Apa itu Audiologi Pediatri?

Audiologi pediatri merupakan cabang ilmu mengenai masalah yang berhubungan dengan telinga, khususnya pada gangguan keseimbangan dan pendengaran yang memengaruhi bayi dan anak-anak. Pediatri mencakup bayi yang baru lahir, balita, dan anak-anak yang berumur hingga 12 tahun. Tetapi saat ini, banyak dokter yang memperluas pelayanan mereka untuk remaja dan dewasa muda yang berumur hingga 21 tahun.

Audiolog (ahli masalah terkait-telinga anak) sering disamakan dengan dokter THT yang ahli dalam telinga, hidung, dan tenggorokan. Tetapi, ada beberapa perbedaan besar. Cakupan dokter THT beragam dan luas, karena menangani masalah telinga yang lebih kompleks, selain masalah yang memengaruhi hidung dan tenggorokan. Dokter THT menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk pelatihan kesehatan mendalam, dimulai dari 4 tahun untuk sekolah sarjana dan 4 tahun lagi untuk sekolah kesehatan. Mereka juga membutuhkan waktu sedikitnya 3 tahun untuk menyelesaikan program residensi, dan sebagian lainnya melanjutkan untuk menyelesaikan fellowship (beasiswa pelatihan).

Audiolog sering dianggap sebagai “dokter pendengaran” karena keahlian utama mereka adalah memeriksa, mendiagnosa, mengobati, dan mengatasi berbagai jenis gangguan pendengaran – yang mungkin terjadi karena berbagai alasan. Ditambah lagi, karena telinga juga membantu mengatur keseimbangan tubuh, audiolog juga terlatih untuk mengatasi gangguan keseimbangan.

Untuk pelatihannya, audiolog biasanya mengambil jurusan audiologi di universitas. Akan tetapi, di sejumlah negara, sebelum mereka dapat mempraktikkan profesi mereka, mereka harus mendapatkan gelar dokter di bidang audiologi. Mereka juga harus menghabiskan sedikitnya 75 jam pembelajaran setelah menyelesaikan pendidikan di universitas. Audiolog diberi izin dan diatur oleh negara di mana mereka ingin mempraktikkan profesi mereka.

Kapan Anda Harus Menemui Audiolog Pediatri?

Anak yang telah didiagnosa atau diduga menderita gangguan pendengaran, harus segera menemui audiolog pediatri.

Telinga dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian luar, tengah, dan dalam. Suara merambat dari telinga luar, melewati saluran, hingga mencapai gendang telinga. Disamping gendang telinga adalah telinga bagian tengah yang terdiri dari tiga tulang yang sangat kecil. Bagian ini memperbesar suara sebelum mencapai koklea dan telinga bagian dalam. Koklea membantu mengubah suara menjadi sinyal elektrik yang dapat diterjemahkan oleh otak. Sedangkan, di telinga bagian dalam adalah cairan yang bertanggungjawab untuk mengatur keseimbangan. Keseimbangan mencegah anak merasa pusing saat berdiri atau melakukan gerakan lainnya.

Meskipun demikian, anak dapat mengalami gangguan pendengaran dan keseimbangan karena berbagai alasan; seperti infeksi, cacat bawaan lahir, dan bahkan cedera. Anak juga mungkin akan mengalami salah satu dari tiga jenis gangguan pendengaran.

Jenis pertama adalah gangguan pendengaran konduktif, yaitu menurunnya tingkat suara ketika menuju telinga bagian dalam. Beberapa penyebab yang paling umum adalah otitis eksternal, otitis eksterna (telinga perenang), otitis media (infeksi telinga), atau penumpukan cairan di telinga bagian tengah akibat infeksi dingin. Adanya benda asing atau cacat pada telinga bagian luar dan tengah juga dapat menyebabkan gangguan telinga jenis ini.

Berikutnya adalah gangguan pendengaran sensorineural, yang ditandai oleh kerusakan pada telinga bagian dalam, khususnya di koklea atau saraf. Penyebabnya dapat karena cedera kepala, penyakit, dan penuaan. Telinga bagian dalam juga dapat mengalami kerusakan, karena efek samping dari obat-obatan tertentu dan faktor keturunan.

Jenis ketiga adalah gangguan pendengaran campuran, yaitu ketika seorang anak mengalami gangguan pendengaran konduktif dan sensorineural.

Anak juga dapat mengalami gangguan keseimbangan seperti neuroma akustik; yang terjadi ketika ada tumor jinak yang menekan saraf keseimbangan dan pendengaran, dan penyakit Meniere; yang memengaruhi labirin telinga bagian dalam. Labirin tersebut memiliki membran dengan cairan endolimfe yang membantu mengatur keseimbangan.

Audiolog pediatri menjalankan serangkaian pemeriksaan untuk mendiagnosa gangguan pendengaran dan keseimbangan dengan benar, yang meliputi:

  • Pemeriksaan untuk pengenalan kata, di mana pasien diminta untuk mengulang kata yang diucapkan oleh audiolog;
  • Pemeriksaan nada murni, di mana anak menekan tombol yang sesuai dengan nada tertentu yang disajikan melalui audiometer pada kenyaringan dan ketinggian nada yang berbeda;
  • Timpanometri, digunakan untuk menguji efektifitas gendang telinga melalui probe (alat bedah berujung tumpul) kecil yang memberi sedikit tekanan pada gendang telinga.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, audiolog akan:

  • Menyarankan penggunaan alat bantu dengar seperti implan koklea, untuk meningkatkan, memulihkan, atau mendapatkan pendengaran;
  • Memantau perkembangan penyakit;
  • Merujuk pasien ke dokter spesialis lain, seperti dokter THT atau dokter bedah;
  • Memberi saran bagaimana cara memperbaiki atau mengatasi gangguan;
  • Membimbing pasien dan keluarganya;
  • Menawarkan pengobatan dan terapi lainnya untuk membantu pasien mengatasi gangguan pendengaran.
    Rujukan:

  • Haddad J Jr. Hearing loss. In: Kliegman RM, Behrman RE, Jenson HB, Stanton BF, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 19th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2011:chap 629.

  • O'Handley JG, Tobin E, Shah AR. Otorhinolaryngology. In: Rakel RE, ed. Textbook of Family Medicine. 8th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2011:chap 19.

Bagikan informasi ini: