Apa itu Pemeriksaan Kesehatan Gizi Anak?

Sebuah pemeriksaan kesehatan gizi anak mengacu pada kunjungan rutin ke dokter anak atau spesialis gizi anak untuk memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang tepat. Pemeriksaan ini direkomendasikan untuk semua anak-anak tanpa memandang usia, dan mirip dengan pemeriksaan pediatrik biasa tetapi fokus pada kebiasaan makan anak dan gizi. Jadwalkan janji temu untuk konsultasi ini setidaknya sekali setahun untuk memastikan bahwa anak menerima nutrisi lengkap pada usianya. Hal ini juga membantu dokter untuk mengidentifikasi dan menangani, jika anak memang kekurangan gizi sehingga tidak perlu menempatkan anak dalam risiko yang lebih besar.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Gizi Anak dan Hasil yang Diharapkan

Pemeriksaan kesehatan gizi anak dianjurkan untuk semua anak, dari bayi hingga remaja. Sejak kebutuhan gizi anak berubah setiap tahun karena bertambahnya usia, oleh karena itu anak perlu menjalani pemeriksaan gizi setahun sekali. Kunjungan ini dapat dijadwalkan dengan penyedia layanan kesehatan primer anak atau dokter anak.

Tujuan dari pemeriksaan gizi anak adalah sebagai berikut: * Untuk memeriksa apakah kebutuhan gizi anak terpenuhi * Untuk memeriksa apakah kesehatan fisik anak dalam keadaan yang baik * Untuk memeriksa tanda-tanda peringatan dini dari masalah kesehatan sehingga dapat diatasi dengan segera * Untuk membantu orang tua membuat rencana diet sehat untuk anak-anak mereka.


Meskipun anak tidak memiliki jadwal konsultasi dalam waktu dekat, jika orang tua merasa ada masalah dengan kebiasaan makan anak mereka dan mencurigai adanya kekurangan gizi dan berhubungan dengan berat badan. Dokter anak atau spesialis gizi anak akan memeriksa tanda-tanda masalah yang berhubungan dengan berat badan dengan hati-hati, seperti:

  • Malnutrisi - Seorang anak kurang gizi jika ia tidak mendapatkan nutrisi yang tepat dan cukup. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya makanan atau tidak mengonsumsi makanan sehat atau bergizi dengan cukup atau makan terlalu banyak makanan yang tidak sehat.
  • Obesitas - Seorang anak kelebihan berat badan atau obesita, jika ia memiliki berat lebih dibandingkan berat idealnya. Hal ini berbeda dari yang bertulang besar, tapi anak menjadi lebih gemuk dari anak ukuran normal.


Orang tua perlu mencari lauanan pemeriksaan kesehatan gizi anak ketika mereka melihat gejala berikut:

  • Berat badan sangat rendah
  • Turunnya berat badan secara drastis
  • Kegagalan anak untuk tumbuh pada tingkat yang diharapkan (baik soal tinggi maupun berat badan). Perhitungan ini didasarkan pada usia anak
  • Perubahan perilaku, menjadi lamban atau mudah marah
  • Berubahnya warna kulit
  • Indeks massa tubuh yang abnormal atau tidak proporsional
  • Infeksi berulang


Ada juga beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seorang anak mengembangkan penyakit terkait berat badan. Misalnya, faktor yang meningkatkan risiko anak mengidap obesitasi, di antaranya:

  • Genetika
  • Terbatasnya kegiatan sosial
  • Penyakit yang ada
  • Obat-obatan anak
  • Tekanan emosional


Di sisi lain, kekurangan gizi ini terkait dengan faktor-faktor risiko berikut:

  • Kemiskinan, sehingga anak kekurangan makanan
  • Budaya/lokasi
  • Diet tinggi kalori
  • Kondisi yang memengaruhi gigi, mulut, atau kemampuan seorang anak untuk menelan
  • Anak pilih-pilih makanan
  • Penyakit yang telah menyerang anak
  • Gangguan makan
  • Penyakit pencernaan atau sindrom malabsorpsi


Anak-anak yang memiliki faktor risiko di atas harus menjalani pemeriksaan kesehatan gizi anak lebih sering dan mungkin perlu perawatan medis terus menerus dan pengawasan selama diperlukan.

Cara Kerja Pemeriksaan Gizi Anak

Umumnya dokter anak memulai pemeriksaan gizi dengan melakukan uji fisik, yang meliputi:

  • Memeriksa indeks berat dan tinggi badan, serta massa tubuh anak
  • Menguji tekanan darah, yang dapat mulai pada usia 3
  • Pemeriksaan penglihatan
  • Pemeriksaan mata
  • Pemeriksaan gigi
  • Mendengarkan detak jantung dan paru-paru


Pemeriksaan fisik akan membantu dokter mendeteksi masalah fisik atau, pertumbuhan lebih rendah daripada yang diharapkan.

Setelah uji fisik selesai, dokter akan bertanya kepada orang tua tentang kebiasaan makan anak untuk menilai apakah anak tersebut menerima jumlah nutrisi yang cukup dan seimbang. Kebutuhan gizi anak-anak cenderung berubah saat mereka tumbuh dewasa, sehingga mereka membutuhkan pemeriksaan tahunan.

Misalnya, pada usia 3, menu makanan sebagian besar harus terdiri dari makanan padat. Sementara pada usia 4 dan 5, anak harus memiliki menu makanan seimbang yang terdiri dari tiga kali makan per hari serta dua camilan bergizi. Jika anak aktif, maka kebutuhan nutrisinya akan lebih besar.

Jika orang tua yang menghadapi beberapa masalah, seperti ketika anak menjadi pemilih makanan, dokter anak dapat memberikan beberapa saran tentang cara untuk mendorongnya agar makan lebih banyak dan apa yang terbaik untuk memberi mereka makan untuk memastikan mereka menerima gizi yang dibutuhkan.

Biasanya, spesialis gizi anak menyarankan orang tua untuk memberi makan anak mereka dengan jumlah yang seimbang antara dari buah-buahan dan sayuran, sumber protein yang sehat serta makanan kaya serat. Selain itu, makanannya lebih baik dikukus, dipanggang, dan direbus dibandingkan digoreng. Orang tua juga diberitahu makanan yang harus dibatasi, seperti makanan cepat saji, junk food, soda dan minuman manis. Jika ada tanda-tanda kekurangan gizi, spesialis gizi mungkin meresepkan beberapa suplemen gizi, seperti vitamin dan mineral.

Jika dokter anak mendeteksi sesuatu yang tidak biasa, ia akan meminta anak menjalani beberapa pengujian tambahan, tetapi ini biasanya dilakukan pada hari yang berbeda oleh praktisi yang berbeda.

Jika seorang anak didiagnosis, kekurangan gizi atau obesitas, dokter akan merekomendasikan rencana pengobatan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pemeriksaan Gizi Anak

Pemeriksaan kesehatan gizi anak adalah pemeriksaan gizi rutin yang hanya melibatkan pemeriksaan fisik dan konsultasi. Dengan demikian, pemeriksaan ini 100% aman dan tidak menimbulkan risiko bagi anak. Hal ini juga membantu orang tua melindungi anak dari risiko kesehatan dan kemungkinan komplikasi karena kekurangan gizi atau penyakit yang berhubungan dengan berat badan, terutama kekurangan gizi dan obesitas.

Malnutrisi menempatkan anak pada risiko berikut:

  • Berkurangnya massa tubuh
  • Menurunnya stamina dan energi
  • Sulitan bernapas
  • Infeksi dada
  • Gagal napas
  • Terganggunya respon imun
  • Penyembuhan luka tertunda
  • Kerentanan terhadap semua jenis penyakit


Di sisi lain, obesitas menimbulkan kerentanan terhadap penyakit kronis serius pada anak, sehingga dapat mem engaruhi hidupnya. Ini termasuk:

  • Penyakit jantung koroner
  • Tekanan darah tinggi
  • Stroke
  • Diabetes tipe 2
  • Sindrom metabolik
  • Osteoarthritis
  • Kanker
  • Sindrom hipoventilasi obesitas. Sasalah pernapasan di mana pasien memiliki terlalu sedikit oksigen, namun terlalu banyak karbon dioksida dalam darah
  • Apnea tidur


Gizi sangat penting bagi setiap anak, karena dapat memengaruhi kondisi kesehatannya di kemudian hari sebagai orang dewasa. Pemeriksaan kesehatan gizi anak dapat membantu memastikan bahwa anak menerima gizi seimbang dan tetap sehat.

Rujukan:

  • Hagan JF, Duncan PM. Maximizing children's health. In: Kliegman RM, Behrman RE, Jenson HB, Stanton BF, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 5.
Bagikan informasi ini: