Apa itu Pemeriksaan Kesehatan Bersertifikat untuk Pekerja Luar Negeri?

Pemeriksaan kesehatan bersertifikat untuk pekerja luar negeri diperlukan bagi orang-orang yang ingin bekerja di luar negeri. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan kelayakan kondisi tubuh dan calon pekerja tidak mengidap penyakit menular. Pemeriksaan dapat dilakukan sebelum pergi atau setelah berada di negara tujuan. Hasil pemeriksaan akan menentukan apakah calon pekerja layak mendapat surat izin kerja (work permit) atau tidak. Jika calon pekerja gagal dalam menyelesaikan pemeriksaan, ia disarankan untuk mengikuti pemeriksaan tambahan atau dipulangkan.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Kesehatan Bersertifikat untuk Pekerja Luar Negeri dan Hasil yang Diharapkan

Pemeriksaan kesehatan bersertifikat adalah langkah yang perlu diambil dalam mencari surat izin kerja di luar negeri. Hal ini merupakan syarat umum di seluruh negara dan dilaksanakan demi keuntungan pekerja maupun negara tujuannya.

Setelah mengikuti pemeriksaan, calon pekerja akan menerima surat keterangan kesehatan yang diikuti dengan surat izin kerja. Surat keterangan kesehatan yang ditolak akan membuat calon pekerja tidak mendapat surat izin kerja, atau rujukan dan rekomendasi untuk gangguan kesehatan yang terdeteksi oleh pemeriksaan. Contohnya, jika seseorang memiliki masalah gigi, ia akan dianjurkan untuk mengikuti perawatan gigi sebelum mendapat surat izin kerja di luar negeri. Calon pekerja luar negeri kerap diharuskan menjalani beberapa prosedur, seperti biopsi, spinal tap (pengambilan cairan dari otak dan sumsum tulang belakang), imunisasi booster, bahkan operasi kecil untuk memenuhi syarat yang diberlakukan oleh negara tujuan.

Umumnya, calon pekerja ditolak karena mengidap penyakit menular dan penyakit kronis tidak menular, seperti:

  • HIV/AIDS
  • Hepatitis B
  • Hepatitis C reaktif
  • Malaria
  • Leprosi (kusta atau lepra)
  • Tuberkulosis
  • Granuloma
  • Efusi pleura
  • Tuberkulosis paru, baik kondisi aktif, yang telah lalu, atau telah sembuh
  • Penyakit kulit
  • Gagal jantung atau ginjal kronis
  • Diabetes
  • Arthritis
  • Kanker, terutama yang menyerang usus dan kanker payudara
  • Epilepsi, atau riwayat kejang-kejang
  • Hipertensi
  • Obesitas
  • Gangguan neurologis dan psikiatri


Faktor lain yang menyebabkan calon pekerja tidak mendapat surat keterangan kesehatan adalah cacat fisik, seperti kebutaan dan tuli.

Cara Kerja Pemeriksaan Kesehatan Bersertifikat untuk Pekerja Luar Negeri dan Hasil yang Diharapkan

Di beberapa negara, pemeriksaan kesehatan bersertifikat untuk pekerja luar negeri perlu dilaksanakan oleh dokter yang tersertifikasi atau terakreditasi oleh pemerintah. Ada beberapa negara memperbolehkan tes pra-kerja ini untuk dilakukan di negara calon pekerja, namun dokter yang melakukan pemeriksaan harus mengikuti aturan ketat sesuai standar negara tujuan.

Metode pemeriksaan dilaksanakan berdasarkan jenis pekerjaan. Contohnya, standar kesehatan untuk pelaut berbeda dengan pekerja darat. Negara tujuan cenderung memiliki peraturan lebih ketat untuk calon pekerja yang ingin bekerja dan menetap lebih lama.

Komponen yang diperlukan dalam pemeriksaan kesehatan dan hasil yang diharapkan akan beragam di setiap negara, karena beberapa negara memiliki persyaratan khusus. Umumnya, pemeriksaan kesehatan untuk pekerja luar negeri meliputi:

  • Pemeriksaan riwayat kesehatan
  • Pemeriksaan fisik
  1. Pengukuran tinggi dan berat badan
  2. Menghitung berat badan ideal (BMI)
  3. Pemeriksaan mata
  4. Pemeriksaan kemampuan mendengar
  5. Pemeriksaan gigi
  6. Pemeriksaan hidung dan sinus
  7. Pemeriksaan tekanan darah
  8. Pemeriksaan kinerja ginjal, seperti tes rasio BUN (blood urea nitrogen)-kreatinin
  9. Pemeriksaan fungsi hati, seperti jumlah protein dan bilirubin total, bilirubin langsung dan tidak langsung, fosfatase alkalon, kadar albumin dan globulin
  10. Pemeriksaan fungsi paru or spirometri
  11. Tes fungsi pankreas
  12. Pengukuran kadar lemak
  13. Pemeriksaan kekuatan fisik dengan latihan treadmill
  14. USG dan rontgent
  15. ECG
  16. USG abdomen
  17. Pemeriksaan air seni dan tinja
  18. Tes darah
  19. Tes Kehamilan untuk wanita
  • Psikotes
  • Pemeriksaan obat-obatan terlarang dan alkohol
  • Mendeteksi penyakit menular


Selain pemeriksaan kesehatan pra-kerja, negara tujuan mengharuskan calon pekerja untuk mengikuti pemeriksaan fisik rutin. Intensitas dan jadwal tiap pemeriksaan biasanya berbeda di setiap negara, namun umumnya satu kali dalam enam bulan. Calon pekerja perlu mengikuti pemeriksaan fisik setiap kali memperpanjang surat izin kerja. Hasil pemeriksaan akan keluar dalam satu atau dua minggu.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Kerja Pemeriksaan Kesehatan Bersertifikat untuk Pekerja Luar Negeri

Jika calon pekerja gagal menjalani pemeriksaan kesehatan, maka pekerjaan yang ditawarkan akan dibatalkan atau ia akan di deportasi. Maka dari itu, pekerja atau calon pekerja luar negeri harus mempersiapkan diri untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan. Mereka disarankan istirahat yang cukup di malam sebelum mengikuti tes dan menghindari merokok atau konsumsi alkohol serta minuman yang mengandung kafein, yang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan. Mereka juga akan diberi pedoman puasa sebelum pemeriksaan yang mengatur jenis-jenis makanan yang harus dihindari sebelum melakukan pemeriksaan. Aktivitas berat dan olahraga berlebihan juga harus dihindari. Hal-hal tersebut dapat mengganggu uji fungsi hati, ginjal, dan gula darah, sehingga hasilnya menjadi tidak akurat.

Calon pekerja juga dianjurkan untuk membawa kacamata, lensa kontak, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Apabila calon pekerja sedang dalam masa pengobatan, maka ia diperbolehkan mengkonsumsi obat-obatan sesuai resep dokter.

Salah satu hal yang harus dipertimbangkan adalah biaya dari prosedur pemeriksaan. Jika calon pekerja gagal dalam pemeriksaan dan ingin mencoba lagi, maka ia harus membayar dengan biaya yang sama pada pemeriksaan berikutnya.

Rujukan:

  • Simel DL. Approach to the patient: history and physical examination. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Goldman's Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:bab 6.
Bagikan informasi ini: