Apa itu Penggantian Katup Aorta Transkateter?

Penggantian Katup Aorta Transkateter atau Transcatheter aortic valve replacement (TAVR) adalah prosedur yang digunakan untuk mengatasi katup aorta yang menyempit. Katup aorta adalah salah satu dari empat katup jantung manusia. Katup ini memiliki tiga lembaran. Saat ventrikel kiri berkontraksi, ketiga lembaran tersebut akan terbuka dan memungkinkan darah bergerak maju. Kemudian, lembaran akan menutup setiap jantung berdetak untuk mencegah darah mengalir ke belakang.

Katup aorta dapat menyempit, menebal, dan berkurang fleksibilitasnya saat seseorang bertambah tua. Jika hal ini terjadi, katup tidak dapat membuka dengan penuh setiap kali ventrikel berkontraksi. Akibatnya, jantung terpaksa berkerja lebih keras untuk mendorong darah. Lama kelamaan, ini dapat membuat jantung tegang dan menimbulkan gejala. Seperti, nyeri dada, napas pendek, dan pusing. Apabila tidak diobati dengan benar, kondisi ini dapat menjadi semakin parah dan memicu gagal jantung. Oleh karena itu, kondisi ini dikategorikan sebagai kondisi yang mengancam nyawa.

Guna mengatasi kondisi ini, katup aorta yang sakit perlu diganti dengan katup baru. Ada dua pilihan untuk penggantian katup, operasi jantung terbuka dan TAVR. Operasi jantung terbuka membutuhkan sayatan di rongga dada untuk mengakses dan mengganti katup yang sakit. Sementara, TAVR menggunakan pendekatan minimal invasif yang hanya membutuhkan sayatan kecil. Akan tetapi, TAVR hanya diperkenankan bagi pasien yang tidak cukup sehat untuk menahan operasi jantung terbuka atau menderita kondisi medis tertentu.

Siapa yang Perlu Menjalani Penggantian Katup Aorta Transkateter dan Hasil yang Diharapkan

Banyak pasien penyempitan katup aorta yang lebih memilih TAVR daripada operasi jantung terbuka. Karena, dapat meminimalisir risiko operasi jantung terbuka. Namun, TAVR hanyalah pilihan bagi mereka yang memenuhi kriteria tertentu. Di antaranya, berusia di atas 80 tahun dan secara fisik tidak cukup kuat menjalani operasi jantung terbuka.

Untuk itu, sebelum TAVR direkomendasikan, pasien dinilai oleh tim spesialis multidisiplin untuk menentukan kelayakannya.

Penting untuk dicatat bahwa tidak semua pasien dengan katup aorta stenotik harus menjalani prosedur operasi. Pasien dengan kasus ringan sampai sedang dan tidak menunjukkan gejala, sering kali tidak memerlukan perawatan. Hanya saja, pasien diminta untuk mencegah penyakit menjadi semakin parah dengan menjalani gaya hidup sehat.

Prosedurnya bisa mengembalikan aliran darah normal ke jantung. Karena itu, gejala pasien akan langsung hilang. Selain itu, kualitas hidup mereka diharapkan bisa meningkat secara signifikan. Begitu juga dengan menurunnya risiko gagal jantung.

Cara Kerja Penggantian Katup Aorta Transkateter

Ada dua metode untuk melakukan TAVR. Perbedaan utama dari kedua metode tersebut adalah lokasi sayatan. Sayatan bisa dibuat pada selangkangan (pendekatan transfemoral) atau area dada (pendekatan transpikal).

Pendekatan ransfemoral berarti melewati arteri femoralis. Arteri ini bisa diakses melalui selangkangan. Dalam prosedur ini, spesialis bedah membuat lubang di selangkangan dan memasukkan introducer sheath ke dalam arteri femoralis. Kemudian, kabel pemandu yang fleksibel akan dimasukkan melalui steath dan hingga mencapai aorta dan ventrikel kiri. Kabel tersebut akan digunakan untuk mengarahkan kateter katup aorta. Kateter tersebut memiliki balon kecil di ujungnya yang akan dikembangkempiskan. Balon tersebut bisa membuat katup aorta lebih lebar. Setelah itu, kateter lain akan digunakan untuk menempatkan katup pengganti. Lalu, stent/ring digunakan untuk mendukung katup baru.

Pendekatan kedua disebut transapical. Pendekatan ini membutuhkan sayatan di dada (antara tulang rusuk) untuk mengakses bagian terendah jantung. Kemudian mengikuti langkah yang sama seperti yang dijelaskan di atas.

Kedua pendekatan dilakukan dengan bius total. Selain itu, keduanya juga menggunakan jenis x-ray khusus yang digunakan oleh spesialis bedah sebagai pemandu mereka sepanjang prosedur ini. Selama operasi, tim bedah akan memantau fungsi jantung dan ritme pasien secara ketat. Setiap perubahan fungsi jantung dikelola sesuai kebutuhan selama prosedur berlangsung. Setelah dioperasi, sayatan ditutup dengan jahitan. Kemudian, pasien diberi antibiotik untuk mencegah infeksi.

Setelah itu, pasien dipindahkan ke unit perawatan intensif rumah sakit. Disana, mereka akan dimonitor secara ketat untuk mendeteksi kemungkinan komplikasi. Umumnya, pasien perlu tinggal di rumah sakit antara tiga dan lima hari.

Penting bagi pasien untuk menerapkan gaya hidup sehat setelah operasi. Mereka disarankan untuk memperhatikan apa yang dikonsumsi. Mereka juga harus melakukan beberapa olahraga yang disetujui oleh dokter secara reguler. Mereka juga disarankan untuk tidak merokok dan terlalu banyak minum alkohol. Selain itu, penting juga untuk mempertahankan berat badan yang sehat.

Kemungkinan Komplikasi dan Risiko Penggantian Katup Aorta Transkateter

Meski tidak begitu invasif dibandingkan operasi jantung terbuka, TAVR memiliki risiko komplikasi. Ini termasuk kerusakan pembuluh darah dan perdarahan hebat. Daftar risiko juga mungkin dialami pasien termasuk stroke dan serangan jantung. Pasien juga dapat mengembangkan aritmia, infeksi, dan penyakit ginjal. Pada kasus yang paling parah, bisa menyebabkan kematian.

Rujukan:

  • Nishimura RA, et al. 2014 AHA/ACC guideline for the management of patients with valvular heart disease: A report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Practice Guidelines. The Journal of Thoracic and Cardiovascular Surgery. 2014;148:e1.

  • Mack MJ, et al. 5-year outcomes of transcatheter aortic valve replacement or surgical aortic valve replacement for high surgical risk patients with aortic stenosis (PARTNER 1): A randomised controlled trial. The Lancet. 2015;385:2477.

Bagikan informasi ini: