Apa itu Pemeriksaan Kesehatan Anak Tahunan?

Masa kanak-kanak adalah masa pertumbuhan, di mana perubahan terjadi dengan cepat. Untuk memastikan anak tumbuh dewasa dalam keadaan sehat, Akademi Kedokteran Anak Amerika (AAP) merekomendasi pemeriksaan kesehatan tahunan yang bertujuan memeriksa kondisi dan gangguan kesehatan yang ada pada tubuh anak. Pemeriksaan ini berperan sebagai tindakan pencegahan untuk menghentikan perkembangan atau menangani penyakit dengan segera agar mendapat prognosis yang lebih baik.

Pemeriksaan ini juga dikenal sebagai kunjungan perawatan. Pemeriksaan kesehatan tahunan ini dapat dilaksanakan oleh dokter umum, dokter keluarga atau dokter spesialis anak, dimulai sejak usia anak masih beberapa hari hingga ia memasuki usia 20. Saat kunjungan pemeriksaan, orangtua akan diberi informasi mengenai vaksinasi yang diperlukan untuk melindungi anak dari penyakit parah.

Pemeriksaan kesehatan tahunan untuk anak akan fokus pada kesehatan anak secara keseluruhan, pertumbuhan serta perkembangannya. Dokter akan diberi kesempatan untuk memeriksa gangguan kesehatan, menangani keluhan yang dirasakan anak dengan segera, dan memberi informasi penting pada orangtua mengenai kondisi kesehatan anak mereka.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Kesehatan Anak Tahunan dan Hasil yang Diharapkan

Jadwal kunjungan perawatan ini akan lebih sering pada dua tahun pertama setelah kelahiran anak. Dokter perlu memeriksa anak sekurang-kurangnya tiga kali dalam satu tahun. Pada masa ini, dokter akan memantau pertumbuhan dan perubahan cepat yang dialami oleh anak. Pemeriksaan ini tidak hanya untuk anak yang mengidap gangguan kesehatan tertentu, namun berguna untuk anak yang sehat. Ketika anak berusia tiga tahun, kunjungan perawatan akan dijadwalkan satu kali dalam setahun. Diperlukan kunjungan tambahan apabila dokter juga memantau kondisi gangguan perkembangan dan psikologis anak.

Hasil yang diharapkan dari Pemeriksaan Kesehatan Anak Tahunan adalah: * Segera mengenali masalah pada perkembangan anak, penyakit dan gangguan kesehatan lainnya, sehingga dokter dapat segera memberi penanganan medis. * Menjaga dan mencapai kondisi kesehatan anak yang optimal * Memberi perlindungan penuh dari penyakit melalui imunisasi berkala
* Menyediakan perawatan kesehatan berkelanjutan pada anak
* Memeriksa kondisi kesehatan anak, terutama yang rentan terhadap perkembangan kesehatan tertentu, sehingga risiko dapat dikurangi. * Memantau tumbuh kembang anak.
* Memeriksa peristiwa penting, tingkah laku sosial dan kemampuan belajar anak. * Memberi anjuran pada orangtua untuk selalu memerhatikan tingkah laku anak, serta gangguan tidur atau makan yang dialami anak. * Membangun hubungan penuh kepercayaan antara dokter dan orangtua beserta anak.

Cara Kerja Pemeriksaan Kesehatan Anak Tahunan

Pemeriksaan anak dimulai sejak bayi berusia 24 jam untuk memeriksa tubuh berfungsi normal, warna kulit, stabilitas pinggul, kekuatan dan refleks dasar bayi. Panjang tubuh, lingkar kepala, dan berat badan bayi harus selalu diukur pada setiap kunjungan perawatan dan akan dicatat dalam grafik pertumbuhan. Pemeriksaan yang akan dilaksanakan selanjutnya, yaitu mengukur tingkat kepekaan saraf pendengaran bayi dalam merespon suara, tes pemindaian untuk memeriksa hipotiroid, penyakit sel sabit dan penyakit bawaan lainnya. Suntikan hepatitis B akan diberi pada pemeriksaan pertama.

Di tahun pertama pasca kelahiran, anak akan mengikuti pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter spesialis anak sebanyak enam kali. Setiap pemeriksaan kesehatan diberi jarak sekitar 2 hingga 3 bulan dan meliputi: * Pengukuran * Pemeriksaan fisik * Pengamatan terhadap perkembangan anak * Memantau tingkah laku atau psikologis anak * Wawancara dengan orangtua pasien mengenai perkembangan dan peristiwa penting yang terjadi pada tumbuh kembang anak
* Imunisasi


Di antara tahun pertama dan kedua, anak akan dijadwalkan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan sebanyak tiga kali, sehingga dokter dapat memantau perkembangannya. Pemeriksaan dilaksanakan saat bayi berusia 15, 18 dan 24 bulan. Selain pemeriksaan yang telah disebutkan, dokter spesialis anak juga akan melakukan pemindaian terhadap gangguan perkembangan yang umum terjadi pada anak berusia 1-2 tahun, seperti autisme.

Pemeriksaan tahunan anak dimulai sejak anak berusia tiga tahun dengan memberikan data kesehatan anak dari tahun ke tahun yang sangat berguna untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini, termasuk gangguan pendengaran dan penglihatan. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter dalam memastikan anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan dan memberikan vaksin yang terbaru.

Setiap pemeriksaan tahunan akan melibatkan pemeriksaan fisik di mana mata, telinga, mulut dan hidung anak akan diperiksa untuk memantau adanya abnormalitas. Tekanan darah serta tinggi dan berat badan anak akan di ukur dan dibandingkan dengan hasil pemeriksaan pada tahun sebelumnya. Dokter akan memeriksa gerakan refleks anak dan kondisi paru-paru, jantung, serta perut. Bila perlu, vaksinasi akan diperbarui. Apabila orangtua melaporkan adanya gejala yang dirasakan anak, maka dokter akan melaksanakan tes diagnostik untuk menentukan penyebabnya, pada saat kunjungan yang sama atau yang akan datang.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pemeriksaan Kesehatan Anak Tahunan

Pemeriksaan kesehatan anak tahunan sangat direkomendasi untuk anak yang baru lahir sampai memasuki usia 20 tahun. Pemeriksaan berguna untuk memantau perkembangan anak dan mengenali adanya gangguan kesehatan sejak dini sehingga dokter dapat segera menanganinya.

Pemeriksaan ini memiliki risiko tersendiri, terutama jika pada vaksinasi. Walaupun vaksin zaman sekarang merupakan yang paling aman dan efektif sepanjang sejarah kehidupan, namun tetap memiliki efek samping berupa rasa sakit pada daerah penyuntikkan vaksin, demam rendah dan nyeri.

Rujukan:

  • Centers for Disease Control and Prevention.http://www.cdc.gov/vaccines/parents/parent-questions.html

  • American Academy of Pediatrics.https://www.aap.org/en-us/professional-resources/practice-support/Pages/PeriodicitySchedule.aspx

  • US National Library of Medicine.https://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001928.htm

Bagikan informasi ini: