Apa itu Opini Kedua?

Opini kedua adalah tindakan medis yang dilakukan banyak pasien, baik untuk memastikan atau menyanggah diagnosa awal. Setelah konsultasi awal dan diagnosis oleh dokter, pasien memiliki hak untuk mencari dan melakukan proses evaluasi yang sama dengan dokter lain (atau dokter bedah) untuk menentukan apakah diagnosa pertama akurat dan rencana pengobatan yang diberikan adalah yang paling efektif dan efisien. Selain dari proses konfirmasi, opini kedua juga dicari pasien yang tidak puas dengan diagnosis dan rencana pengobatan awal, dan berharap dapat mencari pendekatan pengobatan dan opini lain.

Proses ini dianggap sebagai praktik umum, terutama untuk diagnosis dan pengobatan penyakit yang mematikan atau membahayakan nyawa. Opini kedua juga dapat dicari, jika dokter merencanakan pengobatan dengan operasi yang berisiko besar, atau jika pasien tidak nyaman dengan tindakan pilihan dokter. Tentunya, opini kedua untuk tindakan pembedahan hanya dianjurkan jika keadaannya tidak mendesak. Kebanyakan dokter tidak tersinggung, saat pasien berkeinginan untuk mencari opini kedua, dan dalam industri pelayanan kesehatan yang berkembang menawarkan pasien opini kedua yang berharga.

Banyak literatur kesehatan mendefinisikan opini kedua sebagai “sebuah ulasan dan penilaian independen oleh seorang ahli” dilakukan untuk “memastikan, menambah, atau merevisi hasil diagnosis dan pengobatan yang disarankan” oleh ahli pelayanan kesehatan lain. Sementara dokter, secara umum, mereka berusaha melakukan pekerjaannya dengan cara yang paling objektif dan jujur, mereka juga memiliki perspektif yang berbeda tentang bagaimana masalah kesehatan dapat ditangani atau diselesaikan. Beberapa dokter mungkin lebih memilih untuk merekomendasikan program pengobatan dengan obat-obatan. Beberapa lainnya lebih menganjurkan untuk memantau kondisi pasien daripada melakukan tindakan yang terburu-buru, sementara yang lainnya berpikir bertindak cepat untuk mengobati pasien dapat menyelamatkan hidup. Pengobatan adalah ilmu, namun ada banya daerah abu-abu dan kemungkinan salah menginformasikan opini.

Opini kedua sangat disarankan untuk tindakan pembedahan, terutama karena membuka bagian tubuh tertentu dapat menyebabkan banyak komplikasi dan risiko. Pasien harus memiliki akses tidak hanya pada informasi kondisinya, tapi juga pada pilihan alternatif yang seharusnya dipertimbangkan pada kasus tindakan dengan risiko tinggi. Opini kedua merupakan bagian yang tidak terpisahkan pada proses pembuatan keputusan untuk sebuah pengobatan dan perawatan kesehatan.

Siapa yang Harus Mencari Opini Kedua & Hasil yang Diharapkan

Semua pasien berhak untuk mendapatkan opini kedua sebelum mereka menjalani pengobatan tertentu atau memutuskan untuk mengikuti rekomendasi untuk melakukan pembedahan. Sekali lagi, kebanyakan dokter tidak menganggap pasien yang membutuhkan opini kedua, sebagai penghinaan untuk keterampilan dan pengetahuannya. Dokter menyadari bahwa ahli kesehatan lainnya mungkin dapat menawarkan alternatif lain bagian pasiennya; baik diagnosis maupun pengobatan menggunakan metode yang tidak dikenal. Pasien yang proaktif tentang kesehatannya seharusnya selalu mencari opini kedua.

Dalam kebanyakan kasus, hasil yang diharapkan untuk opini kedua adalah konfirmasi atau revisi untuk diagnosis awal, yang mungkin termasuk rencana pengobatan berbeda. Hasil akhir sebenarnya dari proses ini adalah keputusan akhir pasien.

Cara Kerja Opini Kedua

Opini kedua lebih merupakan proses dibandingkan tindakan. Hal ini melibatkan beberapa langkah. Pertama, setelah menerima diagnosis dan rencan pengobatan yang diusulan oleh ahli kesehatan pertama, pasien harus menyatakan bahwa ia akan mencari opini kedua sebelum melakukannya.

Pasien mungkin perlu menjalani tindakan diagnostik dan pencitraan yang sama, seperti rontgen, biopsi, atau endoskopi dari ahli kesehatan lainnya. Dokter kedua dapat meminta pasien melakukan tindakan pemeriksaan dan pencitraan berbeda, sebelum memberikan diagnosis.

Bertanya kepada dokter pertama dan kedua juga penting dalam proses mendapatkan opini kedua. Ini adalah pertanyaan yang dapat membantu pasien membuat keputusan berdasarkan informasi yang lengkap:

  • Seberapa akurat diagnosisnya? Apakah gejala dari kondisi saya serupa dengan penyakit lainnya?
  • Tindakan apa yang dapat dilakukan selain operasi?
  • Apa kelebihan dan kekurangan pilihan pengobatan yang Anda berikan kepada saya?
  • Perubahan apa yang terjadi dalam hidup saya, jika operasi dilakukan? Apakah gejalanya akan berkurang jika saya memilih pengobatan non-operasi?
  • Berapa tingkat kesuksesan tindakan operasi yang disarankan? Bagaimana dengan pilihan pengobatan lainnya?
  • Bagaimana operasinya akan dilakukan? Apa yang saya butuhkan untuk mempersiapkannya?
  • Keringanan apa yang diberikan oleh operasi pada saya? Apakah operasi dapat menyembuhkan saya, sepenuhnya? Atau apakah operasi menyediakan solusi jangka pendek atau panjang bagi gejala yang saya alami?
  • Bius apa yang dibutuhkan bagi tindakan operasi? Apa resikonya?
  • Akankah saya merasa sangat kesakitan setelah tindakan selesai? Bagaimana mengatasi rasa sakit tersebut?
  • Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk operasi? Dan berapa untuk pilihan lain?

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Opini Kedua

Memilih dokter penyakit dalam yang kompeten, dan juga menilai pilihan yang ada dengan hati-hati, seharusnya dapat meminimalisir komplikasi dan resiko bagi pasien yang mungkin muncul. Ini merupakan proses pembuatan keputusan, dan pasien memiliki kebebasan untuk memilih opsi yang paling menguntungkan bagi kesehatannya.

Rujukan:

  • Medicare.gov: “Getting a second opinion before surgery.”
  • Office on Women’s Health: “How to get a second opinion.”
  • Davidov, T. Surgery, December 2010.
  • Matasar, M.J. Annals of Oncology, January 2012.
  • American Medical Association Family Medical Guide, 4th edition, John Wiley & Sons, 2004.
Bagikan informasi ini: