Apa itu Penambalan Gigi Susu?

Gigi susu atau gigi bayi akan mulai tumbuh sejak usia 6 bulan sampai 3 tahun. Sebelum gigi bayi tanggal dan digantikan dengan gigi permanen, seorang anak dapat mengalami berbagai gangguan gigi. Contohnya adalah karies gigi (yang dapat mengakibatkan gigi tanggal atau rusak) serta infeksi atau abses yang parah.

Salah satu perawatan gigi yang biasanya dilakukan untuk melindungi gigi susu adalah tambalan gigi susu. Banyak orang yang menganggap prosedur ini tidak perlu dilakukan, karena nantinya gigi susu akan tanggal dengan sendirinya. Namun, ada beberapa hal yang menyebabkan perawatan ini menjadi penting.

Pertama, gigi susu berfungsi sebagai panduan atau penjaga tempat bagi bagi gigi permanen. Apabila gigi susu telah dicabut atau tanggal sebelum gigi permanen tumbuh, maka gigi di sekitarnya dapat berpindah ke posisi yang ditinggalkan gigi tersebut. Sehingga, nantinya gigi permanen tidak dapat tumbuh karena dihalangi oleh gigi lain.

Kedua, gigi susu berperan penting dalam perkembangan pola bicara anak. Gigi susu yang rusak akibat karies gigi dapat menyebabkan masalah seperti lisp (kesulitan mengucapkan s dan z) atau whistling (bunyi s yang terlalu panjang), terutama jika kerusakan terjadi pada gigi depan.

Ketiga, gigi susu dibutuhkan untuk mengunyah makanan. Maka dari itu, gigi ini sangat penting untuk memastikan anak tetap mendapatkan gizi yang dibutuhkan.

Mengetahui alasan mengapa anak sebaiknya mendapatkan tambalan gigi susu dapat mendorong orangtua untuk melakukan prosedur ini, alih-alih mencabut gigi susu terlalu dini atau sebelum gigi permanen siap tumbuh.

Siapa yang Perlu Menjalani Penambalan Gigi Susu dan Hasil yang Diharapkan

Ada jangka waktu yang panjang antara masa pertumbuhan gigi susu dan saat gigi susu mulai tanggal. Gigi susu dapat mulai tumbuh sejak usia 6 bulan sampai 3 tahun dan mulai tanggal saat anak memasuki usia 5 tahun. Gigi susu yang terakhir, yaitu geraham belakang, akan mulai tanggal saat anak berusia sekitar 13 tahun. Maka dari itu, anak yang berusia 1-13 tahun akan membutuhkan tambalan gigi susu. Sebelum gigi permanen tumbuh, ada banyak gangguan gigi yang menyebabkan anak membutuhkan perawatan ini.

Anak yang memiliki karies gigi akan memerlukan tambalan gigi susu. Karies gigi biasanya disebabkan oleh kebiasaan memakan makanan yang manis dan makanan cepat saji. Gigi susu tidak hanya dimiliki oleh balita dan anak kecil, namun juga remaja usia 12-13 tahun yang gigi geraham belakangnya belum tanggal. Gigi geraham belakang lebih beresiko terkena karies, karena gigi ini yang paling sering digunakan untuk mengunyah dan gigi terakhir yang tanggal. Sehingga, pasien juga akan membutuhkan tambalan gigi susu.

Cara Kerja Penambalan Gigi Susu

Karies gigi biasanya ditemukan oleh orangtua yang sangat memerhatikan gigi anak mereka atau dokter gigi saat pemeriksaan rutin. Jika gigi anak telah dipastikan terkena karies, penambalan gigi susu harus dipertimbangkan.

Di klinik gigi, dokter gigi spesialis anak akan memeriksa gigi dan mencari gigi yang harus ditambal. Sebelum penambalan gigi, dokter gigi dapat memberikan bius lokal, tergantung pada tingkat keparahan karies gigi. Ia juga dapat mengoleskan gel penghilang rasa pada gusi sebelum menyuntikkan obat bius.

Setelah efek obat bius mulai terasa, dokter gigi akan membersihkan karies gigi. Dokter gigi akan menggunakan bor gigi dan alat pengikis, sedangkan perawat akan menyedot air dan serpihan gigi dengan alat penyedot.

Seusai pembersihan gigi, dokter gigi akan menambal gigi susu yang berlubang. Tambalan gigi yang digunakan dapat berwarna perak atau seperti warna alami gigi.

Untuk memastikan tambalan gigi tidak terlalu tebal, dokter gigi akan meminta anak untuk mengatupkan giginya dan menilai apakah ada yang terasa mengganjal. Jika anak merasa nyaman dengan tambalan giginya, ia akan diminta untuk berkumur dan perawatan akan diakhiri.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Penambalan Gigi Susu

Komplikasi dapat terjadi, namun bukan karena prosedur penambalan gigi, melainkan karena kecemasan anak. Anak yang cemas dapat sulit dikendalikan dan melukai dirinya sendiri saat penambalan gigi. Supaya pasien tidak cemas, orangtua disarankan untuk datang ke klinik gigi lebih awal. Dengan begitu, anak dapat memiliki waktu untuk membiasakan diri dengan suasana klinik.

Rujukan:

  • American Dental Association: "Dental Filling Options."
Bagikan informasi ini: