Apa itu Operasi Pengangkatan Kista?

Kista adalah kapsul yang berbentuk seperti kantung dan tumbuh di jaringan tubuh. Kista biasanya berisi cairan, gas atau zat semi padat. Kista dapat berukuran sangat kecil atau tumbuh menjadi sangat besar dan menggeser organ dalam. Kista memiliki banyak jenis karena penyebabnya yang juga beragam, misalnya faktor genetik dan infeksi. Kista dapat dideteksi dengan palpasi dan tindakan pencitraan seperti ultrasound dan pemindaian MRI. Setelah kista ditemukan, dokter dapat menyarankan pengobatan yang terbaik untuk menangani kista. Salah satu jenis pengobatan adalah eksisi atau operasi pengangkatan kista. Ada tiga jenis teknik eksisi: eksisi luas tradisional (conventional wide excision), eksisi minimal (minimal excision) dan eksisi biopsi punch. Eksisi luas tradisional digunakan saat operasi ringan karena teknik ini bertujuan untuk mengangkat kista dengan membuat sayatan yang panjang pada tubuh. Eksisi minimal mirip dengan eksisi luas, namun bedanya dokter akan membuat sayatan yang sangat kecil, cukup untuk mengeluarkan kista dan mengangkat dinding kista. Sedangkan eksisi biopsi punch menggunakan laser untuk membuat lubang yang sangat kecil. Lubang tersebut digunakan untuk mengeluarkan isi kista. Setelah satu bulan, dinding kista akan diangkat. Teknik ini biasanya tidak meninggalkan bekas luka.

Siapa yang Perlu Menjalani Operasi Pengangkatan Kista dan Hasil yang Diharapkan

Semua teknik yang telah disebutkan di atas dapat digunakan untuk mengangkat kista. Dokter akan mempertimbangkan faktor berikut dalam memilih teknik yang akan digunakan: ukuran kista, apakah isi kista dapat dikeluarkan dengan mudah dan bagaimana bekas luka akan memengaruhi penampilan pasien. * Eksisi luas tradisional – Metode ini digunakan untuk mengangkat seluruh bagian kista. Seperti namanya, tindakan ini membutuhkan sayatan yang lebar untuk mengangkat kista tanpa mengeluarkan isinya. Metode ini sebaiknya digunakan untuk mengangkat kista yang isinya sulit dikeluarkan. Dengan menggunakan teknik ini, kista pasti tidak akan tumbuh kembali. Akan tetapi, teknik ini akan meninggalkan bekas luka yang panjang. * Eksisi minimal – Teknik ini merupakan teknik ganda, karena dilakukan dengan mengeluarkan isi kista serta mengangkat dinding kista. Metode ini sebaiknya dijalani oleh pasien yang tidak menginginkan bekas luka yang panjang (yang akan terjadi apabila teknik eksisi luas digunakan). Namun apabila menggunakan teknik ini, maka ada kemungkinan kista akan tumbuh kembali. * Eksisi biopsi punch – Teknik ini mirip dengan teknik eksisi minimal. Bedanya, teknik ini menggunakan teknologi laser untuk membuat lubang di tubuh pasien. Lubang ini digunakan untuk membuka kista dan mengeluarkan isinya. Setelah satu bulan, dinding kista akan diangkat dengan teknik eksisi minimal. Apabila teknik ini dipilih, bekas luka yang ditinggalkan hanya berukuran sangat kecil dan kemungkinan besar kista tidak akan tumbuh kembali. Namun, akan dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan operasi.

Cara Kerja Operasi Pengangkatan Kista

  • Eksisi luas tradisional – Bagian di sekitar kista akan dibersihkan terlebih dahulu dengan larutan iodin povidon. Kemudian, kulit dan jaringan di sekitar kista akan diberi obat bius. Dokter akan membuka kulit dengan pisau bedah. Lalu, ia akan menahan kulit dengan jari atau forcep untuk mengangkat kista tanpa memecahkannya. Sayatan pada tubuh akan disterilkan, kemudian dijahit. Setelah itu, bekas sayatan akan diperban. Perban harus diganti sekali atau dua kali setiap hari selama 7-10 hari.
  • Eksisi minimal – Pertama, dokter akan memberikan antiseptik dan obat bius pada bagian tubuh yang akan dioperasi. Lalu, dokter akan menusuk bagian tengah kista. Hemostat yang berujung kecil akan dimasukkan melalui lubang tersebut agar kista tetap terbuka dan isinya dapat dikeluarkan. Setelah itu, kista akan dipencet. Setelah isi kista berhasil dikeluarkan, hemostat dimasukkan kembali untuk mengangkat dinding kista. Seluruh bagian kista seharusnya bisa diangkat tanpa memecahkannya. Namun, apabila dinding kista terlalu tipis dan pecah saat operasi, maka harus dilakukan kuretase untuk membersihkan sisa kista. Bekas sayatan harus diperiksa dengan teliti untuk memastikan tidak ada bagian kista yang tertinggal. Setelah selesai, luka akan diolesi salep antibiotik dan ditutup dengan kain kasa. Luka harus ditekan secara langsung selama 1-2 jam agar dapat tertutup. Eksisi minimal tidak harus ditutup dengan jahitan.
  • Eksisi biopsi punch – Teknik ini menggunakan laser untuk membuat lubang di lokasi kista. Kemudian, dokter akan menekan kista untuk mengeluarkan isinya. Apabila kista berisi zat padat, maka dokter akan menggunakan kuret untuk mengikis kista tanpa merusak dindingnya. Setelah itu, bagian dalam luka akan dibersihkan dengan sebuah larutan. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bagian kista yang tersisa. Kemudian, bagian dalam kista akan disterilkan dan ditutup dengan jahitan tunggal atau lem.

    Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Operasi Pengangkatan Kista

Operasi pengangkatan kista biasanya tidak rumit dan membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Kemungkinan risiko dan komplikasi antara lain adalah pendarahan, nyeri pasca operasi, infeksi, dan bekas luka.

Rujukan: * American Family Physician

  • American Family Physician
Bagikan informasi ini: