Apa Itu Manajemen Nyeri Pediatri

Manajemen nyeri pediatri adalah layanan kesehatan umum untuk membantu anak mengatasi rasa sakit yang mungkin timbul akibat trauma akut atau penyakit kronis. Layanan ini diberikan untuk neonatus, bayi, balita, dan anak-anak yang berusia 12 tahun atau di bawahnya.

Nyeri adalah fakta kehidupan, dan semua orang, termasuk bayi yang baru lahir dan anak-anak rentan dan mampu mengalami sakit fisik, mental, dan emosional. Perbedaan utama antara nyeri pada orang dewasa dan anak-anak adalah, tingkat pemahaman dan cara berkomunikasi.

Orang dewasa diyakini memiliki pemahaman soal rasa sakit jauh lebih baik karena bertahun-tahun mengalaminya. Juga, mereka diharapkan lebih mampu berkomunikasi soal ini ketimbang anak-anak, yang mungkin tidak dapat menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan rasa sakit, apalagi gejalanya.

Karena itu, manajemen nyeri pada anak adalah pendekatan multi-praktisi. Hal ini berarti tanggung jawab terletak tidak hanya pada dokter anak tetapi juga pada pekerja sosial, konselor, psikiater, terapis, dan profesional kesehatan lainnya yang diharapkan untuk bekerja sebagai sebuah tim.

Manajemen nyeri pediatri juga melibatkan masyarakat, terutama teman-teman, keluarga, dan bahkan sekolah, karena anak-anak sering berinteraksi dengan mereka. Penting bagi mereka memiliki pengetahuan dan pengatuhan dasar yang cukup tentang bagaimana membantu anak-anak mengatasi rasa sakit. Manajemen nyeri pediatri meliputi rawat jalan dan rawat inap, dengan profesional kesehatan terus memantau gejala, penyakit, dan kemajuan mereka.

Pada akhirnya, anak-anak diharapkan untuk dapat terus menjalani hidup normal, meski mengalami gejala sakit dan rasa nyerinya.

Siapa Yang Harus Menjalani dan Hasil Yang diharapkan

Manajemen nyeri pediatri ditujukan untuk anak-anak dan bayi. Neonatus adalah bayi yang baru lahir, sementara toddler adalah bayi berusia antara 1 dan 3 tahun, dan anak berusia 12 tahun ke bawah. Sedang remaja, anak muda, orang tua, dan senior, biasanya ditangani oleh internis. Namun, ada juga beberapa keluarga yang memiliki dokter sendiri, dalam hal ini dokter ini dapat mengobati berbagai macam penyakit yang mempengaruhi anggota dari berbagai usia.

Anak yang harus dibawa ke klinik atau rumah sakit untuk manajemen nyeri adalah mereka yang mengalami rasa nyeri berat yang pada akhirnya menurunkan kualitas hidup mereka. Contohnya adalah orang-orang yang mengalami kesulitan berjalan, makan, berdiri, dan tidur. Mereka bisa kesulitan belajar dan mengalami kebingungan mental. Anak-anak ini bisa menarik diri dari kehidupan sosial karena kesulitan menggambarkan rasa sakit mereka.

Rasa sakit dapat terjadi karena masalah kesehatan akut (mendadak) atau kronis (jangka panjang). Untuk nyeri akut, mungkin disebabkan oleh sakit mendadak atau trauma seperti jatuh atau kecelakaan kendaraan. Sakit kronis, di sisi lain, biasanya disebabkan oleh penyakit pelemahan, termasuk fibromyalgia, kondisi dimana tubuh menjadi sangat peka (beberapa area menjadi menyakitkan bila disentuh). Pasien juga mungkin mengalami kelelahan berat, yang secara drastis membatasi gerakan dan kegiatan.

Pasien juga dapat mengalami sakit kepala dan perut kronis, yang biasanya disebabkan oleh penyakit infeksi atau masalah yang mempengaruhi sistem pencernaan (contoh: sindrom iritasi usus, penyakit Crohn, kolitis atau ulserativa). Kanker juga merupakan sumber pertumbuhan nyeri pada anak, ketika kanker menyebar ke banyak bagian tubuh atau saat menjalani pengobatan seperti kemoterapi dan radioterapi, di mana nyeri menjadi efek samping. Cedera juga dapat menyebabkan nyeri kronis.

Nyeri dapat mengganggu anak-anak. Hal ini dapat dengan mudah mengganggu aktivitas rutin mereka, menghambat proses belajar, dan mengisolasi mereka dari anak-anak lain. Dengan demikian, tujuan utama dari manajemen nyeri pediatri adalah untuk mengembalikan anak ke kondisi normal, menciptakan keseimbangan, dan membantu anak-anak mengatasi rasa sakit saat melakukan hal-hal yang mereka cintai. Manajemen nyeri tidak selalu mengobati atau menyembuhkan penyakit.

Cara Kerja Manajemen Nyeri Pediatri

Ada banyak pendekatan untuk mengelola rasa sakit anak. Ini termasuk:

  • Pengobatan - Biasanya, yang pertama dan pilihan yang umum adalah pengobatan. Ketika seorang anak memasuki rumah sakit dalam kondisi darurat, tentu saja awal tindakan adalah untuk mengurangi rasa sakit. Jika tidak, hal itu akan menghambat pengobatan dan pemulihan. Pengobatan mungkin termasuk blocker saraf, obat yang berfungsi memblokir sinyal rasa sakit untuk mengalir dari dan ke otak, tanpa menghambat aktivitas saraf lainnya.

  • Terapi - Ini bisa merujuk pada terapi fisik dan terapi pemulihan. Cedera, misalnya, dapat menurunkan mobilitas karena rasa sakit yang ditimbulkan. Namun, jika otot-otot tubuh tidak bergerak atau digunakan, otot ini bisa mengecil, menambahkan lebih banyak komplikasi masalah kesehatan. Untuk mencegah hal ini, terapi juga bisa dimasukkan dalam program manajemen anak. Terapi dapat mengembalikan atau memodifikasi kegiatan dan fungsi mereka.

  • Konseling - Konseling adalah bagian yang sangat penting dari program manajemen nyeri anak karena banyak anak-anak tidak mengerti mengapa mereka merasa sakit. Kurangnya pemahaman yang benar dapat mencegah mereka menerima pengobatan yang tepat, mengkomunikasikan perasaan mereka, dan mengatasi gejala dan penyakit secara efektif. Psikolog, pekerja sosial, atau psikiater yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam menangani anak-anak, memenuhi syarat untuk melakukan hal ini.

Bagaimana cara perawatan kesehatan profesional membuat program ini bisa berbeda-beda. Namun biasanya melibatkan:

  • Evaluasi - Anak itu dirawat di rumah sakit untuk menjalani penilai yang tepat dan komprehensif. Spesialis yang berbeda diharapkan untuk melihat anak dan melakukan evaluasi. Tergantung pada berapa banyak tindakan yang diperlukan, rumah sakit mungkin menyarankan izin, terutama jika manajemen nyeri yang dibutuhkan sangat mendesak atau penting.

  • Kolaborasi - Semua spesialis kemudian berkolaborasi dan membahas rencana pengelolaan pediatrik yang paling efektif bagi anak. Karena kebutuhan tiap anak berbeda dari yang lain, program harus secara individual.

  • Pengujian - Selama beberapa hari pertama di rumah sakit, program akan diuji untuk melihat respon dari anak. Modifikasi akan dilakukan saat dibutuhkan melihat keadaannya.

  • Rawat jalan - Setelah kemajuan diyakini memuaskan, anak akan diizinkan meninggalkan rumah sakit, sementara spesialis diharapkan untuk secara teratur memonitor kondisi pasien.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi

Risiko terbesar dari manajemen nyeri anak adalah kenyataan bahwa hal itu mungkin tidak bekerja. Juga, obat-obatan dan terapi dapat memiliki beberapa efek samping. Namun, selama mereka dilakukan oleh para profesional terlatih dan sesuai dengan standar kesehatan, efek samping akan berdampak ringan.

Rujukan:

  • http://www.cincinnatichildrens.org/service/p/pain/default/
  • http://www.stanfordchildrens.org/en/service/pain-management/conditions?
  • http://www.ama-cmeonline.com/painmgmt/printversion/amapainmgmt_m6.pdf
Bagikan informasi ini: