Apa itu Pemasangan Kateter Vena Sentral?

Pemasangan kateter vena sentral, yang juga disebut kateterisasi vena sentral atau akses vena sentral, adalah pemasukan kateter (tabung kecil lentur) ke dalam vena besar. Tindakan ini dilakukan karena beberapa alasan, seperti memasukkan cairan atau obat-obatan, mengukur tekanan di vena sentral (dekat dengan jantung), menjalankan pemeriksaan darah khusus yang disebut saturasi oksigen vena sentral, dan sebagainya. Kateter dimasukkan melalui proses yang rumit dengan menggunakan metode khusus seperti teknik Seldinger, untuk memastikan ketepatan penempatan dan mencegah kemungkinan komplikasi; termasuk infeksi, pendarahan, pneumotoraks (pengumpulan udara pada rongga pleura), dan lain-lain.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemasangan Kateter Vena Sentral & Hasil yang Diharapkan

Tiga kegunaan utama kateterisasi vena sentral adalah untuk memasukkan obat-obatan, memantau tekanan vena, dan mengambil darah untuk uji laboratorium.

Bila untuk memasukkan obat-obatan, kateterisasi vena sentral digunakan hanya untuk obat tertentu seperti:

  • Antibiotik jangka panjang
  • Pereda rasa sakit jangka panjang
  • Obat kemoterapi
  • Obat yang dapat menyebabkan flebitis apabila dimasukkan pada vena perifer (termasuk kalsium klorida, salin hipertonik, kalium klorida, dan vasopresor seperti dopamin dan epinefrin)
  • Rehidrasi berlanjut (pemberian cairan)

Untuk pengambilan darah, kateterisasi vena sentral akan dibutuhkan ketika:

  • Pengambilan darah harus sering dilakukan karena kondisi pasien
  • Pengambilan sel induk darah perifer
  • Akses vena periferal tidak dapat dilakukan
  • Cuci darah dibutuhkan


Pemasangan kateter vena sentral paling bermanfaat untuk pasien yang mengalami sakit kronis, dirawat dalam waktu lama, dan memerlukan akses intravena (infus) yang berulang kali atau secara terus-menerus, untuk memasukkan cairan, obat, atau nutrisi. Hal ini karena kateterisasi vena dapat dipasang untuk waktu yang lebih lama dibanding pilihan infus lainnya.

Cara Kerja Pemasangan Kateter Vena Sentral

Kateter vena sentral dapat dipasang pada:

  • Vena jugularis interna pada leher
  • Vena subklavia pada dada
  • Vena aksilaris pada dada
  • Vena femoralis pada pangkal paha


Jenis infus kateter vena sentral yang berbeda juga dapat dipasang tergantung pada tujuan, seperti:

  • Kateterisasi vena sentral yang dipasang secara perifer
  • Port-a-Cath (perangkat akses vaskular yang ditanam di bawah kulit)
  • Hickman (kateterisasi vena sentral untuk pemberian kemoterapi, obat, pengambilan darah)
  • Kateter Groshong (jenis tunneled: ditanam di bawah kulit)
  • Kateter Quinton (jenis non-tunneled: disesuaikan ditempat masuk)


Proses pemasangan kateter vena sentral dimulai dengan membersihkan daerah di mana kateter akan dimasukkan, yang diikuti dengan pemberian obat bius lokal. Membersihkan kulit yang dilakukan dengan iodin povidon atau klorheksidin, berperan penting dalam mencegah infeksi.

Setelah itu, dokter akan mengidentifikasi lokasi spesifik vena, yang paling umum dilakukan dengan menggunakan USG, dan memasukkan jarum berlubang yang akan membantu pemasangan kateter. Terkadang, dokter juga mengambil sedikit darah untuk memeriksa kecepatan aliran dan warna darah, keduanya dapat membantu memastikan apakah darah memang berasal dari vena sentral atau arteri. Ketika sudah dipastikan bahwa posisinya benar, kateter akan dimasukkan dan jarum berlubang akan dikeluarkan.

Terlepas dari tujuan, lokasi, atau jenisnya, pemasangan memerlukan teknik sterilisasi untuk mencegah kateter menjadi penyebab infeksi atau pintu masuk kuman. Salah satu teknik yang umum adalah teknik Seldinger, yaitu menggunakan kawat pemandu yang dapat melalui vena sentral. Prosesnya dapat dipandu dengan ultrasound untuk mengurangi risiko komplikasi, dan biasanya diikuti dengan rontgen, untuk memastikan kateter terpasang dengan benar dan tidak ada komplikasi yang terjadi.

Kemungkinan Komplikasi & Resiko Pemasangan Kateter Vena Sentral

Proses untuk memasukkan kateter vena sentral sangat sensitif, dengan risiko tinggi adanya kemungkinan komplikasi karena pemasangan yang tidak benar atau tidak steril. Karena itu, dokter biasanya menimbang lebih besar manfaat atau risikonya, untuk memastikan kateterisasi vena sentral adalah pilihan yang baik untuk pasien.

Berikut ini adalah beberapa komplikasi terkait pemasangan kateter vena sentral:

  • Infeksi – Risiko infeksi adalah salah satu yang biasa terjadi dalam semua tindakan kateterisasi, karena kateter dapat memudahkan bakteri memasuki aliran darah. Kateterisasi vena sentral secara khusus dikaitkan dengan infeksi aliran darah yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Oleh sebab itu, standar tertentu seperti kebersihan tangan, penutup seluruh-badan, dan penggunaan antiseptik, telah diterapkan dan ditingkatkan lebih jauh lagi untuk mengurangi risiko ini. Apabila terjadi infeksi, pasien akan diobati dengan antibiotik. Tetapi, kateter juga harus dilepas, terutama ketika dipastikan bahwa penyebab infeksi adalah kateter. Hal ini dapat dibuktikan dengan mengambil sampel darah dari kateter dan vena lain, lalu membandingkan kecepatan pertumbuhan bakteri yang diambil dari keduanya.

  • Pneumotoraks – Pneumotoraks adalah komplikasi yang dapat terjadi setelah pemasangan kateter vena sentral di dada, terutama dengan kateterisasi vena subklavia. Untungnya, menggunakan USG saat menjalankan proses dapat mengurangi risiko tersebut.

  • Kesalahan penempatan – Ada sedikit risiko kateter dipasang dengan tidak benar. Risikonya meningkat pada pemasangan di leher, di mana kateter mungkin dimasukkan ke dalam arteri vertebralis atau arteri karotis. Pada beberapa kasus, kateter mungkin telah terpasang dengan benar, tetapi ujungnya mungkin salah arah, contohnya, masuk pada vena subklavia dan bukan pada vena kava superior.

  • Trombosis – Ada sedikit risiko pasien mengalami trombosis vena atau trombosis vena dalam pada ekstremitas atas (lengan).

  • Embolisme udara – Ada risiko yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah ketika udara masuk ke vena saat memasukkan kateter, dan mengakibatkan pembentukan gelembung udara.

  • Komplikasi pendarahan – Komplikasi pendarahan seperti hematoma (kumpulan darah di luar pembuluh darah) juga dapat terjadi. Hal ini lebih cenderung terjadi pada kateterisasi vena sentral di leher.

  • Aritmia – Ada risiko bahwa kateter mungkin mendorong endokardium saat dimasukkan. Akan tetapi, ini mudah ditangani pada saat proses dengan menarik kateter dan memasukkannya kembali.


Pada umumnya, teknik pemasangan yang benar dan penggunaan panduan ultrasound, dapat mengurangi atau bahkan mencegah adanya risiko dan komplikasi.

Rujukan:

  • Shapey IM, Foster MA, Whitehouse T, et al. Central venous cather-related bloodstream infections: improving post-insertion catheter care. J Hosp Infect. 2009;71:117-122.
Bagikan informasi ini: