Apa itu Penanganan Keguguran dengan Aspirasi Vakum?

Keguguran tentunya merupakan tragedi yang membuat ibu hamil sedih dan pilu, namun bukan hanya perasaan pasien yang perlu ditangani saat keguguran terjadi. Kesehatan fisik, emosi, dan sistem reproduksi pasien juga perlu diperhatikan.

Keguguran, atau yang juga dikenal sebagai aborsi spontan, mengacu pada kematian alami janin sebelum janin mampu bertahan hidup tanpa bantuan ibunya. Salah satu gejala yang paling umum dari keguguran adalah perdarahan pada vagina, yang muncul dalam bentuk gumpalan dan mungkin terasa menyakitkan.

Ibu hamil yang mengalami keguguran harus segera menemui dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk memeriksa kondisi rahimnya, serta untuk mengetahui penyebab terjadinya keguguran.

Penanganan keguguran dilakukan dengan melakukan 3 tahap, yaitu:

  • Penanganan dengan menunggu, pasien menunggu jaringan janin untuk melewati rahimnya secara alami

  • Penanganan medis, pasien akan diminta untuk mengonsumsi obat yang diresepkan oleh spesialis kebidanan dan kandungan untuk mengeluarkan jaringan janin yang tersisa dalam rahim

  • Penanganan pembedahan, prosedur bedah dilakukan untuk mengeluarkan jaringan mati dari rahim pasien

Salah satu teknik penanganan bedah yang digunakan adalah aspirasi vakum atau yang juga dikenal sebagai kuret. Tindakan ini dapat dilakukan dengan cara manual atau dengan menggunakan tenaga listrik. Aspirasi vakum listrik (EVA) menggunakan perangkat vakum listrik untuk menghisap jaringan mati dari rahim pasien sedangkan aspirasi vakum manual (MVA) menggunakan pompa genggam (atau jarum suntik 25cc/50cc) untuk membersihkan rahim.

Siapa yang Perlu Menjalani Aspirasi Vakum dan Hasil yang Diharapkan

Pasien ibu hamil yang mengalami keguguran kandungan sebelum 20 minggu masa kehamilan dapat menjalani aspirasi vakum untuk mengangkat jaringan mati pada rahim, terutama jika mereka telah mencoba menunggu jaringan mati keluar secara alami maupun menggunakan obat namun hasilnya tidak sesuai harapan.

Hasil yang diharapkan dari prosedur ini adalah rahim yang kembali menjadi bersih dan sehat. Beberapa penelitian juga menyatakan bahwa prosedur ini memberikan efek yang baik terhadap kondisi emosional pasiennya.

Cara Kerja Aspirasi Vakum

Aspirasi vakum berlangsung sekitar 15 menit, namun persiapan dan perawatan pasca prosedur ini dapat berlangsung berjam-jam.

Sebelum memulai prosedur ini, spesialis kebidanan dan kandungan akan memeriksa panggul atau melakukan USG untuk memastikan ukuran, posisi, dan kondisi rahim pasien. USG juga dapat dilakukan untuk memandu dokter selama proses aspirasi.

Kemudian, dokter akan memasukkan speculum ke dalam vagina untuk membuka dinding vagina. Sehingga, dokter dapat melihat leher rahim. Pasien mungkin merasakan sedikit tekanan selama proses ini berlangsung, namun biasanya tidak akan terasa sakit. Dokter dapat mengubah posisi speculum jika pasien merasa sakit atau tidak nyaman.

Leher rahim pasien akan dibaluri dengan larutan antiseptik sebelum tentakulum dimasukkan untuk melakukan pembukaan. Tentakulum akan menahan leher rahim dalam posisi yang tepat selama prosedur berlangsung. Dokter akan menyuntikkan bius lokal pada 2 atau lebih daerah leher rahim pasien untuk mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman selama prosedur. Setelah bius lokal diberikan, dokter akan memasukkan dilator untuk membuka leher rahim secara bertahap. Langkah ini biasanya dilakukan dalam 2 menit atau kurang.

Lalu, sebuah kanula, atau alat yang terhubung dengan perangkat vakum genggam atau listrik, akan dimasukkan ke dalam pembukaan leher rahim dan kemudian ke dalam rahim. Tabung yang berbentuk jerami ini akan bergerak maju-mundur untuk menghisap jaringan yang tersisa dalam rahim pasien. Prosedur aspirasi biasanya berlangsung selama beberapa menit, tergantung pada jumlah jaringan yang tersisa dalam rahim.

Pasien mungkin merasa kram pada perut bagian bawah ketika rahim berkontraksi dan dikosongkan. Kontraksi ini merupakan hal yang alami dan berfungsi untuk meremas serta menutup pembuluh darah dalam rahim. Kram ini dapat terasa ringan hingga parah, dan akan hilang secara bertahap setelah prosedur selesai.

Setelah aspirasi, jaringan akan diangkat dan diperiksa untuk menentukan apakah rahim sudah bersih.

Setelah prosedur selesai, pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan untuk melakukan pemeriksaan singkat pasca prosedur. Prosedur USG lainnya dapat dilakukan untuk menentukan apakah prosedur sebelumnya berhasil dilakukan dan semua jaringan kehamilan yang tersisa telah tersedot.

Konsultasi lanjutan biasanya dijadwalkan 2 minggu kemudian, di mana dokter akan melakukan atau merujuk pasien untuk melakukan tes infeksi. Prosedur lanjutan lainnya dapat dijadwalkan jika jaringan kehamilan masih tersisa.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Aspirasi Vakum

Aspirasi vakum untuk menangani keguguran kandungan umumnya aman untuk dilakukan. Namun, terdapat beberapa kasus yang jarang terjadi ketika pasien menderita kondisi berikut:

  • Infeksi
  • Perforasi rahim dan organ sekitar
  • Jaringan parut pada lapisan rahim
  • Perdarahan parah setelah prosedur
  • Jaringan kehamilan masih tersisa setelah pengangkatan
  • Reaksi alergi yang disebabkan oleh obat bius

    Rujukan:

  • Sakornbut EL. Intrapartum procedures. In: Ratcliffe SD, Baxley EG, Cline MK, Sakornbut EL, eds. Family Medicine Obstetrics. 3rd ed. Philadelphia, PA: Elsevier Mosby; 2008:chap 18.

Bagikan informasi ini: