Apa itu PET-CT Scan?

PET-CT Scan adalah gabungan dari pemindaian PET dan CT; digunakan untuk mendapatkan gambaran lebih rinci terhadap kondisi pasien kanker. PET merupakan singkatan dari Positron Emission Tomography, sementara CT merupakan singkatan dari Computed Tomography. Perbedaan antara PET dan CT adalah penggunaan sinar X untuk mengambil gambar bagian dalam tubuh pada CT. Sedangkan, PET melibatkan penyuntikkan zat radioaktif yang disebut radiotracer sebelum pasien masuk ke pemindai PET. Sebagai metode pemindaian gabungan, PET-CT scan menggunakan sinar X dan zat radioaktif yang menandai bagian, di mana sel-sel lebih aktif dari biasanya.

PET-CT scan biasanya digunakan untuk mendapatkan gambaran bagian dalam tubuh dengan lebih rinci, mendapatkan informasi yang tidak tersedia, jika hanya dilakukan PET atau CT saja. Biasanya dimanfaatkan untuk mendiagnosa kanker dan juga mencari rincian tentang kanker, sehingga dokter dapat menentukan pendekatan pengobatan terbaik.

Siapa yang Harus Menjalani PET-CT Scan & Hasil yang Diharapkan

Pasien yang akan sangat diuntungkan dari tindakan PET-CT scan adalah mereka yang dicurigai memiliki kanker atau sudah menjalani pengobatan kanker. Dengan bantuan gambar yang diambil saat pemindaian, dokter bisa mendapatkan gambar rinci yang akan membantunya untuk:

  • Mendiagnosa kanker
  • Menentukan tingkat kanker yang diderita
  • Menentukan jenis pengobatan yang terbaik untuk menyembuhkan kanker
  • Menentukan perubahan yang terjadi setelah pengobatan
  • Menentukan bagian tubuh pertama yang terkena kanker
  • Membedakan jaringan yang luka dengan jaringan kanker aktif
  • Menentukan apakah kanker kembali lagi

Hasil biasanya keluar setelah beberapa minggu. Namun, dokter dapat meminta, jika hasilnya dibutuhkan segera pada kasus darurat. Spesialis radiologi dan pengobatan dengan nuklir bertanggung jawab untuk memeriksa hasil pindai dan memberikan laporan ke dokter spesialis, yang akan memberitahukan hasilnya ke pasien.

Setelah pemindaian, pasien dapat langsung pulang ke rumah. Mereka diperbolehkan untuk makan, minum, dan kembali melakukan aktivitas seperti biasa. Namun, paling baik jika pasien menjaga jarak dari wanita hamil dan bayi karena obat dengan radioaktif digunakan dalam tindakan.

Cara Kerja PET-CT Scan

Pasien yang dijadwalkan untuk menjalani pemindaian dapat melakukan persiapan yang diperlukan sebelumnya. Dokter yang meresepkan pemindaian atau departemen pemindaian di rumah sakit biasanya menyediakan instruksi tertulis tentang apa yang harus dilakukan sebelum pemindaian, yaitu: tidak diperkenankan untuk makan 6 jam sebelum jadwal pemindaian; namun diperbolehkan untuk minum air. Paling baik tidak melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan ketegangan dalam waktu 24 jam sebelum tindakan. Terkait dengan obat-obatan, sebaiknya dilanjutkan kecuali diberi tahu untuk menghentikannya. Selain itu, pasien diabetes mungkin perlu mengganti pola dan rutinitas makannya sebelum tindakan.

Tindakan ini dilakukan dengan cara memasukkan tabung kecil, yang disebut kanula, melalui salah satu pembuluh darah di bagian punggung tangan atau lengan. Obat radioaktif yang dikenal sebagai tracer atau pelacak, disuntikkan ke dalam tubuh melalui kanula. Setelah obatnya menyebar perlahan ke tubuh, pasien akan diminta beristirahat dan tetap tenang. Tepat sebelum pemindaian dimulai, pasien akan diminta pergi ke kamar mandi untuk mengosongkan kandung kemihnya.

Untuk memulai pemindaian, pasien diminta untuk berbaring pada kasur kecil di ruang pemindaian. Radiografer akan memastikan pasien ada di posisi yang tepat dan terasa nyaman. Pemindaian dimulai saat kasur tersebut bergerak perlahan melalui pemindai, yang memakan waktu 30 – 60 menit, tergantung bagain tubuh yang dipindai. Sebagian pasien mungkin merasa sedikit tidak nyaman selama tindakan dilakukan, terutama karena pasien perlu berdiam selama tindakan, dan hal ini cukup memakan waktu. Beberapa pasien juga merasa takut dengan ruang sempit karena berada di dalam pemindai. Segala kekhawatiran perlu disampaikan ke dokter atau operator pemindai, sehingga pengukuran tertentu bisa dilakukan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko PET-CT Scan

Meskipun ada radiasi pada tindakan sinar X dan penggunaan obat radioaktif untuk PET-CT scan, risiko menimbulkan masalah dan memengaruhi kesehatan seseorang sangatlah kecil. Pelacak radioaktif hanya dipergunakan dalam jumlah yang sedikit dan langsung terurai, sehingga tidak menyebabkan ketidaknyamanan apapun. Penggunaan obat nuklir sebagai tindakan diagnostik telah berlangsung sejak lama dan tidak menimbulkan komplikasi serius apapun. Satu-satunya komplikasi adalah reaksi alergi terhadap pengobatan dengan radioaktif, namun biasanya hanya reaksi ringan dan jarang terjadi.

Namun, jika pasien sedang hamil dan perlu melakukan pemindaian, ia harus menyadari bahwa terdapat risiko radiasi yang membahayakan bayinya. Dokter biasanya meminta staf pemindai untuk menurunkan dosis radiasinya untuk menghindari risiko, namun dalam banyak kasus, wanita hamil tidak diminta melakukan PET-CT scan, kecuali hasil yang diharapkan melebihi risiko yang ada, seperti dalam kondisi yang mengancam nyawa. Namun, balita dan anak-anak harusnya tidak dibawa ke dekat departemen pemindaian.

Pasien yang menyusui harus melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan, oleh karena itu pasien perlu memberi tahu dokter tentang masalah ini. Dokter akan meminta pasien untuk berhenti menyusui dalam jangka waktu tertentu sebelum dan sesudah pemindaian.

Rujukan:

  • Ettinger DS. Lung cancer and other pulmonary neoplasms. In: Goldman L, Ausiello D, eds. Goldman's Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 197. Griggs RC, Jozefowicz RF, Aminoff MJ. Approach to the patient with neurologic disease. In: Goldman L, Ausiello D, eds. Goldman's Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders;

  • Shaw AS, Dixon AK. Multidetector computed tomography. In: Adam A, Dixon AK, eds. Grainger & Allison's Diagnostic Radiology: A Textbook of Medical Imaging. 5th ed. New York, NY: Churchill Livingstone; 2008:chap 4.

Bagikan informasi ini: