Apa itu Pemeriksaan Kulit Tahunan?

Tes pemeriksaan kulit tahunan adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter kulit yang bersertifikat untuk mendeteksi atau mendiagnosis kanker kulit.

Kanker kulit adalah salah satu jenis kanker yang paling umum di Amerika Serikat. Menurut American Skin Cancer Foundation, satu dari lima orang Amerika diperkirakan akan didiagnosis dengan kanker kulit. Selain itu, jumlah kasus kanker kulit selama 30 tahun terakhir telah meningkat dengan lebih cepat dari gabungan jenis kanker lainnya.

Ada dua jenis umum dari kanker kulit: non melanoma dan melanoma. Kanker kulit non melanoma dikategorikan sebagai karsinoma sel basal dan sel skuamosa. Keduanya dapat berhubungan dengan epidermis, atau lapisan atas kulit, walapun sel basal dapat ditemukan pada lapisan kulit yang jauh lebih dalam.

Melanoma adalah jenis kanker yang paling mematikan. Jenis kanker ini terjadi karena mutasi genetik dari melanosit, yaitu sel kulit yang menghasilkan melanin, yang merupakan pigmen yang memberi warna bagi kulit. Kanker melanoma biasanya berawal dengan tumbuhnya tahi lalat, kemudian kanker akan menyebar dengan cepat saat sel yang ganas berpindah semakin dalam ke bawah kulit dan mengenai tulang, tulang rawan, nodul limpa, dan organ vital di sekitarnya.

Walaupun seseorang dapat melakukan pemeriksaan kulit sendiri, pemeriksaan kulit yang dilakukan oleh seorang ahli dapat memberikan hasil yang lebih menyeluruh dan akurat.

Siapa yang Harus Menjalani Pemeriksaan Kulit Tahunan dan Hasil yang Diharapkan

Pemeriksaan kulit tahunan disarankan bagi:

  • Orang yang berusia 50 tahun ke atas
  • Orang yang banyak beraktivitas di luar dan menggunakan tanning bed (alat untuk mengubah warna kulit menjadi coklat)
  • Pasien yang memiliki anggota keluarga yang terkena kanker kulit
  • Orang yang pernah terkena kanker kulit setidaknya satu kali
  • Orang yang mengalami pertumbuhan daging atau lesi yang tidak normal di kulit
  • Orang yang kulitnya mudah terbakar akibat sinar matahari
  • Orang yang memiliki banyak tahi lalat dan bercak pada kulit di tubuhnya
    Pemeriksaan kanker kulit dapat digunakan untuk:

  • Mengetahui apakah lesi atau pertumbuhan daging bersifat ganas atau jinak

  • Mengetahui apakah harus dilakukan biopsi
  • Mengawasi sel kanker yang dapat tumbuh kembali (sebagai contoh, karsinoma sel basal dikenal akan tumbuh kembali dalam waktu 5 tahun setelah pengobatan)
  • Memberikan saran yang dibutuhkan untuk mengurangi atau mencegah agar kanker kulit tidak terjadi dan tumbuh kembali

Cara Kerja Pemeriksaan Kulit Tahunan

Selama tes, pasien akan diminta untuk menggunakan pakaian medis dan berbaring di atas meja dengan lampu yang terang di dekatnya. Kemudian, dokter akan mulai memeriksa seluruh bagian kulit dengan menggunakan peta tubuh untuk mengetahui letak dari tahi lalat, pertumbuhan daging, tanda lahir, dan kemungkinan kondisi kulit lainnya. Dalam beberapa kasus, daging yang tumbuh ukurannya kecil atau letaknya tersembunyi, misalnya oleh rambut, maka dokter kulit akan menggunakan kaca pembesar.

Setelah itu, dokter kulit akan mencatat asimetri dari tahi lalat, warna pigmentasi, batasnya yang tidak beraturan, dimensi dari pertumbuhan daging atau lesi, dan perubahan dari pertumbuhan kulit. Tergantung pada hasil dari pemeriksaan kulit, dokter kulit dapat meminta pengambilan sampel jaringan dari lesi atau pertumbuhan daging yang mencurigakan.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Pemeriksaan Kulit Tahunan

Secara umum, tes pemeriksaan kanker kulit adalah tindakan yang aman, namun ada kemungkinan kanker kulit tetap tidak terdeteksi selama pemeriksaan, terutama apabila kanker sangatlah kecil atau perubahan pada kulit sangat tidak kentara.

Rujukan:

  • National Comprehensive Cancer Network. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology (NCCN Guidelines): Basal cell and squamous cell skin cancers. Version 2.2013. Available at http://www.nccn.org/professionals/physician_gls/pdf/nmsc.pdf. Accessed August 19, 2013.
Bagikan informasi ini: