Apa Itu Pemindaian Tulang

Tulang terdiri dari jaringan dan sel, yang membuat tulang rentan terhadap mutasi yang pada akhirnya menyebabkan beberapa jenis kanker dan penyakit lainnya. Pemindaian tulang dilakukan untuk menemukan adanya kelainan pada tulang. Tes pencitraan ini juga dilakukan pada kasus dislokasi dan patah tulang yang disebabkan cacat bawaan, trauma, dan penyakit serta dalam memantau perkembangan perawatan tulang tertentu. Pemindaian tulang dapat memindai baik seluruh tubuh maupun bagian tubuh tertentu seperti kaki dan tangan.

Pemindaian tulang dilakukan oleh teknisi di bawah pengawasan dokter ahli nuklir maupun radiologi. Di sisi lain, hasilnya akan diartikan oleh dokter yang mendiagnosis pasien.

Siapa yang Harus Menjalani Pemindaian Tulang dan Hasil dari Pemindaian Tulang

Pemindaian tulang dapat dianjurkan jika:

  • Pemeriksaan lainnya memberikan hasil yang tidak meyakinkan – Dalam kasus di mana pemeriksaan lainnya tidak dapat mendeteksi sumber rasa sakit atau ketika patah tulang nampak kabur atau tidak terdeteksi dengan sinar X biasa, pemindaian tulang biasanya dilakukan.

  • Pasien menderita kanker – Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk menentukan apakah kanker telah menyebar ke tulang, dalam hal ini, kanker tulang telah menjadi kanker tulang sekunder.

  • Dokter mencurigai adanya kanker tulang – Meskipun kasus kanker tulang kurang dari 1% dari seluruh kanker di Amerika Serikat, kanker jenis ini membunuh lebih dari 1.000 orang setiap tahun, dan setidaknya dari hasil 2.900 diagnosis. Seperti kanker lainnya, perawatan yang tepat diperlukan untuk meningkatkan kesempatan pasien bertahan hidup.

  • Teradapat masalah lain yang menyerang tulang – Pemindaian tulang juga dilakukan ketika tulang terinfeksi, radang (osteomielitis), atau patah. Pemeriksaan ini juga dianjurkan saat menentukan separah apa suatu kondisi misalnya osteoporosis.

  • Pemberian obat harus dipantau – Jika pasien telah dioperasi karena patah tulang, pemeriksaan ini dapat menunjukan jika tulang sembuh dengan baik. Jika pasien dibeirikan dengan obat untuk menunda atau mengendalikan metastasis, pemeriksaan ini juga akan berguna.

Hasil pemindaian dianggap normal ketika pelacak (bahan radioaktif yang disuntikkan sebelum tindakan) nampak kurang lebih nampak merata pada seluruh tubuh. Sementara itu, tumor, kanker, dan masalah tulang lainnya mungkin muncul sebagai titik panas di mana sebagian besar pelacak cenderung berkumpul. Titik tersebut juga mungkin lebih terang dari daerah lainnya (titik dingin).

Sebagian pemeriksaan tidak dapat menentukan masalah tulang yang sebenarnya, biasanya dilakukan pemeriksaan lebih dari satu kali yang diikuti dengan hasil pemindaian kelainan tulang.

Cara Kerja Pemindaian Tulang

Dokter akan mempersiapkan pasien setidaknya beberapa hari sebelum pemeriksaan. Meskipun tidak ada batasan makanan atau minuman, dokter mungkin menyarankan pemberhentian penggunaan obat atau kegiatan tertentu untuk jangka waktu tertentu yang dapat mengganggu tindakan.

Selama pemeriksaan, teknisi menyuntikkan pelacak melalui vena, di mana pelacak ini masuk ke berbagai organ dan jaringan tubuh, termasuk tulang. Tubuh diberikan cukup waktu untuk menyerap pelacak, yang kemudian memancarkan radiasi yang dapat ditangkap oleh kamera yang memunculkan gambar tulang. Mungkin diperlukan waktu hingga 4 jam dari waktu setelah suntikan dilakukan sebelum gambar diambil tergantung pada masalah tulangnya.

Sementara itu, pemindaian dapat berlangsung setidaknya sekitar satu jam, di mana kamera digerakan di sekitar pasien. Teknisi mungkin menyarankan pasien untuk mengubah posisinya untuk mendapatkan gambar yang lebih jelas atau lebih akurat.

Setelah pemeriksaan selesai, pasien disarankan untuk banyak minum cairan untuk menghilangkan setiap pelacak yang tersisa dalam 24 hingga 48 jam ke depan.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Pemindaian Tulang

Meskipun ide menyuntikkan radioaktif ke dalam tubuh mungkin membuat beberapa orang merasa tidak nyaman dan cemas, jumlah yang disuntikkan sangatlah kecil yang tidak akan menyebabkan kerusakan yang tak diinginkan pada tubuh. Bahkan, risiko lain dan komplikasi seperti alergi, anafilaksis (bentuk parah dari alergi), dan pembengkakan sangatlah langka.

Meskipun begitu, ibu hamil tidak diperkenankan untuk menjalani tindakan. Di sisi lain, ibu menyusui dapat diizinkan, namun harus berhenti menyusui dalam jangka waktu tertentu. Pasien yang telah menjalani pemeriksaan dan sedang dalam perjalanan harus membawa bukti pemeriksaan, karena beberapa pemindai di bandara sangatlah sensitif.

Rujukan:

  • Coleman RE, Holen I. Bone metastases. In: Abeloff MD, Armitage JO, Niederhuber JE, Kastan MB, McKena WG, eds. Clinical Oncology. 4th ed. Philadelphia, Pa: Elsevier Churchill Livingstone; 2008:chap 57
  • Newberg A. Bone pemindaians. In: Pretorius ES, Solomon JA, eds. Radiology Secrets Plus. 3rd ed. Philadelphia, Pa: Elsevier Mosby; 2010:chap 54.
Bagikan informasi ini: