Apa itu Prosedur Koreksi Pipi?

Koreksi pipi adalah prosedur memperbaiki bentuk pipi agar tulang pipi menjadi lebih nampak sehingga kontur wajah akan lebih tegas. Prosedur ini sangat bermanfaat bagi orang-orang yang memiliki pipi kendur atau cekung dan juga yang ingin membentuk pipi.

Pipi adalah bagian yang paling menonjol dari wajah, bentuknya sangat memengaruhi penampilan seseorang. Serta, elastisitas kulit akan berkurang seiring dengan usia yang bertambah dan salah satu akibatnya adalah pipi kendur. Pipi yang kencang akan memberi kesan muda pada seseorang. Sayangnya, tidak semua orang memiliki pipi yang lembut dan terlihat kencang. Sebagian orang lahir dengan pipi yang cekung, sedangkan sebagian lainnya kehilangan kekencangan pipi dan garis pipi karena faktor usia, penyakit, [stress] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/stres), atau gangguan kesehatan.

Siapa yang Perlu Menjalani Prosedur Koreksi Pipi dan Hasil yang Diharapkan

Prosedur koreksi pipi sangat berguna bagi orang-orang yang:

  • Memiliki pipi kendur atauturun
  • Memiliki bentuk wajah segitiga
  • Kerutan dan penuaan pada pipi
  • Memiliki resesi atau tulang pipi rendah
  • Memiliki tulang pipi yang besar dan terlihat tidak wajar
  • Memiliki cacat pipi
  • Memiliki bentuk pipi yang tidak sama
  • Menginginkan lesung pipi


Prosedur koreksi pipi dapat membuat tulang pipi menjadi lebih jelas dan padat, sehingga pasien akan terlihat lebih muda. Prosedur ini juga dapat berguna untuk membentuk pipi atau tulang pipi agar menjadi lebih tegas, serta memperbaiki cacat atau bentuk pipi yang tidak sama, yang umumnya disebabkan oleh kelainan bawaan (kongenital) atau kondisi yang didapat (karena trauma atau cedera).

Koreksi pipi kerap dilaksanakan bersama dengan prosedur kosmetik lainnya, seperti koreksi dahi dan dagu, atau pengencangan wajah, tergantung keinginan pasien.

Cara Kerja Operasi Koreksi Pipi

Prosedur koreksi pipi adalah prosedur rawat jalan dan dilaksanakan menggunakan bius lokal. Metode yang digunakan didasarkan pada tujuan pelaksanaan prosedur, yang umumnya menyangkut jenis bedah yang akan dilakukan. Jenis bedah pipi, antara lain:

  • Injeksi lemak – Dikenal dengan nama transplantasi lemak, transfer lemak, atau lipofilling. Prosedur ini merupakan jenis bedah pipi terbaik untuk kondisi pipi yang cekung, turun, atau kendur. Lemak yang disuntikkan pada pipi biasanya diambil dari tubuh pasien, yaitu dari bagian paha atas atau perut bawah. Selain membuat pipi lebih berisi, prosedur ini dapat mengurangi garis halus dan kerutan pada wajah. Injeksi lemak merupakan prosedur yang aman dibandingkan dnegan implantasi pipi, kemungkinan risiko sangat kecil karena lemak diambil dari tubuh pasien sendiri.

  • Penggemukan pipi – Disebut sebagai bedah implan malar. Prosedur ini membuat tulang pipi pasien menjadi lebih tinggi, lebih membentuk dan terlihat tegas. Implan sintetis yang terbuat dari bahan biokompatibel ditaruh pada tulang pipi pasien. Ukuran dan bentuk implan akan disesuaikan dengan hasil yang diharapkan pasien.

  • Fillers wajah – Prosedur ini mirip dengan injeksi lemak, hanya saja yang disuntikkan bukan lemak melainkan dermal filler. Filler yang digunakan terbuat dari bahan organik yang dapat diuraikan (biodegradasi) atau tidak dapat diuraikan. Bahan organik, seperti filler asam hialuronat, dinyatakan lebih aman bagi tubuh karena lama kelamaan akan terurai. Artinya, hasil yang didapat setelah prosedur selesai akan berangsur hilang dalam beberapa tahun. Sedangkan filler non-organik, seperti bio-alkamid, tidak akan mengubah hasil bedah.

  • Pemotongan tulang pipi – Prosedur ini merupakan kebalikan dari penggemukan pipi, dimana sebagian tulang akan dipotong, baik pada salah satu pipi maupun keduanya. Prosedur ini digunakan untuk membuat bentuk wajah menjadi lebih simetris pada pasien yang mempunyai tulang pipi terlalu besar atau tidak sama. Pemotongan tulang pipi menggunakan anestesi umum dan merupakan prosedur yang paling rumit di antara seluruh prosedur koreksi pipi.

  • Pengangkatan kantung lemak pipi – Prosedur ini dilaksanakan layaknya sedot lemak, dimana lemak berlebih akan dibuang melalui sayatan kecil yang dibuat didalam pipi untuk meminimalisir bekas luka. Operasi ini akan membuat wajah terlihat lebih tajam.

Prosedur-prosedur tersebut berjalan dalam waktu 15 menit hingga satu jam dengan proses pemulihan yang relatif singkat. Pasien sudah bisa kembali menjalani aktivitas normal dalam 3-4 hari, sedangkan pemulihan akan terus berjalan dan hasil bedah akan makin terlihat. Pasien umumnya akan pulih total dalam dua minggu. Kemudian, hasil operasi akan terlihat jelas, karena pembengkakan sudah sembuh.

Walaupun waku pemulihan relatif singkat, namun pasien tetap dianjurkan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung dan hal-hal yang memengaruhi area pipi selama enam minggu pasca operasi.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Koreksi Pipi

Seperti prosedur lainnya, prosedur koreksi pipi memiliki risiko, seperti:

  • Infeksi
  • Perdarahan
  • Bekas luka
  • Reaksi alergi terhadap anestesi


Implantasi dan penggunaan bahan suntik juga memiliki risiko tersendiri, terutama terhadap reaksi alergi. Hal ini rentan terjadi apabila dokter menggunakan bahan sintetis.

Terdapat pula efek samping yang biasanya timbul saat pasien dalam proses penyembuhan, seperti:

  • Mati rasa, biasanya dirasakan selama beberapa hari pasca operasi
  • Pembengkakan saat minggu-minggu awal pasca operasi


Sebagai tambahan, pasien yang telah menjalani prosedur koreksi pipi perlu mendapat pengawasan terhadap kemungkinan gejala komplikasi, karena merupakan tanda adanya infeksi yang disebabkan oleh penolakan tubuh terhadap bahan atau senyawa yang disuntikkan ke dalam pipi. Gejala ini meliputi:

  • Demam
  • Nyeri berat (atau nyeri yang memiliki intensitas untuk meningkat)
    Rujukan:

  • American College of Aesthetic and Cosmetic Physicians

Bagikan informasi ini: