Apa itu Perawatan Laser untuk Vena?

Perawatan laser untuk vena adalah tindakan yang menggunakan teknologi laser untuk mengobati penyakit atau masalah terkait-vena, dengan tujuan kesehatan maupun kecantikan. Vena memiliki peran penting dalam tubuh; seperti jantung yang memompa darah melalui arteri (pembuluh nadi), darah akan kembali ke jantung melalui vena. Terkadang, vena menjadi bengkak dan menyebabkan terbentuknya varises vena. Varises yang paling banyak ditemukan adalah varises kaki di bagian paha atau betis.

Walaupun ada beberapa pilihan untuk mengatasi varises vena, termasuk dengan mengonsumsi obat varises, menjalani terapi varises dengan laser, atau operasi. Kebanyakan orang memilih terapi yang dinilai lebih efektif dibandingkan obat, tapi berisiko lebih rendah dibandingkan operasi.

Siapa yang Harus Menjalani Perawatan Laser untuk Vena & Hasil yang Diharapkan

Perawatan laser untuk vena, yang biasanya dilakukan oleh dokter kecantikan yang ahli dalam perawatan laser, disarankan untuk mengobati varises vena. Sebenarnya pada kasus varises ringan, perawatan tidak selalu dibutuhkan. Namun, kadang kondisi ini menimbulkan nyeri dan tidak enak dipandang, terutama ketika varises menonjol. Sehingga, perawatan dengan laser untuk menghilangkan rasa nyeri dan pembengkakkan, serta memperbaiki kulit yang iritasi di atas vena yang membengkak, perlu dilakukan.

Ada dua jenis perawatan dengan laser untuk vena, di antaranya:

  • Perawatan laser sederhana – pengobatan varises ini tidak membutuhkan sayatan pada kulit, sehingga tidak meninggalkan luka pada tubuh. Biasanya digunakan untuk mengobati spider vein (varises pada wajah berupa urat halus kebiruan) dan varises vena yang cukup kecil dan ada di dekat permukaan wajah. Akan tetapi, perawatan ini membutuhkan beberapa sesi yang biasanya berjarak 6 - 12 minggu untuk menghilangkan varises. Namun, banyaknya sesi tergantung tingkat keparahannya. Ini adalah perawatan yang sudah dicoba dan diuji, yang telah digunakan selama lebih dari 20 tahun, dengan tingkat keberhasilan dan keamanan yang tinggi.

  • Perawatan laser endovenous – perawatan endovenous untuk varises vena, juga dikenal sebagai EVLA atau ablasi laser endovenous, dibutuhkan ketika vena yang terpengaruh mengalami bengkak parah. Perawatan ini dilakukan dengan memberikan panas laser ke dalam vena, karena itu lah namanya ‘endovenous’, yang berarti ‘di dalam vena’. Perawatan ini dianggap lebih aman dan tidak begitu menyakitkan. Selain itu, perawatan ini dijadikan pilihan alternatif dari perawatan vena lainnya, seperti ligasi (mengikat vena) dan stripping (pengangkatan vena). Perawatan laser endovenous hanya membutuhkan penenang ringan atau pembiusan lokal, sedangkan ligasi dan stripping membutuhkan pembiusan total.

Perawatan endovenous memiliki tingkat keberhasilan 94%, dan faktor terbesar yang mempengaruhinya adalah kemampuan dokter untuk menjalankan perawatan. Pada kasus di mana hasil yang diinginkan tidak tercapai, perawatan akan dilakukan kembali. Kecuali, bila pasien lebih memilih untuk mencoba metode perawatan yang berbeda, seperti radiofrekuensi atau skleroterapi. Apabila pilihan tersebut juga masih gagal, pilihan terakhir yaitu menjalani operasi vena.

Perawatan laser endovenous lebih dipilih daripada operasi varises, karena hanya berisiko kecil dan dilakukan dengan rawat jalan.

Cara Kerja Perawatan Laser untuk Vena

Sebelum tindakan

  • Dokter akan menjelaskan tindakan secara rinci, meliputi kekurangan dan kelebihan, pembiusan yang akan digunakan, hasil yang diharapkan, kemungkinan komplikasi, dan sebagainya. Pasien akan dianjurkan untuk memperhatikan dengan seksama dan mengajukan pertanyaan, agar memahami apa yang dibutuhkan selama perawatan.

  • Pasien akan diberikan lembar formulir di mana mereka akan memberitahukan obat-obatan atau vitamin apa yang sedang mereka konsumsi terutama yang memiliki efek pengencer darah, kondisi kesehatan saat itu, alergi, dan lain-lain.

  • Karena perawatan biasanya dilanjutkan dengan pemeriksaan menggunakan pencitraan seperti ultrasound untuk memeriksa vena, sangat penting bahwa pasien juga memberitahu dokter jika ia alergi terhadap zat kontras yang kadang digunakan dalam proses pencitraan.

Saat Tindakan

  • Dokter akan memulai tindakan dengan membuat mati rasa daerah yang menjadi tempat masuk kateter (selang lentur tipis). Dokter juga akan menyuntikkan obat pemati rasa ke seluruh vena yang terpengaruh. Penyuntikan mungkin terasa sedikit tidak nyaman, tetapi setelah obat pemati rasa bereaksi, proses akan berlanjut tanpa rasa tidak nyaman.

  • Ketika pasien sudah siap, dokter akan membuat sayatan kecil melalui kulit di mana kateter akan dimasukkan, sebelum kateter diarahkan secara pelan dan hati-hati ke dalam vena yang terkena varises. Ketika sudah di tempat yang seharusnya, dokter akan memasukkan serat laser melalui kateter yang akan menghasilkan panas di sepanjang vena. Pada titik ini, kateter akan dikeluarkan dan setelahnya vena akan tertutup. Saat serat laser bekerja di dalam vena, vena akan mengecil secara bertahap.

Setelah Tindakan

  • Luka akan dibalut dengan perban.

  • Pasien akan diberikan petunjuk untuk menggunakan bebat kompresi atau perban untuk menekan kaki selama beberapa hari atau beberapa minggu pertama setelah tindakan.

  • Saat menggunakan bebat kompresi, kaki pasien tidak diperbolehkan basah.

  • Pasien akan dianjurkan untuk bergerak, agar membuat sirkulasi darah normal di seluruh tubuh. Pasien dapat kembali pada kegiatan sehari-hari, kecuali berenang, setelah selesai menjalani perawatan.

Kunjungan selanjutnya diharuskan untuk memastikan bahwa pasien telah pulih dan tidak ada komplikasi yang muncul. Selama kunjungan, pemeriksaan ultrasound akan dilakukan kembali untuk memeriksa apakah vena yang terkena varises telah mengecil atau belum.

Kemungkinan Komplikasi & Risiko Perawatan Laser untuk Vena

Perawatan laser untuk vena juga memiliki risiko tertentu, di antaranya:

  • Infeksi

  • Memar

  • Perdarahan

  • Darah menggumpal

  • Nyeri

  • Saraf terluka

  • Vena meradang

  • Terbakar

  • Perubahan warna kulit

  • Sensasi terbakar

  • Rasa seperti tertusuk

Karena risiko tersebut kemungkinan muncul akibat dari penggunaan energi laser, risiko tersebut akan lebih mungkin terjadi apabila dokter yang melakukan perawatan tidak berpengalaman dalam menangani dan menjalani prosesnya. Dengan demikian, pasien dianjurkan untuk memeriksa identitas dan tahun pengalaman dokter sebelum menjalani perawatan.

Rujukan:

  • Freischlag JA, Heller JA. Venous disease. In: Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 65.

  • Goldman MP, Guex JJ, Weiss RA. Sclerotherapy: Treatment of Varicose and Telangiectatic Leg Veins. 5th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011.

  • Nijsten T, van den Bos RR, Goldman MP, et al. Minimally invasive techniques in the treatment of saphenous varicose veins. J Am Acad Dermatol. 2009;60:110-119.

Bagikan informasi ini: