobatan yang tidak diperlukan, dari awal. Di sisi lain, pasien tidak melakukan pengobatan yang dibutuhkan segera untuk menyelamatkan hidup pasien.

  • Pendarahan – Ini seringkali terjadi pada uji pemeriksaan yang minim risiko, seperti endoskopi atau kolonoskopi. Pada jenis pemeriksaan ini, probe atau scope dimasukkan ke dalam tubuh. Cahaya yang melekat pada alat akan menerangi organ dalam tubuh, selagi kamera mengirimkan gambar ke layar komputer. Kadangkala dapat melukai organ, dapat menyebabkan pendarahan ringan atau serius.

  • Human error – Studi baru mengungkapkan bahwa beberapa teknisi laboratorium yang bertugas untuk menentukan adanya sel kanker pada sampel memiliki kesulitan untuk menilai dengan benar.

Untungnya, uji jenis baru seperti uji pernapasan untuk kanker paru-paru sudah di uji coba, sehingga risiko komplikasi dapat berkurang, dan akhirnya manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Rujukan:

  • http://www.cancer.gov/about-cancer/screening/screening-tests
  • http://www.cdc.gov/cancer/dcpc/prevention/screening.htm
  • http://www.cancer.org/healthy/findcancerearly/cancerscreeningguidelines/american-cancer-society-guidelines-for-the-early-detection-of-cancer
Bagikan informasi ini: