Apa itu Pembersihan Serumen Anak?

Serumen adalah kotoran yang menumpuk di dalam telinga. Serumen sering ditemukan pada anak, karena telinga mereka berukuran kecil. Sehingga, kotoran susah keluar dari telinga secara alami.

Kotoran telinga sebenarnya dibutuhkan untuk menjaga kesehatan telinga. Kotoran ini dihasilkan oleh kelenjar khusus yang terletak di bagian luar ketiga dari saluran telinga. Fungsinya adalah melindungi lapisan kulit di saluran telinga yang sensitif serta membunuh bakteri yang masuk ke telinga. Namun, saluran telinga dapat bersih dengan sendirinya; saat lapisan kulit yang lama keluar dari telinga, kotoran telinga juga akan dikeluarkan. Namun, ada kasus di mana kelenjar telinga menghasilkan kotoran telinga yang lebih banyak. Sehingga, kotoran akan menumpuk, atau kotoran yang sudah kering tidak keluar dengan semestinya, dan menyebabkan penimbunan kotoran serta penyumbatan telinga.

Masalah ini mudah disembuhkan dengan tetes telinga yang dapat dibeli di apotek. Tetes telinga ini dapat melunakkan kotoran telinga, sehingga kotoran dapat keluar dengan sendirinya. Namun, tetes telinga terkadang menyebabkan iritasi kulit dan tidak dapat digunakan untuk membersihkan serumen. Maka dari itu, dokter dapat memutuskan untuk melakukan pembersihan serumen anak.

Siapa yang Perlu Menjalani Pembersihan Serumen Anak dan Hasil yang Diharapkan

Pembersihan serumen anak perlu dilakukan apabila (1) telinga anak tersumbat karena kotoran telinga yang terlalu banyak dan (2) tetes telinga tidak dapat membersihkan kotoran telinga.

Maka dari itu, tindakan pembersihan kotoran telinga dapat menolong:

  • Anak yang menghasilkan banyak kotoran telinga secara alami
  • Anak yang menghasilkan kotoran telinga yang keras atau kering secara tidak alami
  • Anak yang saluran telinganya sangat sempit
  • Anak yang memiliki rambut pada saluran telinga
  • Anak yang mengalami pertumbuhan tulang abnormal pada struktur saluran telinga
  • Anak yang sering memasukkan benda ke telinga, misalnya penutup telinga atau cotton bud
  • Anak yang menggunakan alat bantu pendengaran
  • Anak yang menggunakan tabung telinga atau miringotomi
  • Anak yang gendang telinganya berlubang, sehingga tidak dapat menggunakan tetes telinga


Walaupun kotoran telinga dapat dikelurkan dengan mudah saat telinga anak bertambah besar, namun penyumbatan telinga dapat menyebabkan komplikasi, sehingga harus dilakukan penanganan medis.

Gejala atau komplikasi yang dapat terjadi karena penyumbatan telinga akibat serumen adalah:

  • Nyeri telinga atau otalgia
  • Gangguan pendengaran
  • Telinga terasa gatal
  • Infeksi
  • Tinnitus atau mendengar suara dari dalam tubuh
  • Vertigo
  • Otorrhea, atau ada cairan yang keluar dari telinga
  • Telinga mengeluarkan bau yang tidak sedap
  • Batuk


Apabila seorang anak mengalami penimbunan kotoran telinga namun tidak memenuhi kriteria dan gejala di atas, dokter dapat memberi saran pada orangtua atau wali anak untuk menunggu sampai anak bertambah usia atau saat saluran telinganya membesar. Saat anak bertambah dewasa, serumen dapat hilang dengan sendirinya atau tindakan pembersihan serumen akan menjadi lebih aman bagi anak.

Setelah tindakan selesai, kotoran telinga anak akan hilang, telinganya menjadi bersih dan gejala lain juga akan berhenti.

Cara Kerja Pembersihan Serumen Anak

Pembersihan serumen anak akan dilakukan oleh dokter spesialis THT anak, seorang dokter yang ahli dalam menangani kondisi yang menyerang telinga, hidung, dan tenggorokan anak. Orangtua dapat menemui dokter THT di area tempat tinggal mereka atau meminta rujukan dari dokter umum atau dokter anak.

Saat konsultasi, dokter akan memeriksa bagian dalam telinga untuk mengetahui tingkat keparahan penyumbatan telinga. Ia juga dapat melakukan tes pendengaran dasar apabila anak mengalami gejala tertentu.

Langkah pengobatan yang pertama adalah memberikan tetes telinga. Dokter akan meminta orangtua atau pendamping anak untuk mencoba tetes telinga terlebih dahulu, sebelum dilakukan pengobatan lain.

Apabila tetes telinga tidak berhasil, dokter akan menyarankan tindakan pembersihan serumen yang lain. Tindakan yang dapat dilakukan antara lain adalah:

  • Pembersihan serumen manual – Dokter anak atau dokter THT dapat membersihkan kotoran telinga secara manual dengan menggunakan alat plastik atau logam. Namun, ukuran telinga anak yang kecil dapat mempersulit tindakan ini.

  • Irigasi telinga – Ini adalah tindakan yang dapat membersihkan kotoran telinga dengan mudah dalam waktu yang singkat. Tindakan yang tidak menyakitkan ini menggunakan pompa listrik untuk memasukkan air ke dalam telinga dan mengeluarkan kotoran telinga dan menghentikan penyumbatan.

  • Microsuction – Tindakan ini bertujuan untuk menyedot kotoran telinga menggunakan alat yang kecil.

  • Aural toilet – Tindakan ini dilakukan dengan mengikis kotoran telinga menggunakan alat kecil yang dilengkapi dengan lingkaran kecil di ujungnya.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Pembersihan Serumen Anak

Orangtua dianjurkan untuk tidak mencoba mengeluarkan atau membersihkan kotoran telinga karena membersihkan telinga anak beresiko menyebabkan komplikasi yang tidak diinginkan. Bahkan, salah satu penyebab impaksi kotoran telinga pada anak yang paling umum adalah cara membersihkan kotoran telinga yang tidak benar. Penyebabnya adalah cotton bud atau benda lain dapat menyebabkan kotoran telinga semakin terdorong ke dalam dan merusak telinga anak.

Selain itu, tidak semua tindakan pembersihan serumen bersifat aman bagi pasien anak. Walaupun dapat dilakukan pada anak muda dan remaja, anak kecil biasanya hanya diberi tetes telinga karena telinganya yang masih berukuran kecil. Sehingga, tindakan lain akan menjadi berbahaya, dan hanya akan dilakukan apabila anak mengalami gejala yang parah.

Terlebih lagi, ada beberapa tindakan yang tidak aman bagi anak yang menderita penyakit lain. Sebagai contoh, pembersihan kotoran telinga manual, walaupun dilakukan oleh dokter, akan berbahaya bagi anak yang memiliki gangguan pendarahan. Sedangkan irigasi telinga tidak aman bagi anak yang mengidap gangguan sistem imun dan diabetes.

Ada juga resiko kambuh, yaitu saat kotoran telinga terus menumpuk walaupun anak telah menjalani tindakan pembersihan serumen. Salah satu cara untuk mencegah penumpukan serumen dan gangguan telinga adalah membersihkan bagian luar telinga secara rutin dengan kain basah yang diikat di jari telunjuk. Sedangkan saluran telinga tidak perlu dibersihkan. Menggunakan tetes telinga secara rutin, apabila aman bagi anak, juga dapat membantu menjaga kebersihan telinga anak.

Rujukan:

  • Armstrong C. Diagnosis and management cerumen impaction. Am Fam Physician. 2009;80:1011-1013.

  • House JC, Lee DJ. Topical therapies of external ear disorders. In: Cummings CW, Flint PW, Haughey BH, et al, eds. Otolaryngology: Head & Neck Surgery. 5th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Mosby; 2010:chap 138.

Bagikan informasi ini: