Apa itu Pemeriksaan Kesehatan Bayi Usia 6 Bulan?

Pemeriksaan kesehatan bayi usia 6 bulan adalah bagian dari rangkaian konsultasi yang dilakukan oleh dokter spesialis anak untuk menjaga kesehatan bayi dan memantau perkembangannya.

Saat bulan ke-6, bayi diharapkan sudah mampu untuk makan makanan yang lebih padat, karena gigi susu pertama akan mulai tumbuh dan ia cenderung lebih responsif terhadap orang-orang di sekitarnya. Bayi akan mengungkapkan emosinya dengan tertawa, memekik, terkikih atau bahkan merasa asing jika berada di dekat orang yang tidak dikenalnya. Wajar apabila bayi akan bereaksi ketika mendengar namanya dipanggil dan bila melihat pantulan dirinya di cermin, ia akan memeriksa dengan seksama. Bayi juga akan lebih memerhatikan benda di sekitarnya dan terkadang memasukkan benda-benda kecil ke dalam mulutnya.

Bayi berusia 6 bulan belum mampu untuk berdiri dengan tegak, namun meraka sudah dapat duduk dengan sempurna tanpa bantuan apapun dan mampu berguling ke berbagai arah. Jika sering mendengarkan komunikasi aktif, mereka akan mulai melafalkan rangkaian huruf vokal dan menanggapi suara yang didengarnya. Mereka juga cenderung memiliki kontak mata dan interaksi yang lebih baik dalam berkomunikasi dengan anak atau bayi lainnya.

Di samping perkembangan luar biasa ini, bayi akan mudah terserang gangguan kesehatan, di antaranya gangguan fisiologis, psikologis, dan keterlambatan perkembangan sosial. Gangguan kesehatan merupakan salah satu masalah yang menjadi fokus dalam pemeriksaan kesehatan bayi. Pemeriksaan kesehatan bayi yang pertama biasanya dimulai saat minggu pertama kelahiran dan berjalan rutin hingga bayi berusia tiga tahun.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Kesehatan Bayi Usia 6 Bulan dan Hasil yang Diharapkan

Tidak ada aturan khusus mengenai jadwal kunjungan pemeriksaan pada dokter spesialis anak, terutama jika bayi belum genap berusia satu tahun. Namun, dokter biasanya akan menganjurkan pemeriksaan di usia tertentu, dimulai dari usia 3-7 hari.

Pemeriksaan bersifat penting apabila terdapat penyimpangan dalam tumbuh kembang bayi, begitu juga dengan tingkah laku mereka, seperti:

  • Bayi tidak bisa melafalkan rangkaian vokal
  • Bayi tidak mampu melakukan kontak mata atau kurang responsif dan interaktif dibandingkan bayi seusianya
  • Kurangnya kemampuan berguling dan merangkak
  • Otot bayi lebih lunak atau lebih kaku bila dibanding bayi lain


Pemeriksaan bayi juga akan menjadi penting apabila terdeteksi penyakit pada tubuh bayi, atau lahir dengan cacat bawaan. Walaupun kemunculan tanda dan gejala penyakit tidak selalu membutuhkan pemeriksaan langsung, namun konsultasi pada dokter sangat disarankan bila gejala tak kunjung hilang dalam beberapa hari atau setelah bayi diberi pengobatan.

Konsultasi ini merupakan saat yang tepat untuk memberikan vaksinasi pada bayi. Pusat Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan bahwa bayi berusia 6 bulan harus sudah mendapatkan vaksin: RV (rotavirus), DTap (difteri), Hib (hepatitis B), PCV (pneumococcal), dan IPV (menonaktifkan virus polio). Usia 6 bulan merupakan usia terbaik untuk menerima vaksin flu, yang biasanya diberikan dalam dua kali dengan jarak empat minggu sekali.

Cara Kerja Pemeriksaan Kesehatan Bayi Usia 6 Bulan

Pemeriksaan bayi usia 6 bulan dilaksanakan berdasarkan pedoman yang dikeluarkan oleh Akademi Dokter Spesialis Anak Amerika (AAP) untuk memantau perkembangan sosial, psikologis, dan kognitif anak secara efektif.

Saat pemeriksaan, orangtua diminta mengisi formulir yang berisi informasi penting mengenai kebiasaan makan dan tidur bayi, siklus buang air besar, pertumbuhan gigi, dan kemampuan motorik.

Setelah itu, berat badan bayi akan ditimbang, suhu tubuh dan tinggi badan akan diukur. Saat pengukuran berlangsung, dokter akan bertanya pada orangtua apakah ada kemunculan atau tanda dan gejala gangguan kesehatan, seperti [demam] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/demam/).

Lalu, dokter akan:

  • Melaksanakan pemeriksaan fisik untuk memeriksa kinerja organ tubuh yang meliputi hati, tungkai dan lengan, mata, hidung, dan telinga
  • Mengatur vaksinasi dan memperbarui imunisasi
  • Melakukan pemeriksaan tambahan bila diperlukan, seperti analisis tinja atau kemih
  • Bertanya pada orangtua mengenai pertumbuhan gigi, pola menyusui, atau kemampuan motorik bayi


Dokter akan memberikan beberapa saran untuk menjaga keamanan dan kesehatan bayi secara umum. Ia juga akan merujuk bayi dan orangtua ke dokter spesialis lain apabila terdapat indikasi penyakit tertentu.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pemeriksaan Bayi Usia 6 Bulan

Pemeriksaan bayi usia 6 bulan adalah prosedur rutin yang 100% aman untuk bayi. Namun, jika bayi mendapat pengobatan atau vaksinasi, maka orangtua tidak perlu khawatir apabila terjadi demam rendah atau pembengkakan pada bagian tubuh bayi yang terkena suntikan. Efek samping ini tidak memerlukan pengobatan apapun dan akan hilang dalam 24-48 jam.

Rujukan:

  • The American Academy of Pediatrics
Bagikan informasi ini: