Apa itu Pemeriksaan Rutin untuk Pengguna Retainer?

Retainer adalah alat untuk perbaikan gigi yang biasanya dipasang setelah kawat gigi dilepas. Pemasangan retainer bertujuan untuk mencegah gigi bergeser kembali setelah berhasil disejajarkan. Ada 2 jenis retainer, yaitu cekat dan lepasan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, hal tersebut akan dibicarakan dengan spesialis ortodonti, sehingga Anda dapat membuat keputusan yang tepat.

Retainer lepasan dapat dilepas untuk pembersihan dan pemeliharaan. Tetapi, akan lebih baik bila retainer tidak dilepas dalam waktu paling sedikit 3 bulan (kecuali bila harus dibersihkan), agar efeknya maksimal. Ada 2 jenis retainer lepasan:

  • Retainer transparan – Retainer ini transparan, sehingga orang tidak akan menyadari bahwa Anda sedang menggunakannya. Retainer ini dibuat berdasarkan cetakan gigi atas dan bawah Anda. Cetakan tersebut digunakan untuk membentuk retainer (dengan menggunakan proses hisap vakum) dan untuk menutupi seluruh gigi. Penyesuaian yang diperlukan untuk retainer jenis ini hanyalah mengikis plastik yang berlebih saat retainer sudah jadi.

  • Retainer Hawley – Retainer ini adalah jenis retainer lepasan yang paling umum. Retainer Hawley terdiri dari kawat yang melengkung, pengait, dan pelat plastik (yang sesuai dengan langit-langit mulut atau bagian belakang gigi bawah). Kawat, dengan pengait diujungnya, dipasang pada gigi depan bagian atas untuk menjaga gigi tetap pada posisinya. Kawat tersebut menempel pada pelat plastik yang menutupi langit-langit mulut. Retainer Hawley bagian bawah memiliki pelat plastik yang lebih kecil, yang sesuai dengan gigi bawah bagian belakang. Retainer ini adalah jenis yang paling tua, namun masih digunakan karena mudah disesuaikan dan diperbaiki. Selain itu, pelat plastik pada retainer ini dapat mengganggu kelancaran berbicara, dan menyebabkan sebagian orang tidak menyukai retainer ini.

Retainer cekat tidak dapat dilepas dan sangat efektif untuk mencegah gigi bergeser kembali. Retainer cekat dipasang secara permanen dengan menempelkan kawat padat atau kawat berpilin, menggunakan bahan komposit untuk gigi (seperti semen), pada gigi bagian belakang. Retainer cekat biasanya digunakan pada gigi bawah tetapi juga dapat digunakan pada gigi atas. Kelemahan retainer cekat adalah tidak bisa digunakan pada gigi belakang, sehingga ada kemungkinan gigi bergeser ke posisi yang salah. Selain itu, bentuk dari retainer cekat menyulitkan Anda untuk menyikat gigi atau flossing (membersihkan gigi dengan benang). Hal tersebut memungkinkan plak dan karang muncul pada gigi. Namun, hal tersebut dapat dicegah dengan pemeriksaan rutin dan menjaga kebersihan gigi dengan benar.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Rutin untuk Pengguna Retainer dan Hasil yang Diharapkan

Pengguna retainer perlu melakukan pemeriksaan dengan spesialis ortodonti. Pemeriksaan awal umumnya dijadwalkan dalam tiga bulan setelah pemasangan retainer. Spesialis ortodonti akan memeriksa apakah retainer berfungsi dengan baik atau tidak. Apabila tidak, maka spesialis akan membuat pengaturan yang diperlukan.

Pemeriksaan rutin pun sangat penting, terutama bagi pengguna retainer cekat. Pembersihan gigi diperlukan untuk menghilangkan plak dan karang yang menumpuk pada gigi.

Cara Kerja Pemeriksaan Rutin untuk Pengguna Retainer

Buatlah janji pemeriksaan dengan spesialis ortodonti terlebih dulu. Lalu, saat Anda datang untuk pemeriksaan, Anda harus menggunakan retainer dan membawa peralatan khusus Anda.

Pada proses pemeriksaan, spesialis ortodonti akan meminta Anda menggigit cetakan lembut dengan menggunakan retainer dan tanpa retainer. Hal ini membantu dokter untuk memastikan apakah retainer terpasang dengan baik atau harus diatur kembali. Ada kasus di mana retainer tidak dapat diatur kembali dan harus diganti dengan retainer yang baru. Apabila seperti itu, Anda perlu menambah biaya dan harus menunggu hingga retainer yang baru tersedia.

Pemeriksaan rutin adalah saat yang tepat untuk memberitahu spesialis ortodonti, apabila Anda mengalami rasa sakit atau rasa tidak nyaman yang disebabkan oleh retainer. Hal ini berarti penyesuaian harus dilakukan. Rasa sakit dan tidak nyaman biasa terjadi pada pertama kali penggunaan. Namun, apabila setelah beberapa waktu tertentu rasa tersebut tetap ada, Anda perlu memeriksakannya pada spesialis ortodonti.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pemeriksaan Rutin untuk Pengguna Retainer

Komplikasi yang paling sering ditemukan saat pemeriksan rutin adalah pasien tidak menggunakan retainer dalam beberapa waktu tertentu, (pada kasus retainer lepasan) dan gigi kembali bergeser sehingga retainer dianggap tidak efektif. Dampak terburuk yaitu pemasangan kawat gigi harus dilakukan agar gigi kembali sejajar.

Apabila Anda melewatkan pemeriksaan, kemungkinan adanya kerusakan pada gigi dan retainer tidak diketahui, sehingga menyebabkan kondisi yang lebih buruk. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan penyakit gusi karena kesehatan mulut yang tidak terjaga. Retainer yang rusak pun dapat menyebabkan bahaya yang lebih besar pada gigi, dan kemungkinan besar posisi gigi belakang kembali tak sejajar (pada kasus retainer cekat). Retainer cekat, walaupun permanen, juga dapat patah dan menjadi longgar.

Rujukan

  • American Association of Orthodontists
Bagikan informasi ini: