Apa itu Aspirasi Sendi?

Aspirasi sendi atau artrosentesis adalah proses penghisapan cairan dari sendi untuk diagnosis dan pengobatan terkait masalah sendi. Aspirasi sendi sedikit berbeda dari injeksi sendi, yang dapat digunakan untuk memasukkan obat ke sendi.

Sendi, yang juga disebut artikulasi, adalah bagian dari sistem rangka di mana tulang saling bertemu. Fungsi sendi adalah mengatur pergerakan. Sendi terdiri dari tulang rawan (jaringan di atas tulang pada sendi, yang mengurangi gesekan tulang saat bergerak), ligamen (jaringan penghubung yang dapat meregang dan membatasi pergerakan sendi), dan tendon (yang mengatur pergerakan sendi). Sendi juga memiliki cairan sinovial pada selaputnya, yang melumasi sendi, dan cairan pada bursa atau kantung yang menjadi bantalan.

Cairan pada sendi dapat membantu spesialis ortopedi untuk memahami penyebab sakitnya sendi. Walaupun dapat dilakukan pada semua sendi, aspirasi sendi lebih umum dilakukan pada sendi lutut.

Siapa yang Perlu Menjalani Aspirasi Sendi & Hasil yang Diharapkan

Dokter dapat menyarankan aspirasi sendi apabila:

  • Terdapat rasa sakit yang berlanjut atau semakin memburuk, yang mungkin memengaruhi sendi.
  • Pasien diyakini mengalami artritis, yaitu kekakuan dan peradangan pada sendi.
  • Dokter yakin bahwa rasa nyeri disebabkan oleh rematik, masalah pada sendi yang ditandai dengan adanya timbunan kristal pada sendi. Kristal ini terbentuk akibat kadar purin yang tinggi pada tubuh.
  • Nyeri sendi kemungkinan disebabkan oleh infeksi, yang dapat mengakibatkan peradangan sendi.
  • Terdapat tumor yang tumbuh di dalam atau sekitar sendi

Sampel yang diambil harus memberikan informasi kesehatan seperti jumlah sel darah putih, adanya bakteri yang dapat menyebabkan infeksi, atau kelainan pada sistem kekebalan tubuh. Contohnya adalah artritis reumatoid, kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang selaput sinovial, yang menyebabkan peradangan, kemerahan, dan nyeri.

Cara Kerja Aspirasi Sendi

Prosedur ini sering dilakukan di rumah sakit, tetapi juga dapat dilakukan dengan rawat jalan. Sebelum aspirasi sendi, dokter akan menjelaskan rincian prosedur kepada pasien. Pasien juga akan ditanyai apakah memiliki reaksi alergi terhadap obat bius atau tidak.

Selama proses aspirasi, bagian tubuh di mana letak sendi yang terpengaruh akan dibuka. Kemudian, daerah tersebut dibersihkan dengan antiseptik. Selanjutnya, pembiusan lokal diberikan untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan menghilangkan rasa sakit. Ini berarti pasien terjaga selama proses berlangsung.

Jarum suntik steril akan disuntikkan perlahan pada daerah sendi untuk mengambil cairan. Prosesnya dapat memakan waktu setidaknya 30 menit, tergantung jumlah cairan yang harus diambil. Setelah itu, jarum secara perlahan dikeluarkan, dan daerah yang disuntik ditutup dan diperban. Sampel akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisa. Hasilnya akan dikirim ke dokter, yang kemudian akan membicarakannya dengan pasien.

Terkadang aspirasi dilakukan dengan bantuan ultrasound (USG), terutama bila sendinya kecil.

Kemungkinan Komplikasi & Resiko Aspirasi Sendi

Pada umumnya, aspirasi sendi adalah prosedur yang aman dengan rasa tidak nyaman yang sangat minim. Pasien dapat merasakan tekanan pada daerah yang disuntik, tetapi ini lama-kelamaan akan mereda. Resiko memar dan pendarahan juga kecil. Pada kasus langka, peradangan dapat terjadi terutama bila obat-obatan dengan kortison digunakan.

Rujukan:

  • El-Gabalawy HS. Synovial fluid analysis, synovial biopsy, and synovial pathology. In: Firestein GS, Budd RC, Gabriel SE, et al., eds. Kelly’s Textbook of Rheumatology. 9th ed. Philadelphia, Pa.: Elsevier Saunders; 2012:chap 53.

  • Parrillo SJ, Marrison DS, Panacek EA. Arthrocentesis. In: Roberts JR, Hedges JR, eds. Clinical Procedures in Emergency Medicine. 5th ed. Philadelphia, Pa.: Elsevier Saunders; 2009:chap 53.

Bagikan informasi ini: