Apa itu Perawatan Anti Penuaan?

Perawatan anti penuaan adalah perawatan yang dirancang khusus untuk menyamarkan keriput, garis halus, dan kulit yang kendur. Perawatan ini biasanya dilakukan di bagian tubuh yang paling rawan terkena tanda-tanda penuaan dini, misalnya wajah, leher, dan tangan. Tergantung pada seberapa parah tanda penuaan yang timbul, pilihan perawatan dapat beragam, mulai dari produk anti penuaan yang dijual bebas seperti krim dan losion sampai suntik Botox dan pembedahan yang sangat invasif seperti pengencangan wajah. Setiap perawatan memiliki risiko tersendiri, oleh karena itu pasien harus berdiskusi dengan ahli perawatan kulit dan anti penuaan sebelum menjalani jenis perawatan apapun.

Siapa yang Perlu Menjalani Perawatan Anti Penuaan dan Hasil yang Diharapkan

Perawatan anti penuaan sangat disarankan bagi pasien yang rawan memiliki keriput dan garis halus, serta pasien yang memiliki kulit yang longgar dan kendur. Pasien yang biasanya menggunakan perawatan anti penuaan adalah mereka yang setidaknya telah berusia 30 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa jenis perawatan ini lebih diminati oleh wanita, namun saat ini makin banyak juga pasien pria yang memanfaatkan perawatan anti penuaan.

Perawatan anti penuaan bekerja dengan berbagai cara, namun biasanya perawatan ini dirancang untuk mengembalikan produksi kolagen alami. Kolagen adalah protein di jaringan penghubung yang bertanggungjawab untuk menjaga volume kulit. Namun, karena proses penuaan alami, produksi kolagen tubuh biasanya akan berkurang seiring bertambahnya waktu.

Saat ini, ada berbagai teknik yang digunakan untuk merangsang produksi kolagen dan dengan bantuan dari teknologi yang baru, efek samping seperti kerusakan pada lapisan kulit paling atas, dapat sangat dikurangi.

Hasil yang diharapkan dapat berbeda, tergantung pada jenis perawatan dan jenis zat yang digunakan. Jenis zat yang paling umum digunakan dalam perawatan anti penuaan adalah:

  • Retinol – Bentuk hewani dari vitamin A, retinol adalah jenis retinoat yang lebih ringan. Walaupun membutuhkan beberapa minggu sebelum efeknya dapat terasa, retinol terbukti sangat efektif dalam mengurangi keriput, pori-pori yang tersumbat, menyamarkan bercak coklat akibat penuaan, dan meningkatkan tekstur kulit secara keseluruhan.

  • Asam hilauronat – Asam hilauronat adalah humectant (zat yang menyerap air dari udara) yang banyak diminati, sehingga zat ini adalah pelembab alami yang sangat efektif. Asam hilauronat dapat melembabkan kulit dengan sangat baik, dan dapat ditemukan di obat anti penuaan dari dokter, perawatan kecantikan, dan losion yang dijual bebas.

  • Niacimanide – Niacinamide bekerja dengan mencegah melanin agar tidak terlihat. Produksi melanin yang berlebihan akan menyebabkan pigmentasi kulit, yang dapat menyebabkan bercak gelap pada kulit akibat matahari serta tanda lainnya pada kulit yang tidak enak dilihat. Bentuk lain dari vitamin B3 ini biasanya digunakan untuk mencerahkan bekas luka jerawat, bercak akibat penuaan, dan bercak akibat matahari sehingga tidak terlalu terlihat.

Cara Kerja Perawatan Anti Penuaan

Walaupun ada berbagai jenis perawatan anti penuaan yang menggunakan teknik yang beragam, semua jenis perawatan tersebut memiliki tujuan yang sama; untuk menghasilkan kulit yang terlihat muda, lebih halus, dan enak dilihat.

Perawatan anti penuaan yang saat ini paling banyak diminati adalah:

  • Peremajaan Kulit dengan Laser Fractional CO2 – Saat ini perawatan ini adalah jenis perawatan penghilangan keriput terbaik yang banyak diminati oleh pasien dan ahli anti penuaan, karena perawatan ini dapat memberikan hasil yang cepat dan luar biasa serta tidak menyebabkan efek samping yang parah dan waktu pemulihan yang lama. Perawatan ini menggunakan energi cahaya yang menembus lubang kecil di kulit, sehingga dapat mempercepat produksi kolagen alami tubuh. Berbeda dari teknik tradisional, tindakan ini dapat memberikan hasil yang luar biasa tanpa merusak lapisan kulit yang paling atas. Oleh karena itu, waktu pemulihan yang dibutuhkan dapat dipersingkat. Namun, kulit kemungkinan akan menjadi kemerahan dan bengkak selama 1-2 hari setelah tindakan.

  • Suntik Keriput – Seiring berjalannya waktu, teknologi suntik keriput telah sangat berkembang dan telah memajukan industri anti penuaan. Suntik keriput bekerja dengan mengisi kulit untuk mencegah terjadinya wajah yang terlihat cekung yang disebabkan oleh hilangnya elastisitas kulit akibat penuaan. Karena hal inilah, tindakan ini juga dikenal sebagai pengisi keriput atau pengisi kulit. Zat pengisi kulit memiliki banyak jenis, tergantung pada merknya, seperti Perlane, Artifill, Radiesse, Juvederm, dll. Setiap jenis pengisi kulit menggunakan zat pengisi yang berbeda, namun cara penggunaannya sama. Saat ini, jenis pengisi kulit yang terbaik adalah pengisi kulit yang mengandung asam hilauronat, yang dapat mencegah terurainya kolagen. Oleh karena itu, selain mengisi kulit, perawatan ini juga dapat membantu memperlambat proses penuaan selama 1-2 tahun.

  • Suntik Botox – Suntik Botox menggunakan berbagai bentuk botulinum toxin untuk melumpuhkan sesaat (efeknya bertahan selama 6-8 bulan) kegiatan otot agar dapat mencegah timbulnya keriput, garis berkerut di antara alis, kerut, dan kerutan dahi.

  • Pengencangan Wajah – Tindakan ini mungkin adalah perawatan anti penuaan yang paling menyeluruh. Pengencangan wajah membutuhkan operasi untuk mengencangkan kulit wajah dan melekatkannya kembali pada wajah, sehingga kulit menjadi lebih kencang dan halus. Juga dikenal sebagai rhytidectomy, tindakan ini adalah tindakan dengan sayatan yang dijamin dapat memberikan hasil yang memuaskan. Pengencangan wajah juga sering digabungkan dengan tindakan lainnya untuk memberikan hasil yang luar biasa.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Perawatan Anti Penuaan

Perawatan anti penuaan sangat jarang menyebabkan risiko dan komplikasi, namun semua jenis perawatan pasti memiliki risiko dan beberapa efek samping. Namun, risiko tersebut dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan dengan melakukan konsultasi dengan ahli perawatan kulit dan anti penuaan. Efek samping yang paling umum adalah:

  • Iritasi
  • Terlalu sensitif terhadap cahaya matahari
  • Kulit kering
  • Reaksi alergi

Pada perawatan kecantikan yang membutuhkan sayatan, ada risiko terjadi pendarahan dan infeksi, terutama saat proses pemulihan. Tindakan operasi seperti pengencangan wajah juga membutuhkan waktu pemulihan yang sangat lama, yang dapat berlangsung selama lebih dari beberapa bulan.

Rujukan:

  • National Institute on Aging: "Skin Care and Aging."
  • American Academy of Dermatology: "Mature skin" and "Protection Against Photoaging." FDA.
Bagikan informasi ini: