Apa itu Perawatan Fraxel?

Fraxel adalah alat kecantikan yang digunakan untuk menjalankan perawatan laser fraksional bagi berbagai macam gangguan pada kulit, termasuk bercak karena penuaan dan kerusakan kulit karena sinar matahari. Tindakan ini mengkombinasikan manfaat dari tindakan dengan teknik ablatif (yang mempengaruhi lapisan epidermis) dan non-ablatif (yang mempengaruhi lapisan dermis).

Kulit terdiri dari tiga lapisan yang berbeda. Lapisan teratas disebut dengan epidermis, yang terdiri dari melanosit, yakni sel-sel yang memproduksi pigmen (warna kulit). Di bawah epidermis terdapat lapisan dermis, yang membentuk struktur kulit karena mengandung elastin dan kolagen. Lapisan terakhir adalah lapisan subkutan, yang terdiri dari lemak.

Pada teknik perawatan laser tradisional, kulit dirawat sebagai sebidang area dan lapisan atas terkena ablasi untuk mendorong pertumbuhan sel kulit baru atau lapisan dermis dirangsang untuk menghasilkan kolagen dan elastin yang lebih untuk mengencangkan kulit dan membuat keriput serta tanda penuaan kulit lainnya menjadi tersamarkan. Namun, hal tersebut dapat mengarah pada masa pemulihan yang lebih lama, serta jaringan kulit yang sehat dapat menjadi rusak.

Sebaliknya, Fraxel yang menggunakan laser fraksional, yang mengantarkan kolom – kolom vertikal laser per area kulit yang disebut dengan MTZ (Zona Perawatan Mikrotermal). Laser akan menyebabkan terangkatnya pigmen kulit yang lama saat masuk ke dalam lapisan dermis, sehingga mendorong pembentukan kulit baru serta produksi kolagen.

Sejauh ini, terdapat tiga jenis perawatan Fraxel: Fraxelre:pair SST adalah alat yang ablatif untuk merawat garis-garis halus dan keriput. Draxel Dual 1550/1927 digunakan untuk pembentukan ulang permukaan kulit dan merawat kerusakan kulit seperti bercak akibat penuaan dan bintik-bintik pada kulit. Re:fine digunakan untuk perawatan.

Siapa yang Membutuhkan Perawatan Fraxel & Hasil yang Diharapkan

Fraxel merupakan alat yang telah disetujui oleh FDA (BPOM Amerika Serikat) untuk merawat keriput, melasma, kemerahan pada kulit karena paparan sinar matahari, tekstur kulit yang tidak rata, garis-garis halus, bercak akibat penuaan, dan jerawat atau bekas operasi. Alat ini dapat digunakan pada berbagai macam bagian tubuh, walaupun biasanya digunakan di bagian wajah, leher, dan dada.

Calon terbaik untuk menjalani perawatan ini tergantung pada perawatan Fraxel yang akan dijalankan. Untuk tujuan menghaluskan kulit, maka perawatan ini paling baik dijalankan pada pasien dengan keriput, bekas luka, dan kerusakan akibat sinar matahari dengan tingkat sedang. Sebaliknya, perawatan yang lebih mendalam yang menggunakan laser CO2 dapat direkomendasikan pada pasien yang lebih tua dengan tanda tanda penuaan dan bekas luka yang lebih tampak.

Masing-masing perawatan berlangsung selama kurang lebih 2 jam, dan memerlukan 1 sampai 4 sesi agar hasil yang signifikan dapat terlihat. Sebuah rencana perawatan Fraxel yang lengkap dapat memakan waktu tiga hingga enam bulan.

Tidak seperti perawatan laser lainnya yang memerlukan perawatan intensif, Fraxel dapat dijalankan hanya setahun sekali setelah beberapa putaran perawatan, dengan catatan pasien juga tetap melakukan perawatan kulitnya, termasuk tidak terlalu sering berada di bawah sinar matahari dan menggunakan tabir surya dua kali sehari.

Perawatan ini dapat juga dikombinasikan dengan layanan perawatan kulit lainnya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Terlebih lagi, karena alat ini digunakan hanya pada area kulit tertentu saja, maka masa pemulihan menjadi jauh lebih singkat.

Namun, Fraxel tidak ideal bagi yang menginginkan perubahan kulit secara menyeluruh karena Fraxel tidak berfungsi untuk mengencangkan kulit.

Cara Kerja Perawatan Fraxel

Pertama-tama, teknisi akan membersihkan kulit sebelum mengoleskan salep untuk mematikan rasa pada area yang akan dirawat. Teknisi lalu memulai proses dengan menggunakan tongkat seperti mikrofon yang diletakkan di area kulit yang bermasalah untuk mengirimkan sinar laser yang akan menghilangkan sel-sel kulit yang rusak.

Fraxel tidak membutuhkan bius total, walaupun zat untuk membuat rileks dapat diberi pada pasien, tergantung pada tingkat ketakutan pasien. Teknik ini juga tidak membutuhkan persiapan khusus, dan karena merupakan prosedur rawat jalan, makan pasien dapat segera kembali melakukan aktifitas sehari-hari setelah menjalani tindakan ini.

Kemungkinan Komplikasi & Resiko

Beberapa pasien dapat mengalami sedikit rasa tidak nyaman, khususnya karena alat ini mengeluarkan sensasi seperti kulit terbakar sinar matahari. Dapat juga terjadi kemerahan pada kulit, namun akan hilang setelah beberapa hari. Komplikasi lainnya yang mungkin muncul termasuk perubahan warna kulit, bekas luka, pengerasan pada kulit, dan timbul seperti kudis pada kulit. Luka akan sembuh seiring berjalannya waktu, namun berarti kulit menjadi rentan terkena infeksi. Edema (munculnya cairan berlebih pada jaringan kulit) juga dapat terjadi sebagai komplikasi. Efek rasa terbakar dapat dilihat pada orang-orang dengan kulit yang lebih gelap.

Untuk meminimalisasi risiko dan komplikasi tersebut, pasien harus memilih dokter dan tenaga ahli yang sudah bersertifikat dan memiliki pengalaman serta telah menjalani pelatihan untuk menjalankan tindakan ini. Evaluasi pada kulit juga harus menjadi bagian dari proses untuk menentukan perawatan seperti apa yang aman dan efektif bagi pasien.

Rujukan:

  • Tanzi EL, Alster TS (2008). Skin resurfacing: Ablative lasers, chemical peels, and dermabrasion. In K Wolff et al., eds., Fitzpatrick's Dermatology in General Medicine, 7th ed., vol. 2, pp. 2364–2371. New York: McGraw-Hill Medical.
Bagikan informasi ini: