Apa itu Pemeriksaan Fisik pada Bayi 9 Bulan?

Pemeriksaan fisik pada bayi 9 bulan merupakan janji temu antara dokter anak dengan orang tua dengan tujuan untuk memeriksa kondisi kesehatan bayi secara keseluruhan dan mendeteksi, mendiagnosis, atau memantau penyakit apabila bayi menderita penyakit tertentu.

Sembilan bulan merupakan usia pertumbuhan serta perkembangan bayi yang mungkin membuat orang tua senang dan sangat tertarik untuk memperhatikannya. Apalagi, pada saat bayi berusia 9 bulan adalah saat pemeriksaan kesehatan terakhir dilakukan sebelum anak genap berusia satu tahun. Pada usia 9 bulan, bayi mampu duduk tanpa bantuan dan berdiri tanpa dituntun. Bayi Anda juga dapat merangkak, berdiri, lebih senang bermain, dan lebih senang menjelajah. Ia juga mungkin mulai bermain dengan mainan, mengambil barang yang ditemukan, dan mencari barang-barang yang mungkin sering Anda sembunyikan.

Bayi berusia 9 bulan juga sudah dapat melakukan interaksi sosial dengan temannya serta menunjukkan suasana hatinya. Misalnya, bayi Anda mungkin menunjukkan rasa takut dan cemas ketika bertemu orang asing atau merasa senang ketika berkumpul bersama orang-orang yang dikenalnya.

Perkembangan anak dapat bervariasi namun dokter anak dan ahli kesehatan lainnya yang menangani anak-anak memiliki panduan atau standar tertentu yang digunakan untuk memantau pertumbuhan dan kesehatan anak.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Fisik pada Bayi 9 Bulan dan Hasil yang Diharapkan

Seperti namanya, pemeriksaan fisik ini dilakukan untuk bayi berusia 9 bulan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk:

  • Memastikan agar bayi tetap sehat.
  • Memberikan vaksinasi – Pada usia 9 bulan, bayi Anda disarankan telah menerima dosis ketiga vaksin hepatitis B dan virus polio tidak aktif. Bayi Anda juga mungkin akan diberikan suntikan pencegah flu pertama, yang setelah itu akan diberikan sekali dalam setahun. Dokter anak juga akan memeriksa catatan kesehatan bayi Anda dan dapat memberikan vaksin yang belum diberikan sebelumnya.
  • Mengamati dan menilai perkembangan sosial, mental, dan psikologis anak – Sebagai contohnya, autisme biasanya didiagnosis saat anak berusia 3 tahun lebih, namun tanda-tanda awalnya dapat muncul saat bayi masih berusia 6 bulan.
  • Memberikan saran atau nasihat mengenai perawatan anak yang semestinya dan sesuai kebutuhan anak.
  • Membangun hubungan yang baik dengan anak serta dengan orang tua anak – Hal ini merupakan hal yang perlu dilakukan karena dokter anak merupakan penyedia layanan kesehatan primer bagi anak-anak yang berusia 0-18 tahun.

Cara Kerja Pemeriksaan Fisik pada Bayi 9 Bulan

Sebelum melakukan konsultasi, perawat akan melakukan pemeriksaan fisik awal dan menghitung berat, tinggi badan, dan lingkar kepala. Informasi ini akan digunakan untuk membuat grafik pertumbuhan anak. Kemudian, dokter anak akan:

  • Melakukan pemeriksaan tambahan untuk memeriksa organ vital anak seperti jantung, mata, telinga, hidung, dan mulut
  • Mengamati gerakan bayi untuk memeriksa masalah yang berhubungan dengan perkembangan motorik, kognitif, dan komunikasi bayi
  • Meminta tes tertentu seperti pemeriksaan darah untuk memeriksa penyakit atau tanda serta gejala dari suatu kondisi
  • Menghitung suhu tubuh bayi
  • Memberikan imunisasi dan memperbarui buku catatan vaksinasi


Dokter anak akan memberikan beberapa pertanyaan kepada orang tua, seperti jenis makanan yang diberikan, bagaimana buang air besarnya, dan kegiatan anak di rumah. Dokter juga akan memberikan beberapa nasihat atau saran mengenai pemenuhan kebutuhan bayi yang baru berusia 9 bulan.

Konsultasi ini biasanya berlangsung sekitar 90 menit.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pemeriksaan Fisik pada Bayi 9 Bulan

Pada usia 9 bulan, bayi mungkin belum mau berinteraksi dengan orang-orang yang baru pertama kali ditemui. Selain itu, bayi mungkin rewel atau mengamuk selama pemeriksaan berlangsung. Jika terjadi, hal ini dapat menyebabkan pemeriksaan dan janji temu dengan dokter semakin panjang.

Rujukan:

  • The American Academy of Pediatrics
Bagikan informasi ini: