Apa itu Pemeriksaan Kesehatan (Medical Check Up) ?

Melakukan pemeriksaan kesehatan sangat disarankan untuk mencegah perkembangan beberapa penyakit. Bahkan dalam beberapa kasus, pemeriksaan kesehatan berguna untuk mencegah beberapa penyakit semakin memburuk dan memberikan kesempatan bagi dokter untuk mendiagnosa penyakit lebih awal. Beberapa penyakit, seperti kanker dan penyakit yang menular melalui hubungan seksual, akan lebih mudah ditangani jika sudah diperiksa lebih cepat dan juga perawatan diberikan lebih cepat.

Siapa saja yang harus menjalani Medical Check Up dan apa saja yang harus diperiksakan?

Terlepas dari kemungkinan pasien memiliki risiko lebih rendah atau lebih tinggi untuk menderita suatu penyakit tertentu, pemeriksaan kesehatan tetap sangat disarankan. Beberapa tes yang sering dilakukan adalah:

  • Tes Kolesterol : Tes kolesterol sangat disarankan bagi orang yang merokok, minum minuman beralkohol, dan obesitas (memiliki berat badan sangat berlebihan)

  • Tes Kanker Kolorektal: Tes kanker kolorektal (kanker usus dan dubur) harus dilakukan bagi orang yang berusia 50 tahun ke atas, yang memiliki riwayat polip kolorektal, penyakit pembengkakan usus besar, dan memiliki riwayat kelainan genetis yang diturunkan atau mutasi gen.

  • Tes Pap Smear (uji sampel sel rahim), Osteoporosis, dan Mammogram (pemeriksaan payudara dengan sinar-X): Beberapa tes ini sangat disarankan untuk pencegahan kanker serviks dan kanker payudara, serta beberapa penyakit lain yang biasanya menyerang perempuan.

  • Tes Kanker Prostat : Tes kanker prostat disarankan bagi laki-laki berusia 50 tahun ke atas, obesitas, dan memiliki kadar hormon testosteron yang tinggi.

  • Tes Penyakit Menular Seksual (Sexually Transmitted Diseases): Pasien yang masih aktif berhubungan seksual, terutama bagi mereka yang berhubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan, sangat disarankan untuk melakukan tes untuk mendeteksi penyakit yang dapat menular melalui hubungan seksual.

  • Tes Diabetes : Tes diabetes disarankan bagi pasien yang memiliki tingkat kolesterol tinggi atau memiliki tekanan darah tinggi.

  • Tes Tekanan Darah : Setiap kali Anda mengunjungi dokter, tekanan darah Anda akan diperiksa. Jika ada saat di mana dalam pemeriksaan Anda mengalami penaikan tekanan darah, maka Anda mungkin perlu melakukan beberapa tes lainnya untuk mencari penyebabnya.

Bagaimana Cara Kerja Pemeriksaan Kesehatan?

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan mencakup pemeriksaan darah, pemeriksaan urin (air seni), pemeriksaan tinja, dan pemeriksaan tekanan darah. Jika dokter curiga bahwa Anda telah terjangkit suatu penyakit, maka pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis tersebut akan dilakukan. Bagi Anda yang memilih untuk diperiksa terhadap kemungkinan berbagai jenis penyakit yang sering terjadi, pemeriksaan dapat berlangsung selama sehari penuh. Dokter yang telah menegakkan diagnosa akan mendiskusikan hasil tersebut dengan Anda dalam konsultasi lanjutan (follow-up consultation).

Apa saja kemungkinan komplikasi dan resiko dari suatu Pemeriksaan Kesehatan?

Semua tes yang dilakukan selama pemeriksaan kesehatan adalah tes yang tidak berisiko dan 100% aman. Namun ada kemungkinan hasilnya tidak akurat. Jika hasil tes Anda positif palsu, Anda mungkin saja diminta untuk melakukan tes lanjutan yang akan menghabiskan waktu dan uang dan bahkan menjalani pengobatan. Namun, jika hasil tes menunjukkan negatif palsu, ada kemungkinan penyakit tersebut memburuk tanpa pernah diketahui sama sekali.

Namun, keuntungan melakukan pemeriksaan kesehatan tetap lebih banyak dibandingkan dengan risiko kemungkinan Anda mendapatkan hasil pemeriksaan yang salah.

Referensi:

  • Centers for Disease Control and Prevention. Recommended Immunization Schedule for Adults, United States, 2014. Available at http://www.cdc.gov/vaccines/schedules/downloads/adult/adult-schedule.pdf. Accessed July 24, 2014.

  • Gaziano M, Ridker PM, Libby P. Primary and secondary prevention of coronary heart disease. In: Bonow RO, Mann DL, Zipes DP, Libby P, eds. Braunwald's Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine. 9th ed. Philadelphia, PA: Saunders; 2012:1010.

Bagikan informasi ini: