Apa itu Pemeriksaan Pasien Baru?

Pemeriksaan pasien baru adalah pemeriksaan awal yang dilakukan saat pasien pertama kali menemui dokter. Pemeriksaan ini sangatlah penting untuk membantu pasien baru yang mengalami gangguan kesehatan. Tindakan ini bertujuan untuk menangani gangguan kesehatan atau mengetahui penyebab dari gejala yang dialami pasien. Saat pemeriksaan, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan pasien dan bagian tubuh pasien yang menyebabkan gejala. Selain itu, pasien juga dapat diminta untuk menjalani rontgen dan tindakan pencitraan lainnya. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi semua penyakit yang diderita pasien.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Pasien Baru dan Hasil yang Diharapkan

Pemeriksaan pasien baru adalah tindakan yang penting bagi pasien yang mengalami gejala yang tidak diketahui penyebabnya atau menderita penyakit yang belum didiagnosis. Pemeriksaan akan dilakukan oleh ahli medis, misalnya dokter umum, dokter keluarga, dokter magang, atau dokter gigi.

Pemeriksaan ini hanya dilakukan apabila gangguan kesehatan tidak bersifat darurat atau membahayakan nyawa. Apabila pasien mengalami kondisi gawat darurat, pasien perlu mendapatkan penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD), di mana tindakan akan dilakukan ahli medis terlatih.

Tujuan dari pemeriksaan pasien baru adalah:

  • Menilai kondisi kesehatan pasien
  • Mendeteksi dan mendiagnosis penyakit yang diderita pasien
  • Menangani gejala yang menyebabkan gangguan bagi pasien
  • Membuat rencana pengobatan, apabila dibutuhkan
    Hasil pemeriksaan akan dijelaskan dalam rencana pengobatan, termasuk rekomendasi pengobatan dari dokter dan kemungkinan komplikasi, jika tidak diobati.

Cara Kerja Pemeriksaan Pasien Baru

Pemeriksaan Medis

Ada beberapa tindakan yang akan dilakukan dokter, untuk mendapatkan diagnosis terhadap kondisi pasien dan menentukan rencana pengobatan. Antara lain:

  • Memeriksa riwayat kesehatan pasien
  • Mengukur tinggi dan berat badan pasien
  • Mengukur tekanan darah
  • Mengukur kadar kolesterol dan glukosa
  • Melakukan pemeriksaan fisik pada mata, telinga, leher (untuk tenggorokan dan nodus limfa), dada (untuk jantung dan paru-paru), serta perut
  • Tes darah dan tes laboratorium (beberapa dokter dapat melakukan tes ini sendiri di kliniknya, namun ada juga dokter yang memberi surat rujukan ke pasien untuk menjalani tes di laboratorium lain)
  • Rontgen
  • Tindakan pencitraan lainnya
  • Pemeriksaan khusus, seperti pemeriksaan kanker atau jantung. Pemeriksaan ini dapat dilakukan atas permintaan pasien atau dokter, terutama apabila pasien berisiko terkena penyakit tertentu
    Tergantung pada usia, gejala, dan faktor risiko, pasien pria biasanya diminta untuk menjalani tes khusus, misalnya:

  • Pemeriksaan testikel untuk mencari kanker testikel

  • Pemeriksaan rektum untuk mencari kanker prostat
    Informasi tentang berbagai aspek kesehatan pasien tersebut akan sangat bermanfaat bagi dokter yang baru pertama kali memeriksa pasien. Informasi tersebut akan digunakan dokter untuk menilai kondisi kesehatan pasien. Orang yang sehat disarankan untuk menjalani pemeriksaan fisik setidaknya setahun sekali. Pemeriksaan tahunan ini sangatlah penting untuk menjaga kesehatan. Dengan menjalani pemeriksaan rutin, semua penyakit dan gangguan kesehatan bisa dideteksi dan ditangani dengan segera, walaupun pasien tidak mengalami gejala apapun.

Pemeriksaan Gigi

Saat pasien pertama kali menemui dokter gigi, ia juga akan diminta menjalani pemeriksaan awal yang hampir serupa. Namun, tindakan ini meliputi serangkaian tes dan pemeriksaan yang berbeda, yang biasanya berupa:

  • Mengambil gambar dari fitur wajah eksternal dan senyum pasien
  • Rontgen gigi, termasuk rontgen mulut lengkap dan rontgen panorama
  • Pengambilan gambar intra-oral
  • Pemeriksaan jaringan halus (juga dilakukan untuk memeriksa adanya kanker mulut)
  • Pemeriksaan gigi
  • Pemeriksaan periodontal (atau pemeriksaan gusi)
  • Pemeriksaan sendi dan otot pada rahang
    Pemeriksaan gigi sebaiknya dilakukan sekali setiap enam bulan. Seperti pemeriksaan medis, pemeriksaan gigi juga dapat membantu mendeteksi tanda-tanda awal dari gangguan gigi, misalnya karies gigi. Dengan begitu, dokter gigi dapat melakukan pengobatan saat gangguan gigi belum terlalu parah.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Pemeriksaan Pasien Baru

Pemeriksaan pasien baru terdiri dari serangkaian tes dan pemeriksaan yang seharusnya tidak menyebabkan rasa sakit. Beberapa tindakan mungkin akan menyebabkan pasien sedikit tidak nyaman. Semua tes juga dijamin aman bagi pasien dari segala usia dan kondisi kesehatan.

Beberapa pasien mungkin akan merasa tertekan, tidak nyaman, atau canggung saat pemeriksaan pasien baru. Hal ini merupakan hal yang wajar karena pasien akan menemui dokter yang baru dan langsung diminta untuk memberikan informasi pribadi tentang kesehatan mereka. Namun, pemeriksaan ini sangatlah penting untuk menjaga atau meningkatkan kesehatan pasien. Selain itu, ada kemungkinan pasien akan merasa nyaman dengan dokter yang memeriksanya dan akhirnya memilih dokter tersebut sebagai dokter utamanya.

Rujukan

  • World Organization of Family Doctors
Bagikan informasi ini: