Apa itu Pemeriksaan Kesehatan Bersertifikat untuk Atlet?

Beberapa tahun belakangan ini, jumlah peminat olahraga semakin meningkat. Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), di Amerika Serikat saja setidaknya ada 30 juta pria dan wanita yang aktif berolahraga.

Olahraga memiliki banyak manfaat, terutama bagi atlet. Olahraga dapat mengajarkan disiplin, dedikasi, kerja keras, dan kerjasama tim. Namun, berolahraga juga memiliki banyak resiko, tergantung pada jenis olahraga yang dilakukan. Olahraga kontak fisik seperti tinju atau sepak bola beresiko menyebabkan cedera kepala. Sedangkan tenis atau squash dapat menyebabkan kelainan muskuloskeletal akibat bagian tubuh yang terlalu sering digunakan.

Karena olahraga memiliki banyak resiko, banyak asosiasi olahraga yang memberikan aturan dan panduan ketat bagi semua pemainnya. Salah satu hal yang diwajibkan adalah mendapatkan sertifikat kesehatan dari dokter spesialis kedokteran olahraga yang bersertifikat. Contohnya adalah dokter bedah ortopedi, terapis okupasi dan fisik, spesialis kardiovaskular, dan lain-lain.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Kesehatan Bersertifikat untuk Atlet dan Hasil yang Diharapkan

Pemeriksaan kesehatan bersertifikat untuk atlet akan disarankan apabila:

  • Merupakan suatu kewajiban. Selain diatur oleh hukum negara dan federal, banyak organisasi olahraga yang meminta pemeriksaan kesehatan bersertifikat untuk memastikan keamanan dan kesehatan atlet sebelum mereka diperbolehkan ikut kompetisi.

  • Atlet telah bertambah usia. Proses penuaan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan yang memengaruhi kemampuan bermain serta keamanan atlet.

  • Atlet pernah mengalami cedera. Efek dari cedera akibat olahraga dapat hilang dalam waktu singkat atau lama. Dengan mengikuti pemeriksaan, dokter dapat memeriksa komplikasi secara rutin, mengendalikan atau mengobati komplikasi, serta membantu atlet supaya dapat tetap beraktivitas.

  • Atlet ingin kembali berolahraga. Atlet yang pernah cedera akan membutuhkan bukti bahwa tubuhnya telah bugar dan sehat untuk diperbolehkan berolahraga.

  • Ada pelatihan. Pelatih kebugaran dan olahraga biasanya mewajibkan atletnya untuk memiliki sertifikat kesehatan sebelum mengikuti pelatihan.

Cara Kerja Pemeriksaan Kesehatan Bersertifikat untuk Atlet

Pemeriksaan kesehatan bersertifikat untuk atlet dapat dilakukan oleh:

  • Dokter tim atlet
  • Dokter atau terapis di rumah sakit atau klinik
  • Dokter pribadi atlet
  • Dokter yang ditunjuk oleh organisasi, tim, atau negara


Untuk mendapatkan sertifikat kesehatan, atlet perlu menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk:

  • Skrining kardiovaskular seperti elektrokardiografi dan tes treadmill
  • Tes darah
  • Urinalisis dan uji tinja
  • Pemeriksaan saraf
  • Pemeriksaan kemampuan kognitif dan motorik
  • Pemeriksaan gigi
  • Tes penglihatan dan pendengaran
  • Uji fungsi paru
  • Uji pencitraan


Semua pemeriksaan tersebut dapat diselesaikan dalam satu hari atau beberapa hari.

Ada beberapa faktor yang menentukan jenis tes yang dibutuhkan oleh atlet, yaitu kondisi kesehatan keseluruhan, jenis olahraga, usia, diagnosis penyakit, aturan permainan, hukum olahraga federal dan negara serta peraturan organisasi olahraga. Tergantung pada jenis dan jumlah tes medis yang harus dijalani, seorang atlet mungkin perlu menemui lebih dari satu dokter (misalnya dokter bedah ortopedi dan dokter gigi).

Sertifikat kesehatan dapat disesuaikan dengan format dari organisasi olahraga, klinik dokter, atau rumah sakit. Pada sertifikat harus ada tanda tangan dokter yang melakukan pemeriksaan, tanggal sertifikat dikeluarkan, serta ringkasan hasil pemeriksaan. Sertifikat juga bisa lebih sederhana, hanya mencatumkan apakah atlet sudah boleh berolahraga kembali serta alasan dari keputusan tersebut.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pemeriksaan Kesehatan Bersertifikat untuk Atlet

Resiko terbesar dari pemeriksaan ini adalah hasil yang buruk, sehingga atlet dapat dinyatakan tidak layak untuk mengikuti latihan atau olahraga.

Rujukan:

  • American College of Sports Medicine. Selecting and Effectively Using a Personal Trainer. 2011. www.acsm.org/docs/default-source/brochures/using-a-personal-trainer.pdf?sfvrsn=4. Accessed September 21, 2015.
Bagikan informasi ini: