Apa itu Pengangkatan Kista?

Pengangkatan kista adalah prosedur yang digunakan untuk memberhentikan pertumbuhan jaringan lunak yang abnormal atau kantong cairan yang terbentuk di berbagai bagian tubuh. Ada beberapa jenis prosedur pengangkatan kista dilakukan tergantung pada jenis kista, ukuran, dan lokasi.

Kista diidentifikasi berdasarkan gejala yang sering timbul, seperti pertumbuhan abnormal, beberapa pembengkakan di sekitarnya, perubahan warna kulit, serta rasa sakit. Tidak semua gejala ini terjadi, maka dari itu ketika terjadi semua pertumbuhan yang abnormal harus dibawa ke dokter.

Siapa yang Perlu Menjalani Pengangkatan Kista dan Hasil yang diharapkan

Prosedur pengangkatan kista direkomendasikan untuk pasien yang memiliki kista dengan gejala mengganggu, seperti sakit, atau mereka yang telah memiliki kista yang berkembang dan ada masalah dalam ukurannya. Sementara itu, biasanya kista kecil dan tanpa rasa sakit dibiarkan saja sambil terus diamati, sebagian besar kista, terutama yang lebih besar, biasanya diobati dengan menghilangkan pertumbuhan dan menguji keganasannya.

Dengan demikian, pengangkatan kista dapat diresepkan untuk setiap individu dengan kista yang disebabkan oleh alasan apapun, yang paling umum di antaranya adalah:

  • Saluran yang diiblokir, yang mana menyebabkan kista berisi cairan
  • Sel cacat, yang menyebabkan kanker kista
  • Pecahnya pembuluh darah
  • Parasit

Risiko seseorang terkena kista dapat dipengaruhi oleh genetika, cacat perkembangan, infeksi, dan cairan yang terhalang atau saluran yang tersumbat. Beberapa contoh kista yang paling umum termasuk:

  • Kista Arachnoid, ketika seseorang memiliki kantong yang abnormal berisi cairan serebrospinal pada membran arakhnoid yang meliputi otak
  • Kista Bartholin, ketika saluran Bartholin tersumbat dan menyebabkan kantong cairan terbentuk pada sisi vagina
  • Kista Payudara, atau pertumbuhan yang menyakitkan di payudara yang mengakibatkan peningkatan kerentanan untuk menjadi kanker payudara
  • Kista Ovarium, atau kista yang tumbuh di dalam ovarium wanita; kista ini bisa jinak atau ganas
  • Sebasea atau kista epidermoid, atau kista berisi cairan yang terbentuk ketika folikel atau pori-pori rambut tersumbat atau terinfeksi
  • Kista Dermoid, atau pertumbuhan abnormal yang terdiri dari epidermis, folikel rambut, dan kelenjar sebasea, memberi mereka tampilan yang unik karena adanya rambut, kulit bahkan terkadang gigi
  • Kista Testis, atau kantong kulit berisi cairan yang tumbuh di testis
  • Kista Tiroid atau Nodul, atau kista berisi cairan yang tumbuh di kelenjar tiroid
  • Kista Hepar, atau pertumbuhan abnormal dalam hati, mayoritas jinak
  • Kista Ginjal, atau kista yang tumbuh dalam ginjal, banyak yang merupakan bawaan

Seseorang yang mengeluh mengenai kista biasanya pertama-tama menjalani biopsi untuk menentukan apakah benjolan tersebut kanker atau bukan.

Jika kista yang ditemukan jinak, pasien dan dokter dapat mendiskusikan apakah akan melanjutkan dengan pengangkatan atau menunggu dan melihat apakah kista akan tumbuh lebih besar atau menyebabkan gejala di masa depan. Jika gejala seperti nyeri terjadi, kista akan diperiksa untuk tanda-tanda infeksi, seperti misalnya apakah ada nanah yang mengisi kista. Dalam kasus tersebut, pengangkatan kista diperlukan untuk menghilangkan risiko kista bernanah tersebut meledak di dalam tubuh dan meracuni darah. Jika demikian, kista dapat diangkat dengan cara operasi.

Jika kista yang ditemukan ganas, biasanya pengobatan dimulai dengan pengangkatan kista diikuti dengan rencana pengobatan yang akan tergantung pada ukuran dan lokasi kista, dan menentukan pertumbuhan kanker. Pertumbuhan kanker akan dibedah bersama dengan jaringan yang mengelilingi mereka. Namun, bedah pengangkatan kista saja tidak cukup, karena pasien yang memiliki kista ganas perlu menjalani kemoterapi atau radioterapi untuk benar-benar membunuh sel-sel kanker yang mungkin masih ada dalam tubuh.

Cara Kerja Pengangkatan Kista

Metode pengangkatan kista biasanya tergantung pada ukuran, lokasi, dan jenis kista yang terlibat. Kista berisi cairan, misalnya, dapat dikeringkan isinya, sedangkan kista yang terdiri dari jaringan perlu dipotong.

Saat ini ada banyak teknik bedah pengangkatan kista yang tersedia, seperti:

  • Minim Sayatan – teknik bedah minim sayatan adalah teknik pengangkatan kista yang kurang invasif bila dibandingkan dengan sayatan menyeluruh. Teknik ini melibatkan kompresi kista sehingga bisa melewati sayatan yang hanya 2 sampai 3 mm lebarnya. Karena sayatan terlalu kecil, teknik ini tidak memerlukan jahitan untuk menutup luka. Namun, bedah ini tidak cocok untuk semua jenis kista, terutama yang meradang, karena mereka sulit dikompres. Dalam kasus tersebut, dokter menyarankan untuk menunggu waktu yang memungkinkan yaitu ketika peradangan mereda sebelum pengangkatan dilakukan.

  • Laparoskopi atau Operasi Lubang Kunci - Kebanyakan prosedur bedah saat ini sudah memiliki teknik rekanan mereka yaitu laparoskopi. Dikenal sebagai operasi lubang kunci, laparoskopi memakai sayatan yang lebih kecil, sedikit rasa sakit, dan waktu pemulihan lebih pendek, sehingga operasi ini merupakan teknik bedah pilihan selama kondisi pasien memungkinkan. Metode ini adalah metode pengangkatan kista non-invasif yang sangat efektif dan dapat mengangkat kista dari sebagian besar lokasi. Hal ini melibatkan membuat sayatan kecil dan memasukkan laparoskopi melalui sayatan tersebut; laparoskopi adalah tabung panjang tipis yang memiliki kamera yang melekat untuk memungkinkan dokter melihat bagian dalam tubuh pasien. Instrumen bedah yang digunakan untuk mengangkat kista juga dimasukkan melalui tabung tersebut, dan operasi itu sendiri dilakukan di tubuh bagian luar pasien.

  • Bedah Sayatan Menyeluruh atau Operasi Terbuka – operasi ini menggunakan teknik operasi terbuka konvensional dengan membuat sayatan besar untuk mengambil pertumbuhan abnormal. Jenis operasi ini membutuhkan anestesi umum, yang berarti pasien akan tertidur sepanjang prosedur dilakukan.

  • Pengangkatan Kista Menggunakan Laser - Sebuah teknik pengangkatan kista yang baru-baru ini dikembangkan dengan menggunakan teknologi laser untuk membuat sayatan kecil di kista itu sendiri untuk menguras isinya, setelah itu dinding kista dikeluarkan melalui bedah minim sayatan. Teknik ini dapat mengangkat kista bahkan yang berukuran besar, tetapi hanya cocok untuk kista yang tidak terinfeksi, karena jika kista yang terinfeksi meletus, pasien jadi rentan terhadap keracunan darah.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pengangkatan Kista

Setiap operasi memiliki potensi risiko dan komplikasi tertentu. Risiko dapat mencakup:

  • Pendarahan
  • Gumpalan darah
  • Infeksi
  • Nyeri
  • Bekas luka eksternal atau internal
  • Kista berulang
  • Infertilitas (ovarium atau pengangkatan kista testis)
  • Kerusakan organ

Risiko seseorang untuk mengalami komplikasi setelah operasi pengangkatan kista cenderung meningkat jika dia:

  • Obesitas
  • Menderita penyakit kronis
  • Seorang peminum berat
  • Seorang perokok
  • Seorang pengguna narkoba
  • Hamil

Untuk menghindari komplikasi pasca bedah, pasien disarankan untuk memperhatikan jika ada tanda-tanda infeksi dan menghindari aktivitas berat selama 3 sampai 6 minggu setelah operasi; operasi terbuka konvensional memerlukan waktu pemulihan lebih lama. Gejala yang tak diinginkan harus dilaporkan ke dokter sesegera mungkin.

Rujukan:

  • Nicolai P, Castelnuovo P. Benign tumors of the sinonasal tract. In: Cummings CW, Flint PW, Haughey BH, et al, eds. Otolaryngology: Head & Neck Surgery. 5th ed. Philadelphia, PA: Mosby Elsevier; 2010:chap 49.

  • Warren FM III, Shelton C, Wiggins RH III. Neuroradiology of the temporal bone and skull base. In: Cummings CW, Flint PW, Haughey BH, et al, eds. Otolaryngology: Head & Neck Surgery. 5th ed. Philadelphia, PA: Mosby Elsevier; 2010:chap 135.

Bagikan informasi ini: