Definisi dan Gambaran Umum

Kemarahan adalah bentuk emosi yang wajar dan sehat serta dapat terjadi dengan cepat. Namun, seringnya kehilangan kendali akan emosi ini dapat memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan tubuh dan jiwa. Hal ini juga dapat mengganggu fisik dan emosi orang lain, terutama mereka yang berada dekat dengan kita.

Mengelola amarah adalah tentang bagaimana belajar menghadapi emosi dengan cara mengenali pola berfikir yang dapat membuat Anda kehilangan kendali. Sebagai contoh, kecenderungan negatif, seperti selalu mencari tempat untuk dipersalahkan, terlalu cepat menarik kesimpulan, dan terobsesi pada apa yang harus dan seharusnya dapat terjadi dalam memicu kemarahan. Kecenderungan yang demikian ini menimbulkan keadaan dimana orang lain juga dapat menanggapinya secara negatif dan jika Anda memiliki masalah dalam mengelola amarah, keadaannya akan semakin sulit untuk dikendalikan.

Kehilangan kesabaran biasanya bukanlah sebuah pertanda dari masalah pengelolaan amarah. Pada umumnya, para psikolog akan melihat pola perilaku dan tanda-tanda fisik dan emosi untuk kemudian menentukan jenis dari gangguan amarah. Beberapa bentuk yang paling umum dari gangguan amarah adalah:

  • Kemarahan terus-menerus
  • Menyalahkan diri sendiri
  • Menghakimi
  • Tidak bisa berfikir jernih
  • Berubah-ubah
  • Pasif

Setiap bentuk gangguan amarah tersebut memiliki pengaruh yang penting pada kesehatan fisik maupun mental. Kemarahan terus-menerus dapat menyebabkan lemahnya sistem daya tahan tubuh dan dapat memicu gangguan kejiwaan lain. Kemarahan yang cenderung menyalahkan diri sendiri dapat menyebabkan kerugian bagi diri seseorang dan rasa bersalah yang berkepanjangan. Kemarahan yang menghakimi mengakibatkan timbulnya kebencian pada orang lain. Kemarahan yang menyebabkan ketidakmampuan untuk berfikir jernih membawa pada perasaan tidak mampu mengatasi tantangan hidup. Amarah yang terus berubah-ubah menyebabkan kekerasan pada orang lain. Sementara itu, kemarahan pasif mengarahkan pada perilaku yang menghancurkan diri sendiri.

Penyebab Keadaan

Masalah pengelolaan amarah terlahir dari ketidakmampuan seseorang untuk mangatasi permasalahan tertentu. Sebagai contoh, jika Anda tidak mampu menyetujui suatu gagasan dan kepercayaan, jika Anda mengalami kesulitan untuk mengemukakan emosi selain amarah, atau jika Anda tidak dapat melihat keadaan dari sudut pandang orang lain, Anda akan dengan mudah merasa marah setiap kali suatu perselisihan muncul.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa seseorang tidak mampu mengatasi amarah:

  • Lingkungan – Jika seorang anak tumbuh di tengah orang tua yang memiliki masalah dalam mengelola amarah, kemungkinan sang anak akan meniru perilaku tersebut. Sang anak akan berfikir bahwa kemarahan adalah reaksi yang alami terhadap setiap hal.

  • Kekerasan – mengalami kekerasan pada masa kecil adalah salah satu penyebab utama dari permasalahan pengelolaan amarah. Kekerasan dapat membuat seseorang merasa bahwa tanggapan emosional yang paling tepat adalah amarah.

  • Kekurangan kepercayaan diri – Jika Anda kurang percaya diri, kemungkinan besar Anda salah dalam mengartikan kondisi umum sebagai suatu ancaman. Amarah adalah respon yang alami terhadap suatu ancaman.

  • Pengelolaan stres – Setiap orang dapat terkena stres setiap saat. Beberapa orang mungkin lebih sering terkena stres dibandingan yang lainnya. Bagaimanapun juga, jika Anda tidak mengetahui bagaimana cara mengelola stres dengan baik, terdapat kemungkinan bahwa Anda akan mulai bergantung pada emosi yang paling kuat untuk mengatasi tekanan.

  • Ketidakmampuan untuk mengutarakan emosi – Beberapa orang diajarkan sejak usia dini bahwa mengutarakan emosi adalah sesuatu yang salah. Sayangnya, menekan beberapa bentuk emosi akan mengakibatkan pada ketidakmampuan untuk menguasai emosi. Kemarahan adalah bentuk yang paling kuat dan kemungkinan besar seseorang tidak mampu belajar mengatasi emosi jika mereka tidak mampu lagi menahannya.

Gejala Utama

Kemarahan dapat berupa kondisi mental, tetapi emosi mempengaruhi fisik dalam banyak cara. Beberapa gejala fisik yang umum dari amarah adalah:

  • Meningkatnya tekanan darah
  • Kelelahan
  • Jantung berdebar
  • Dada mengencang
  • Sakit kepala

Jika kemarahan berlangsung dalam waktu lama, penderita akan mulai mengalami kegelisahan, depresi, gangguan ingatan, dan gangguan tidur. Hal ini dapat tiba ke titik di mana bahkan melakukan kegiatan sehari-hari yang sederhana pun dapat menjadi masalah besar. Ada juga kemungkinan bahwa orang tersebut akan tidak lagi dapat mempertahankan hubungan.

Siapa Yang Harus Ditemui dan Jenis Perawatan yang Tersedia

Jika Anda memiliki permasalahan dalam mengelola amarah, orang yang paling tepat Anda temui adalah psikolog. Kebanyakan orang yang memiliki permasalahan dalam mengatasi emosi tidak mengetahui pokok penyebab dari keadaan tersebut. Seorang psikolog dapat membantu memastikan penyebab pasti dari permasalahan tersebut.

Jika belum sampai pada kondisi dimana kemarahan menyebabkan permasalahan dalam hidup Anda, Anda dapat mencoba langkah-langkah berikut untuk melihat apakah Anda dapat menangani kondisi emosi tersebut tanpa harus pergi untuk melakukan konseling.

  • Tenang – Kapanpun Anda merasa mulai marah, cobalah memusatkan pikiran untuk menenangkan diri Anda. Ambil nafas dalam dan paksa diri Anda untuk memikirkan hal lain selain yang membuat Anda marah. Jika Anda mampu, pindahkan diri Anda dari keadaan yang membuat Anda marah tersebut sehingga Anda dapat merasa lebih baik dan lambat laun menjadi tenang. Sebagai contoh, jika Anda berada dalam ruangan dan Anda merasa marah dengan seseorang, tarik nafas dalam dan paksa diri Anda untuk berjalan keluar ruangan. Jika Anda sedang mengemudi, pelankan kendaraan Anda dan carilah tempat dimana Anda dapat memarkirkan kendaraan Anda. Dalam rangka untuk menenangkan diri Anda, mulailah berfikir bahwa menjadi agresif bukanlah satu-satunya solusi.

  • Utarakan kemarahan Anda dengan tenang – Selalu ingat bahwa kemarahan adalah suatu emosi yang sehat dan perlu untuk diutarakan. Setelah Anda mulai tenang, cobalah untuk memikirkan solusi lain dan diskusikan ini dengan orang yang sedang bermasalah dengan Anda.

  • Hindari mengkritik – Ketika mengutarakan kemarahan Anda, hindari membuat keadaan semakin buruk dengan mengkritik orang lain.

  • Belajar untuk memaafkan - Salah satu cara untuk belajar menguasai kemarahan adalah belajar untuk memaafkan. Selalu berfikir bahwa setiap orang tidak bisa selalu bertindak seperti keinginan Anda, dan bahwa Anda berkeinginan untuk memaafkan mereka yang melakukan tindakan yang berbeda.

Jika Anda tidak dapat melakukan langkah-langkah diatas, alangkah baiknya untuk mencari pertolongan. Untuk berkonsultasi dengan psikolog sendiri tentunya tidak murah. Jadi, jika Anda tidak mampu berkonsultasi dengan psikolog, pusat kesehatan di lingkungan tempat tinggal Anda mungkin memiliki konselor yang dapat membantu Anda dengan masalah pengelolaan amarah dengan harga yang terjangkau.

Jangan menunggu hingga ketidakmampuan Anda dalam menguasai amarah merusak hidup Anda dan/atau membuat Anda terlibat dalam masalah hukum. Sangat memungkinkan untuk belajar mengelola amarah Anda. Anda hanya membutuhkan seseorang yang dapat menunjukkan Anda bagaimana caranya.

Sumber Informasi:

  • Australian Psychological Society: Managing Your Anger
  • National Anger Management Association – Anger Management
Bagikan informasi ini: