Apa itu Pemeriksaan Kesehatan Imigrasi?

Pemeriksaan kesehatan imigrasi adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh siapa pun yang ingin berimigrasi ke negara lain. Kebanyakan negara hanya menerima pemeriksaan yang dilakukan di ruang kerja atau klinik dokter yang telah diberi wewenang, dan hanya dapat dilakukan oleh dokter yang terakreditasi. Masing-masing negara juga memiliki standar hasil pemeriksaan kesehatan dan imunisasi yang diperlukan, yang harus dipenuhi oleh imigran. Apabila gagal dalam memenuhi standar tersebut ataupun gagal dalam pemeriksaan kesehatan, pengajuan untuk imigrasi akan berisiko ditolak.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Kesehatan Imigrasi & Hasil yang Diharapkan

Pemeriksaan kesehatan imigrasi adalah tahap yang dibutuhkan untuk siapa saja yang ingin berimigrasi atau tinggal di negara lain. Hal ini bukanlah pemeriksaan secara keseluruhan dan hanya pemeriksaan dasar untuk kondisi kesehatan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh negara tujuan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan orang tersebut menderita penyakit tertentu, dokter yang berwenang tidak perlu memeriksa lebih lanjut, memberikan diagnosa, atau menyarankan pilihan perawatan. Tanggung jawab dokter tersebut hanyalah melaporkan hasil pemeriksaan. Oleh karena itu, hasil dari pemeriksaan kesehatan untuk imigrasi tidak boleh digunakan untuk mendiagnosa, melakukan perawatan penyakit, atau tujuan lain selain untuk pengajuan imigrasi.

Selain itu, hasil pemeriksaan hanya dapat berlaku untuk satu tahun setelah tanggal pemeriksaan. Apabila masa berlakunya telah habis sebelum imigrasi ke negara tujuan berhasil dilaksanakan, maka pemeriksaan kesehatan harus dilakukan kembali.

Cara Kerja Pemeriksaan Kesehatan Imigrasi

Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan oleh dokter dan di klinik atau rumah sakit yang telah ditentukan. Biasanya, negara tujuan memberikan daftar dokter yang memiliki wewenang untuk melakukan rangkaian pemeriksaan sesuai standar yang dibuat oleh negara tersebut. Para dokter tersebut akan meminta biaya untuk pemeriksaan, yang berbeda dari biaya pengajuan imigrasi. Sudah menjadi tanggung jawab pemohon imigrasi untuk membuat janji dengan dokter yang ditetapkan, paling sedikit tujuh hari sebelum jadwal penunjukkan imigrasi. Hal itu dilakukan agar tersedia cukup waktu untuk menyiapkan hasil pemeriksaan, yang memerlukan waktu 4-5 hari.

Ruang lingkup pemeriksaan kesehatan berbeda-beda tergantung usia pasien. Pemeriksaan untuk anak-anak atau yang masih di bawah umur, melibatkan:

  • Pemeriksaan fisik secara umum
  • Imunisasi
    Untuk orang dewasa, pemeriksaannya melibatkan:

  • Pemeriksaan fisik secara umum

  • Riwayat kesehatan
  • Rontgen dada
  • Pemeriksaan darah
    Pemeriksaan fisik secara umum yaitu pemeriksaan kesehatan:

  • Mata

  • Telinga
  • Hidung
  • Tenggorokan
  • Jantung
  • Paru
  • Perut
  • Kelenjar getah bening
  • Kulit
  • Ekstremitas (tangan dan kaki)
  • Organ kelamin bagian luar
    Kondisi tertentu yang harus dilaporkan, yaitu:

  • Kehamilan

  • Penyakit yang diderita, seperti diabetes, darah tinggi, sakit jantung, dan lain-lain
  • Obat-obatan yang sedang dikonsumsi

Kemungkinan Komplikasi & Resiko Pemeriksaan Kesehatan Imigrasi

Karena ini hanya pemeriksaan kesehatan dan tidak melibatkan tindakan lebih jauh, maka pemeriksaan ini tidak berisiko untuk pasien.

Bagaimana pun, ada satu kemungkinan komplikasi yang melibatkan wanita hamil saat pemeriksaan. Umumnya, wanita hamil disarankan untuk menghindari jenis rontgen apa pun karena adanya kemungkinan risiko bagi bayi yang dikandungnya. Akan tetapi, pemindaian dengan rontgen adalah syarat penting dalam pemeriksaan kesehatan imigrasi dan sangat diharuskan oleh beberapa negara. Dalam kasus seperti itu, wanita hamil tetap harus menjalani pemeriksaan, dengan syarat, dokter dan klinik/laboratorium memberikan perlindungan khusus untuk daerah perut dan panggul, untuk memastikan keselamatan bayi yang dikandung. Untuk beberapa negara, wanita hamil dapat dibebaskan dari pemeriksaan rontgen dada, asalkan menyertakan sertifikat kehamilan yang ditandatangani oleh dokter kandungan pribadinya.

Mengenai hasil pemeriksaan, masalah kesehatan tertentu kemungkinan dapat mempersulit pengajuan imigrasi. Biasanya, negara-negara menetapkan standar atau persyaratan tambahan dalam mengatur penyakit seperti:

  • Masalah kesehatan mental – Pemohon imigrasi yang menunjukkan keterbelakangan mental atau disabilitas, harus menyerahkan laporan terpisah yang menguraikan sifat pasti dari gangguan mental tersebut dan kebutuhan khusus dalam hal perawatan, pengawasan, dan pendidikan. Sertifikat yang menguraikan diagnosa, berapa lama perawatan yang dijalankan, dan prognosis, harus disertakan dalam laporan apabila pemohon telah mendapat perawatan untuk masalah mental tersebut. Selain itu, bila pemohon memiliki riwayat pernah menyakiti diri sendiri dan berperilaku kasar terhadap orang lain, hal tersebut harus cukup terkait dengan masalah kesehatan mental yang dialaminya, untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyebab lain seperti kecanduan alkohol atau obat terlarang.

  • Sifilis – Pemohon imigrasi yang menderita sifilis harus menyertai sertifikat dengan tanda tangan dokter, yang membuktikan bahwa ia telah diberi pengobatan untuk penyakit tersebut. Bila ia tidak menjalani pengobatan, ia harus memberikan penjelasan tertulis tentang hal itu; surat penjelasan harus tetap ditandatangani oleh dokter.

  • Tuberkulosis atau TBC – Surat yang menjelaskan diagnosa, tindakan pengobatan, dan hasil pengobatan, harus disertakan apabila seseorang pernah mengidap TBC dan telah menerima pengobatan. Sertifikat pengobatan juga harus meliputi jenis obat-obatan yang diresepkan dan tanggal obat tersebut dikonsumsi.

  • Masalah kesehatan kronis – Pemohon yang menderita masalah kesehatan kronis dan sedang mengkonsumsi obat-obatan harus memberikan sertifikat dokter yang menguraikan penyakit tersebut, pengobatan yang saat ini dijalankan, daftar obat yang dikonsumsi, dan prognosis.

    Rujukan:

  • University of Kentucky College of Public Health: USCIS Immigration Medical Examinations

  • US National Library of Medicine: National Institutes of Health - Tuberculosis, Migration, and Medical Examination:
Bagikan informasi ini: