Apa itu Pemeriksaan Anak Usia 30 Bulan?

Pemeriksaan anak usia 30 bulan adalah salah satu proses pemeriksaan rutin yang disarankan bagi semua anak. Konsultasi ini bertujuan untuk memastikan kesehatan anak dan memantau proses tumbuh kembangnya. Pemeriksaan rutin ini juga dapat membantu mengatasi gangguan kesehatan yang biasanya muncul pada usia 30 bulan dan mendeteksi tanda-tanda awal dari gangguan kesehatan, demi perlindungan anak.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Anak Usia 30 Bulan dan Hasil yang Diharapkan

Semua anak yang berusia 2,5 tahun harus dibawa menemui dokter anak untuk menjalani pemeriksaan ini. Pada usia ini, bayi sudah mulai belajar bicara dan berkomunikasi, bahkan siap belajar di PAUD. Bayi juga senang bermain, bermain dengan anak lain, mendengarkan cerita dan ikut beraktivitas bersama keluarganya. Ada beberapa faktor yang akan memengaruhi kesehatan bayi pada usia ini, termasuk pola makan dan gizi yang baik serta latihan buang air sendiri.

Fokus dari pemeriksaan ini adalah:

  • Pola makan dan gizi – Pada usia 30 bulan, bayi sebaiknya makan 3 kali sehari dan mengonsumsi makanan ringan yang sehat 2-3 kali. Namun, masih dianggap normal apabila mereka terkadang tidak makan.
  • Kebiasaan tidur – Anak yang berusia 2,5 tahun harus tidur 13 jam setiap harinya. Waktu tidur ini bisa terbagi menjadi tidur pada malam hari dan siang hari.
  • Kebiasaan di kamar mandi – Pada usia ini, kebanyakan anak akan mulai belajar buang air sendiri. Beberapa hal yang menunjukkan bahwa mereka sudah siap belajar adalah mereka dapat memakai dan melepas celana sendiri, menahan buang air lebih lama dan dapat memberitahu jika popok mereka basah atau kotor.
  • Target pertumbuhan – Ada beberapa target pertumbuhan yang disarankan bagi anak berusia 30 bulan. Walaupun setiap anak proses pertumbuhannya berbeda, namun target ini dapat membantu orangtua dan dokter anak mendeteksi aspek pertumbuhan anak yang perlu ditingkatkan. Pada usia ini, bayi seharusnya sudah bisa mengenali bagian tubuhnya, mencuci tangan, lompat di tempat, melempar bola, membedakan bentuk dan warna serta menggunakan kata ganti.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk:

  • Meninjau kesehatan dan pertumbuhan bayi
  • Memberi saran dan panduan bagi orangtua tentang cara memenuhi kebutuhan khusus anak pada usia 30 bulan

Cara Kerja Pemeriksaan Anak Usia 30 Bulan

Pemeriksaan anak usia 30 bulan akan dilakukan di klinik atau kantor dokter anak dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Untuk mengawali pemeriksaan, dokter akan mengukur berat badan, tinggi, dan indeks massa tubuh anak. Lalu, kondisi fisik dan kesehatan anak akan diperiksa. Tujuannya adalah untuk mendeteksi kelainan yang mungkin menandai gangguan kesehatan serta mengidentifikasi hambatan pertumbuhan.

Pemeriksaan fisik yang dilakukan meliputi:

  • Pemeriksaan mata
  • Mendengarkan detak jantung anak
  • Mendengarkan bunyi paru-paru/pola pernapasan
  • Mengevaluasi koordinasi dan pergerakan tubuh
  • Menilai kemampuan sosial dan interaksi anak
  • Menilai kemampuan bahasa anak


Salah satu bagian penting dari pemeriksaan adalah mengajukan pertanyaan ke orangtua serta memberikan saran untuk mengatasi kesulitan orangtua dalam merawat anak. Contohnya:

  • Bagaimana kebiasaan makan anak?
  • Bagaimana kebiasaan buang air anak? Apakah sudah diajarkan buang air sendiri?
  • Bagaimana kebiasaan tidur anak?
  • Apakah Anda menyadari hal baru yang dapat dilakukan anak?


Orangtua juga akan diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau keluhan mereka.

Sebelum mengakhiri pemeriksaan, dokter anak akan memastikan bahwa anak telah mendapatkan semua vaksin yang diperlukan. Bila anak memerlukan vaksin, dokter dapat melakukan imunisasi saat itu juga.

Pada usia 30 bulan, anak seharusnya sudah mendapatkan semua vaksin yang dibutuhkan dan hanya membutuhkan vaksin flu tahunan. Namun, setiap klinik dan dokter anak dapat melakukan imunisasi dengan jadwal yang berbeda.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Pemeriksaan Anak Usia 30 Bulan

Apabila anak mendapatkan imunisasi atau vaksin saat pemeriksaan, dokter anak akan menjelaskan tentang vaksin tersebut pada orangtua. Beberapa vaksin memiliki resiko kecil, namun sebaiknya tetap diberikan pada anak karena dapat melindungi kesehatan anak dalam jangka panjang.

Beberapa vaksin juga dapat menyebabkan efek samping bagi anak berusia 30 bulan. Efek samping ini tidak berbahaya dan merupakan reaksi alami tubuh terhadap zat yang disuntikkan. Contohnya adalah:

  • Area suntikan berubah warna menjadi merah dan bengkak – Ini biasanya terjadi dalam 24 jam dan akan hilang dengan sendirinya dalam 3 hari
  • Demam ringan – Untuk vaksin biasa, demam biasanya terjadi dalam 24 jam dan akan berhenti dalam 2 hari, walaupun tanpa pengobatan
  • Pembengkakan kelenjar
  • Ruam


Kebanyakan anak usia 2,5 tahun hanya membutuhkan vaksin flu, maka resiko dari vaksin tersebut harus dipertimbangkan. Walaupun terbukti efektif untuk mencegah flu, namun vaksin flu dapat menjadi berbahaya bagi beberapa anak. Misalnya, anak yang sistem imunnya tidak dapat melawan penyakit dengan baik akibat penyakit, pengidap asma parah, alergi telur dan sering sesak napas. Vaksin flu, terutama yang disemprotkan melalui hidung, juga dapat menyebabkan pilek pada anak usia 2,5 tahun. Namun, pilek biasanya akan sembuh dalam beberapa hari, walaupun tanpa pengobatan.

Rujukan:

  • The American Academy of Pediatricians
Bagikan informasi ini: