Apa itu Konsultasi Opini Kedua untuk Anak?

Konsultasi opini kedua adalah janji temu dengan dokter berbeda yang dilakukan oleh pasien untuk membandingkan diagnosis serta pengobatan yang dianjurkan oleh dokter sebelumnya. Pada dasarnya, konsultasi ini dilakukan oleh dua dokter yang berbeda, namun masih menangani kasus yang sama. Konsultasi ini umumnya dilakukan pada kasus yang memiliki beberapa kemungkinan pilihan pengobatan lainnya, yang dapat memberikan hasil yang berbeda. Konsultasi ini direkomendasikan bagi orang tua atau wali pasien yang mencari opini kedua ketika mencoba untuk menentukan pengobatan terbaik bagi anak mereka, terutama ketika anak menderita penyakit serius. Dengan konsultasi opini kedua, baik orang tua maupun pasien dapat mengetahui beragam pilihan lainnya serta keuntungan dan kekurangannya. Selain itu, konsultasi juga dapat dilakukan sebagai sarana untuk mencari dokter yang paling nyaman bagi pasien. Namun, mencari opini kedua terkadang tidak dianjurkan, terutama dalam kondisi darurat.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Opini Kedua untuk Anak dan Hasil yang Diharapkan

Orang tua dapat mencari opini kedua bagi anak mereka ketika:

  • Merasa ragu dengan diagnosis awal kondisi anak
  • Diberikan pilihan rencana pengobatan yang beresiko, tidak umum, atau kontroversial
  • Rencana pengobatan yang diberikan dokter layanan primer tidak bekerja
  • Dokter ingin mengubah atau menambah pengobatan yang sedang berlangsung
  • Dokter menambahkan prosedur pembedahan sebagai pengobatan
  • Anak didiagnosis dengan kondisi serius
  • Ingin mencari pilihan pengobatan lainnya
  • Ingin membandingkan dengan dokter yang berbeda
  • Merasa tidak nyaman dengan dokter saat ini
  • Membutuhkan pendapat dari spesialis atau dokter yang lebih berpengalaman di bidangnya
  • Terdapat metode pengobatan baru atau uji klinis yang ingin dicoba


Namun, mencari opini kedua tidak dapat dilakukan dalam kasus darurat (seperti luka cedera) di mana pasien memerlukan perawatan medis segera.

Berikut ini adalah dua jenis konsultasi opini kedua:

  • Rujukan dari dokter asli – Pada kasus di mana dibutuhkan pendapat spesialis, dokter anak dapat merujuk pasien ke dokter spesialis yang dapat menangani kondisi anak. Sebagai contohnya, jika pasien nampaknya memiliki kondisi yang menyebabkan ia menderita infeksi telinga berulang, dokter anak dapat merujuk pasien ke dokter THT. Dokter kanker anak juga dapat merujuk pasien anak ke dokter spesialis kanker untuk menangani jenis kanker yang lebih kompleks.

  • Rujukan sendiri – Rujukan sendiri adalah konsultasi opini kedua yang dilakukan ketika orang tua merasa perlu untuk mencari opini kedua, tanpa rujukan dari dokter utama anak. Orang tua dianjurkan untuk bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan utama dalam segala hal yang menyangkut kesehatan anak mereka untuk menjamin perawatan dan pengobatan yang diberikan berlangsung dengan baik. Namun, jika orang tua merasa tidak yakin dengan pendapat dokter mereka, orang tua pasien diberikan kebebasan untuk mencari opini kedua.

Pada akhir konsultasi opini kedua, orang tua pasien dapat dihadapkan dengan 3 kemungkinan:

  • Diagnosis dan rekomendasi pengobatan yang sama dari kedua dokter
  • Diagnosis sama, namun rekomendasi pengobatan yang berbeda
  • Dokter kedua memberikan diagnosis dan pengobatan yang berbeda, sehingga orang tua pasien dapat membandingkan kedua pilihan yang berbeda tersebut dan memilih pilihan terbaik.

Cara Kerja Konsultasi Opini Kedua untuk Anak

Konsultasi opini kedua untuk anak akan berlangsung seperti konsultasi awal dengan dokter sebelumnya. Jika janji temu ini dilakukan atas keputusan sendiri, orang tua wajib membawa seluruh dokumen kesehatan anak dan memberikan seluruh informasi penting mengenai kesehatan anak mereka sehingga dokter baru dapat membuat diagnosis serta rekomendasi pengobatan yang tepat. Dokumen dan informasi tersebut meliputi:

  • Semua hasil tes diagnostik seperti biopsi
  • Semua hasil pemindaian pencitraan, seperti sinar-X, CT scan, MRI, pemindaian tulang, dan PET scan
  • Laporan klinis
  • Rencana pengobatan, jika ada


Jika janji temu dijadwalkan oleh dokter anak primer atau dokter sebelumnya, dokter perlu menyiapkan seluruh salinan rekaman medis anak sehingga dokter yang dirujuk dapat memahami kondisi anak.

Konsultasi dengan dokter kedua akan membahas:

  • Riwayat kesehatan, terutama riwayat alergi pasien
  • Rimayat kesehatan keluarga
  • Gejala atau keluhan utama
  • Perawatan yang pernah atau sedang dijalani
  • Obat yang pernah dan sedang dikonsumsi
  • Pemeriksaan laboratorium sebelumnya – Dokter umumnya memerlukan pemeriksaan laboratorium untuk membuat diagnosis dan rekomendasi pengobatan. Namun, biasanya, pemeriksaan laboratorium yang diminta telah dilakukan oleh dokter pertama. Dengan berkoordinasi dengan dokter pertama, dokter dapat mendapatkan hasil pemeriksaan tanpa meminta pasien untuk mengulangi pemeriksaan.


Hal yang paling sering ditanyakan oleh orang tua selama konsultasi opini kedua meliputi:

  • Apakah ada cara lain untuk memastikan diagnosis ini?
  • Apakah Anda merekomendasikan pengobatan yang sama?
  • Jika tidak, apakah ada pilihan pengobatan lain yang Anda rekomendasikan dan mengapa pengobatan tersebut lebih baik?
  • Apakah Anda seorang dokter ahli dalam jenis pengobatan ini?
  • Seberapa berpengalaman Anda dan berapa tingkat kesuksesan prosedur pengobatan ini?
  • Apa saja resiko dari pengobatan ini?

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Opini Kedua untuk Anak

Mencari opini kedua tidak luput dari kemungkinan komplikasi dan resiko. Salah satu kekurangan dari mencari opini kedua tanpa arahan dari penyedia perawatan sebelumnya adalah dokter baru yang mungkin kurang mengetahui riwayat kesehatan anak. Dokter baru mungkin tidak mengetahui kondisi kesehatan anak secara keseluruhan, sehingga anak mungkin akan diminta untuk menjalani beberapa tes laboratorium yang dapat berlangsung lama, penuh tekanan, dan mahal untuk mendapatkan hasil yang sama dengan tes yang telah dilakukan dokter sebelumnya.

Pada beberapa kasus, pasien juga dapat mencari opini kedua dan tidak memberitahu dokter primernya, karena mungkin takut menyinggung dokter primernya. Namun, jika orang tua ingin mencari opini kedua yang berbeda, sebaiknya orang tua pasien memberitahu dokter primer. Sehingga, dokter primer dapat membantu pasien dengan mempercepat waktu janji temu dan menyiapkan seluruh laporan medis yang diperlukan. Dokter anak umumnya memahami apa saja yang dibutuhkan oleh dokter spesialis, terutama dalam kondisi genting atau penyakit kronis serius.

Rujukan:

  • Hagan JF, Duncan PM. Maximizing children's health. In: Kliegman RM, Behrman RE, Jenson HB, Stanton BF, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 5.
Bagikan informasi ini: