Apa itu CT Scan Kalsium?

CT scan kalsium adalah tes diagnosis yang dilakukan untuk mengukur tingkat risiko seseorang terkena penyakit jantung seperti aterosklerosis, serangan jantung, dan lain-lain. Sebagai uji pencitraan, tindakan ini menggunakan alat pemindai CT untuk mengambil gambar jantung dan penumpukan kalsium di jantung.

Kalsium adalah salah satu mineral yang berperan penting dalam tubuh dan digunakan untuk memperkuat struktur tulang dan mendukung tulang. Kalsium juga dapat menjaga keseimbangan elektrolit sehingga organ tubuh dapat bekerja dengan normal. Namun, mineral ini tidak dihasilkan oleh tubuh dan bisa didapatkan dari makanan dan produk yang mengandung kalsium, seperti susu dan suplemen.

Namun, tidak semua kalsium yang masuk ke dalam tubuh dapat digunakan oleh tubuh dan ada sebagian kecil kalsium yang tertinggal di peredaran darah. Karena darah juga mengandung kolesterol, darah dan kalsium memiliki kecenderungan untuk menghasilkan timbunan bernama plak.

Plak, yang merupakan zat yang lunak, dapat timbul di pembuluh darah. Dengan adanya kalsium, plak dapat mengeras dan sulit dihilangkan secara alami. Saat plak bertambah banyak, plak dapat menghambat jalan masuk darah, sehingga sel tubuh tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen yang mereka butuhkan. Jantung juga harus bekerja keras karena tekanan darah akan meningkat, sedangkan pembuluh arteri dapat mengalami kerusakan dan menyebabkan penggumpalan darah, suatu kondisi yang dikenal sebagai trombosis.

CT scan kalsium, juga dikenal sebagai pemindaian kalsium koroner, bertujuan untuk memeriksa keberadaan kalsium dan timbunan kalsium di dinding arteri, yang lama-kelamaan dapat menyebabkan penyakit jantung. Walaupun CT scan kalsium tidak dapat mencegah terjadinya penimbunan kalsium, tindakan ini dapat membantu dokter memperlambat prosesnya dan menilai risiko serangan jantung, gagal jantung, dan aritmia.

Jenis pemindaian ini berbeda dari CT angiogram, walaupun keduanya dapat digunakan untuk mengevaluasi risiko pasien terkena penyakit jantung. Dalam CT angiogram, suatu zat pewarna khusus sering disuntikkan ke dalam tubuh untuk menandai timbunan kalsium di pembuluh darah.

Siapa yang Harus Menjalani CT Scan Kalsium dan Hasil yang Diharapkan

American Heart Association menyarankan agar CT scan kalsium tidak dilakukan sebagai tes rutin. Tindakan ini lebih sesuai bagi orang yang berisiko sedang sampai tinggi untuk terkena penyakit jantung dalam 2-10 tahun ke depan. Hal ini meliputi mereka yang:

  • Merokok
  • Memiliki kadar kolesterol yang tinggi
  • Mengikuti pola makan yang kaya lemak dan sodium
  • Memiliki riwayat keluarga penderita penyakit jantung
  • Memiliki gaya hidup yang tidak aktif atau sering duduk
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Telah didiagnosis menderita sindrom metabolisme, hipertensi, atau diabetes

Tes ini juga dapat dilakukan saat pasien sepertinya tidak berisiko terkena penyakit jantung namun mengalami gejala penyakit jantung, seperti nyeri dada (angina) atau detak jantung yang tidak teratur.

CT scan kalsium sering dilakukan pada pria dan wanita yang berusia setidaknya 50 tahun. Di sekitar usia tersebut, kemungkinan besar tubuh telah mengalami penimbunan banyak kalsium di arteri, terutama apabila pasien termasuk dalam kelompok yang berisiko terkena penyakit jantung. Perhatian khusus dapat diberikan bagi wanita yang mengonsumsi suplemen kalsium.

Hasil dari pemeriksaan ditampilkan dalam skor Agatston, juga dikenal sebagai skor massa kalsium atau skor volume kalsium. Ada tiga poin berbeda yang harus diingat saat menghitung skor: nilai redaman yang disebut sebagai HU, faktor massa jenis, dan banyak kalsium. Faktor massa jenis dikaitkan dengan nilai redaman, di mana 130-199 HU sama dengan 1, 200-299 sama dengan 2, 300-399 sama dengan 3, dan 400 ke atas sama dengan 4.

Sedangkan banyaknya kalsium diukur dalam milimiter kuadrat. Untuk mengetahui skornya, pertama nilai redaman akan dicari, dan faktor massa jenisnya akan dihitung. Setelah produknya diketahui, kemudian dilakukan penilaian.

Skor 0 berarti tidak ada timbunan kalsium keras dan risiko terkena penyakit jantung dalam 2-5 tahun sangatlah kecil. Skor 1-10 dianggap sebagai skor minimal sedangkan 11-100 adalah skor ringan. Hasil CT scan kalsium dianggap sedang apabila skornya 101-400. Skor di atas 400 sudah dianggap parah. Sedangkan pasien yang mendapatkan hasil yang sedang, memiliki risiko 20% terkena penyakit jantung.

Cara Kerja CT Scan Kalsium

CT scan kalsium, yang biasanya diminta oleh dokter jantung, biasanya tidak membutuhkan persiapan apapun. Pasien dapat terus mengikuti pola makannya dan mengonsumsi obat-obatan. Namun, pada hari pemeriksaan, pasien seringkali diminta untuk menggunakan pakaian yang ringan atau longgar dan tidak menggunakan perhiasan atau logam di tubuh mereka karena benda tersebut dapat memengaruhi hasil pemindaian.

Tes ini sering dilakukan di rumah sakit namun di unit rawat jalan atau di klinik yang memiliki alat pemindai CT yang tepat untuk tindakan ini. Teknisi akan berada di dalam ruangan untuk mengoperasikan mesin pemindai, yang terlihat seperti kubah besar dengan lubang di tengahnya. Di bagian tengah mesin ada alat pendorong yang tersambung dengan meja di mana pasien akan berbaring.

Sebelum tes, elektroda, yang terhubung dengan alat EKG, akan dipasang di bagian dada untuk mengawasi aktivitas jantung. Kemudian, pasien akan berbaring dan memasuki “kubah”. Ruangan pemeriksaan dilengkapi dengan panel kaca sehingga teknisi tetap dapat melihat pasien. Ruangan ini juga dilengkapi dengan pengeras suara yang digunakan oleh teknisi untuk memberikan instruksi pada pasien selama tes.

Setelah itu, sebuah tabung dengan sinar-X akan berputar mengelilingi meja dan mengambil gambar jantung. Sinar-X dapat menembus kulit dan mengambil gambar dari jantung dan pembuluh darah. Kemungkinan ada saat di mana pasien akan diminta untuk menahan napas agar gambal yang didapatkan menjadi lebih jelas. Obat-obatan juga biasanya diberikan sebelum tindakan untuk membantu memperlambat detak jantung.

Biasanya CT scan kalsium dapat diselesaikan dalam 10-20 menit. Seorang ahli radiologi akan menganalisis hasilnya dan memberikan hasilnya pada ahli jantung. Sementara itu, pasien dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi CT Scan Kalsium

Tes ini bisa jadi tidak dapat mendeteksi timbunan kalsium yang lunak. Sedangkan untuk tesnya, risikonya sangatlah kecil dan secara keseluruhan tindakan ini merupakan tindakan yang aman. Seperti sebagian besar uji pencitraan, pasien akan terkena radiasi, namun jumlahnya sangatlah sedikit.

Rujukan:

  • http://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/cscan
  • http://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=ct_calscoring
  • http://radiopaedia.org/articles/agatston-score
Bagikan informasi ini: