Apa Itu Pengobatan Neuroblastoma?

Neuroblastoma adalah kanker ganas yang dibentuk oleh gabungan sel saraf tertentu yang dikenal sebagai puncak saraf. Jenis sel ini bertugas untuk menciptakan dan mengembangkan jaringan di dalam tubuh dan sistem saraf.

Pada siklus normal, sel baru terbentuk matang dan kemudian mati agar sel-sel baru dapat hidup. Pada kasus kanker, sel tidak matang, sebaliknya sel berkembang biak hingga membentuk tumor atau massa. Kemudian, beberapa sel kanker ini dapat menerobos, bergerak melalui aliran darah, dan menempel pada jaringan atau pembuluh darah, di mana tumor baru terbentuk. Pada kasus ini, kanker telah bermetastasis (atau menyebar).

Neuroblastoma membentuk tumor atau massa yang dapat dilihat pada berbagai bagian tubuh seperti leher dan perut. Namun, tumor atau massa dapat juga ditemukan pada tulang belakang dan kelenjar adrenal, yang oleh banyak ahli dipercaya sebagai daerah yang sering menjadi asal neuroblastoma. Kelenjar ini, yang ditemukan di atas ginjal, mengeluarkan hormon yang diantaranya membantu mengatur tekanan darah dan denyut jantung. Pada daerah asal, kanker dapat menyebar ke kelenjar getah bening, hati, ginjal, dan kulit.

Kanker ini terjadi hampir selalu pada anak-anak, sementara pada kasus yang sangat jarang terjadi, beberapa orang dewasa juga dapat didiagnosis penyakit ini.

Gejala yang berhubungan dengan penyak ini bergantung pada daerah asal tumor. Jika neuroblastoma pertama muncul pada perut, anak mungkin merasa sakit pada perut atau menderita kram perut. Jika anak mengalami masalah koordinasi dan keterampilan motorik seperti berjalan atau menggenggam benda, kanker mungkin terdapat pada sumsum tulang belakang.

Neuroblastoma bersifat unik dibandingan dengan kanker lainnya dalam artian bahwa kanker ini terkadang hilang tanpa pengobatan. Namun, karena kanker sering terdeteksi pada tahap akhir, pengobatan seperti operasi, kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, dan transplantsai sel induk sering dilakukan.

Siapa yang Harus Menjalani Pengobatan Neuroblastoma dan Hasil yang Diharapkan

Anak-anak yang dilahirkan dalam keluarga dengan riwayat penyakit ini mungkin memiliki risiko lebih tinggi, meskipun neuroblastoma yang berorientasi pada keluarga jarang terjadi. Pada sebagian besar kasus, kanker ini bersifat sporadis, yang berarti muncul dengan alasan atau penyebab yang tidak diketahui.

Neuroblastoma sering didiagnosis pada anak-anak yang berusia lima tahun ke bawah. Bayi yang baru lahir juga dapat terserang penyakit ini. Anak laki-laki lebih berisiko terserang dibandingkan dengan anak perempuan.

Hasil pengobatan tergantung pada banyak faktor termasuk usia, tingkat keparahan kondisi, keganasan penyakit, dan jenis pengobatan yang diberikan. Anak di bawah lima tahun lembih mungkin pulih terutama jika penyakit ini ditemukan pada stadium awal seperti stadium 1 dan 2. Ini berarti sel kanker belum menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Sayangnya, kasus neuroblastoma biasanya ditemukan pada stadium akhir. Kanker mungkin sudah semakin agresif, dan dengan demikian, berbagai jenis pengobatan mungkin harus diberikan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Protein yang dikenal sebagai MYCN dapat memiliki peran penting dalam kelangsungan hidup anak. Proten ini merupakan bagian dari gen yang dapat bermutasi dan menjadi kanker. Jika muncul pengerasan MYCN, kondisi anak mungkin lebih sulit untuk diobati karena protein ini sendiri telah meningkatkan pertumbuhan dan penyebaran sel-sel kanker.

Beberapa anak didiagnosis dengan kanker stadium 4S. Kanker ini muncul pada anak berumur di bawah 1 tahun. Tidak jelas bagaimana kanker dapat muncul, namun seringnya tidak ditangani tetapi terus dipantau karena hampir selalu hilang dengan sendirinya.

Beberapa pasien mengalami neuroblastoma hanya sekali. Namun, ada juga yang lainnya yang mungkin berisiko kambuh, terutama pasien yang berisiko tinggi.

Cara Kerja Pengobatan Neuroblastoma

Benjolan pada sebagian atau bagian manapun tubuh anak dapat memaksa orang tua untuk segera mengunjungi dokter untuk memeriksa anak. Untuk memastikan adanya neuroblastoma, berbagai pemeriksaan sering dilakukan. Pemeriksaan ini termasuk pemeriksaan HVA (asam homovanillic) atau VMA (asam vanilimandelat), yang menggunakan urin sebagai sampel.

Jenis pemindaian gambar khusus yang dikenal sebagai MIBG (metaiodobenzyl guanidine) juga dapat dilakukan. Pemeriksaan ini melibatkan penyuntikkan MIBG ke dalam tubuh, sehingga sel neuroblastoma, yang menyebabkan berkembangnya kondisi, menyerapnya. Selanjutnya, sel akan muncul selama pencitraan. Sementara itu, biopsy merupakan alat diagnostik kanker standar di mana sampel jaringan atau cairan tulang belakang diambil untuk mendeteksi keberadaan sel kanker.

Pemeriksaan lainya termsauk analisa urin, pemeriksaan fisik, sinar-X, dan pemeriksaan pencitraan lainnya seperti CT scan dan MRI.

Setelah kondisi dipastikan, langkah selanjutnya adalah untuk menentukan stadium kanker. Dalam metode pembagian stadium baru, dokter dapat menentukan langkah pertama. Contohnya, stadium 1 hingga 2B dapat ditangani dengan operasi, yang melibatkan pengangkatan tumor, namun stadium selanjutnya mungkin membuat teknik ini sia-sia.

Pada stadium selanjutnya, operasi dapat diikuti oleh pengobatan lainnya seperti kemoterapi, terapi radiasi, imunoterapi, dan transplantasi sel induk.

Dalam kemoterapi, obat-obatan diberikan untuk membunuh sel kanker. Akhir-akhir ini, kemoterapi lebih sering dipusatkan untuk mengurangi efek sampingnya dan menghindari perusakan sel dan jaringan sehat. Kemoterapi juga dapat digabungkan dengan terapi sel induk di mana sel induk diambil dari sumsum tulang belakang. Kemudian sel induk dibekukan dan disimpan. Kemudian, sumsum tulang dihancurkan dengan kemoterapi dosis tinggi. Setelah dihilangkan, sel induk dimasukkan kembali. Bagaimanapun, teknik ini dianjurkan hanya untuk pasien berisiko tinggi.

Kemungkinan Risiko dan Komplikasi Pengobatan Neuroblastoma

Risiko dan komplikasinya dapat sangat beragam tergantung pada pengobatan, tahap penyakit, kekebalan tubuh, dan dosis yang diberikan. Operasi meningkatkan risiko infeksi. Sementara itu, kemoterapi dapat menyebabkan muntah, mual, dan demam. Kemoterapi juga menyebabkan hilangnya rambut, kuku menjadi rapuh, dan rasa lelah. Terapi radiasi dapat membakar daerah yang menjadi target, terutama jika harus dilakukan beberapa sesi.

Ada laporan khusus di mana pasien mengalami masalah dengan kemampuan pendengaran dan sistem kardiovaskuler mereka. Dengan demikian, penting bagi para dokter dan orang tua pasien untuk mempertimbangkan manfaat dan risiko dari setiap tindakan unutk membuat keputusan yang terinformasi dengan baik.

Rujukan:

  • Dome JS, Rodriguez-Galindo C, Spunt SL, Santana VM. Pediatric solid tumours. In: Niederhuber JE, Armitage JO, Doroshow JH, Kastan MB, Tepper JE, eds. Abeloff's Clinical Oncology. 5th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Churchill Livingstone; 2014:chap 95.

  • National Cancer Institute: PDQ neuroblastoma treatment. Bethesda, MdD: National Cancer Institute. Date last modified 9/6/2013. Available at: www.cancer.gov/cancertopics/pdq/treatment/neuroblastoma/HealthProfessional. Accessed November 26, 2014.

Bagikan informasi ini: