Apa itu Pemeriksaan Fisik Bayi Usia 3-7 Hari?

Pemeriksaan fisik bayi usia 3-7 hari adalah kunjungan ke dokter spesialis anak selama beberapa hari setelah bayi keluar dari rumah sakit. Pemeriksaan ini dilakukan setelah konsultasi awal dalam 48 jam setelah bayi dibawa pulang dan tergantung pada kondisi kesehatan bayi.

Bayi berada dalam masa yang rentan selama beberapa hari pasca kelahiran, mereka sangat mudah terserang penyakit. Sedangkan orangtua, apalagi yang baru pertama kali memiliki anak, akan mendapatkan tantangan yang berbeda, karena mereka tidak bisa selalu mengandalkan tenaga medis selama 24 jam.

Pemeriksaan ini memungkinkan spesialis anak (pediatri) untuk memantau kesehatan dan perkembangan bayi, serta membantu orangtua dalam memenuhi kebutuhan dan perawatan dinamika bayi.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Fisik Bayi Usia 3-7 Hari

Akademi Kedokteran Anak Amerika Serikat menganjurkan orangtua untuk memeriksakan bayi mereka pada dokter spesialis anak dalam 3-5 hari setelah keluar dari rumah sakit. Pemeriksaan ini bisa berlangsung hingga 2 minggu, tergantung pada kesehatan dan kondisi tubuh bayi secara keseluruhan. Selain itu, pemeriksaan fisik bayi merupakan prosedur penting untuk mengetahui dan menjaga kondisi kesehatan bayi.

Pemeriksaan fisik bayi akan lebih diperlukan, apabila:

  • Bayi lahir prematur. Bayi prematur akan mengahadapi tantangan yang lebih berat daripada bayi yang lahir normal. Kondisi yang seringkali ditemukan pada bayi prematur adalah gangguan pernapasan dan paru-paru. Apabila bayi lahir jauh sebelum tanggal prediksi, kemungkinan komplikasi akan semakin tinggi.
  • Bayi terdiagnosis mengidap penyakit. Kondisi ini di antaranya cacat bawaan lahir, gangguan kesehatan turunan yang telah teridentifikasi saat sang ibu mengikuti pemeriksaan genetik janin dan penyakit kuning. Sebagai tindakan pencegahan tambahan dan untuk menyusun rancangan pengobatan yang diperlukan, dokter spesialis anak perlu memeriksa bayi dengan segera.
  • Ibu memiliki masalah dalam menyusui. Bayi yang baru lahir mendapat asupan nutrisi dari susu. Seorang ibu dapat memberikan susu formula atau ASI kepada bayi mereka. Terlepas dari jenis susu yang diberikan pada bayi, sebaiknya jangan sampai terlambat menyusui.
  • Bayi sedang dalam masa perawatan. Apabila rumah sakit menerapkan aturan perawatan sebelum bayi diperbolehkan pulang, maka dokter spesialis anak akan memeriksa perkembangan dan pemulihan bayi.

    Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Fisik Bayi Usia 3-7 Hari

Sebelum seorang bayi diperbolehkan untuk keluar dari rumah sakit, dokter spesialis anak mengharuskan orangtua untuk mengikuti pemeriksaan pertama, yang dilaksanakan pada hari ke 3 hingga 7 (umumnya hari ke 3-5). Biasanya, orangtua akan menerima buku pedoman bayi dari rumah sakit, yang berisi panduan pemeriksaan dan imunisasi.

Selama pemeriksaan pertama, orangtua akan diminta mengisi kuesioner, formulir, dan lainnya mengenai kesehatan dan perkembangan bayi, perawatan ibu serta asuransi. Data statistik bayi yang meliputi lingkar kepala, berat dan panjang badan, akan diukur oleh perawat atau dokter.

Kemudian, dokter akan memeriksa:

  • Tingkah laku bayi – Walaupun dokter dan orangtua bayi belum mengharapkan adanya tahapan tumbuh kembang yang berarti, namun bayi pada usia ini umumnya sudah bisa menggenggam dan menghisap.
  • Pencernaan – Selama pemeriksaan ini, dokter seringkali berfokus pada dua hal, yaitu asupan makanan dan pencernaan. Penggantian popok bayi pada usia ini perlu dilakukan rutin karena bayi selalu mendapat asupan makan dalam jangka waktu singkat (setiap 2-3 jam).
  • Tidur – Bayi yang baru lahir memiliki jam tidur yang tidak teratur karena mereka masih beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya. Saat pemeriksaan, dokter akan memberi beberapa saran untuk mencegah gangguan tidur serius seperti sindrom kematian bayi mendadak.
  • Kesehatan secara umum – Hal ini dapat diperoleh dengan melakukan pemeriksaan fisik dan rangkaian tes darah pada bayi.

    Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pemeriksaan Fisik Bayi Usia 3-7 Hari

Banyak orangtua yang merasa takut untuk bertanya atau menyampaikan kekhawatirannya dan seringkali percaya bahwa hal yang ingin mereka tamyakan tidak masuk akal. Namun, tidak ada pertanyaan yang dianggap tidak relevan apabila menyangkut kesehatan bayi dan orangtua perlu menyampaikannya pada dokter. Praktisi medis seperti dokter spesialis anak dan perawat perlu membangun diskusi sehat yang memicu orangtua untuk terlibat secara aktif selama pemeriksaan berlangsung. Bila perlu, orangtua akan diberi buku panduan atau kuisioner yang dapat membantu mengidentifikasi gangguan kesehatan pada bayi yang tidak diketahui atau tidak disebutkan sebelumnya.

Rujukan:

  • The American Academy of Pediatricians
Bagikan informasi ini: