Apa itu Operasi Perbaikan Dahi?

Operasi perbaikan dahi adalah bedah kosmetik yang biasa dilakukan untuk meningkatkan penampilan dahi, seperti untuk memperlembut tampilan dahi yang terlihat maskulin sehingga lebih feminin, atau memperkecil ukurannya yang terlalu lebar. Tindakan ini melibatkan restrukturisasi tulang dan menggunakan teknik lain untuk mencapai hasil yang diinginkan pasien. Meskipun aman dan efektif, perbaikan dahi adalah prosedur pembedahan besar yang membutuhkan anestesi umum.

Siapa yang Perlu Menjalani Operasi Perbaikan Dahi dan Hasil yang Diharapkan

Operasi perbaikan dahi biasanya dilakukan untuk memperbaiki masalah dahi berikut:

  • Dahi dengan lebar abnormal - Pasien dengan dahi yang terlalu tinggi atau besar biasanya ingin menjalani operasi korektif untuk membuat ukuran dahi mereka proporsional dengan bagian wajah lainnya. Pasien dapat memilih antara prosedur untuk menurunkan garis rambut (dengan pencangkokan) atau operasi pengurangan dahi, atau kombinasi keduanya.

  • Dahi terlihat terlalu maskulin - Beberapa wanita terganggu dengan dahi yang tampak maskulin dengan struktur tulang yang menonjol. Dahi maskulin dikarakteristikan dengan punggungan alis, area yang terletak di atas mata dan tepat di bawah alis, yang lebih menonjol. Operasi perbaikan dahi dapat dilakukan untuk mendapatkan penampilan yang lebih lembut dan feminin. Prosedur ini lebih dikenal sebagai pembentukan kembali dahi atau operasi feminisasi wajah.

  • Sudut dahi yang kurang sedap dipandang - Sudut dahi adalah area miring di tengah dahi dan hidung. Hal ini dapat disesuaikan dengan menggunakan teknik yang berbeda untuk mendapatkan penampilan yang berbeda, seperti dahi yang lebih lancip.

  • Patah tulang frontal – Operasi perbaikan dahi juga digunakan melakukan koreksi pada dahi yang rusak atau retak karena trauma atau cedera.

  • Tulang dahi penyok – Masalah ini dapat diperbaiki dengan melakukan penyesuaian tulang atau dengan Lipofilling untuk mengisi bagian yang penyok.

  • Dominant frontal bossing – Jika bagian frontal bossing terlalu dominan, maka seseorang akan terlihat seperti manusia purba (Neanderthal). Bedah perbaikan ini dapat mengangkat tulang dominan atau menguranginya, agar dahi terlihat lebih rata.


Cara Kerja Operasi Perbaikan Dahi

Sebagai bedah kosmetik besar, operasi perbaikan membutuhkan persiapan yang memadai. Spesialis bedah akan membantu pasien dengan konsultasi pra-bedah. Lalu, pasien akan diberikan bius total, setelah biusnya mulai bekerja, spesialis bedah akan membuat sayatan sepanjang garis rambut untuk menjangkau tulang dahi.

Metode yang tepat untuk melakukan perbaikan dahi, tergantung pada tujuan pasien.

Sebelum menjalani pembedahan, penting bagi pasien untuk memahami apa yang bisa dilakukan selama perbaikan dahi, penting baginya untuk tahu tentang struktur yang berbeda yang membentuk dahi. Ini termasuk:

  • Frontal bossing – yaitu tonjolan tulang terletak di atas mata, yang terdiri dari tulang padat pada bagian luar, daerah cekung di atas dan area lubang di tengah.
  • Tulang orbital - Tulang seputar mata
  • Sinus frontal - Daerah berongga antara alis


Sementara itu, teknik yang dapat digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan dapat mencakup satu atau lebih, di antaranya:

  • Mengangkat atau mengurangi ukuran tulang frontal
  • Mengikis tulang
  • Mengisi daerah berongga menggunakan semen tulang atau methylmethaccrylate
  • Menaikan dan membentuk kembali sepiring tulang pada sinus frontalis dan kemudian dimasukkan kembali menggunakan sekrup kecil
  • Transfer atau mencangkok lemak, atau mengisi daerah cekung dengan lemak
  • Menggeser tulang orbital
  • Pencangkokan rambut


Lipofilling, juga dikenal sebagai pencangkokan lemak atau injeksi lemak, merupakan perkembangan terbaru dalam operasi perbaikan dahi. Ini melibatkan transplantasi lemak pasien sendiri ke bagian dahi yang membutuhkan. Banyak orang lebih memilih Lipofilling untuk membentuk kembali dahi karena manfaat sebagai berikut:

  • Ini meminimalkan risiko jaringan parut
  • Ini menghasilkan hasil yang realistis


Setelah prosedur, pasien harus tinggal di rumah sakit sampai efek bius hilang. Semua sayatan akan ditutup dengan pembalut steril untuk melindungi luka dari risiko infeksi. Waktu pemulihan yang normal adalah antara dua dan tiga minggu, tetapi dalam beberapa kasus, pasien sudah bisa melanjutkan kegiatan normal mereka setelah 2 atau 3 hari setelah prosedur. Setelah seminggu, pasien harus kembali untuk konsultasi lanjutan dan mencabut jahitan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Operasi Perbaikan Dahi

Sebelum operasi perbaikan dahi dilakukan, pasien sangat disarankan untuk mempertimbangkan berbagai aspek dalam tindakan dengan hati-hati. Meskipun dianggap aman, semua prosedur bedah datang dengan memiliki resiko dengan tingkat tertentu, seperti:


Pasien juga harus melakukan penyesuaian untuk periode pemulihan, di mana ia mungkin mengalami pembengkakan dan memar dari dahi hingga ke bawah mata. Alis pasien juga akan dicukur sebelum operasi, sehingga pasien tidak memiliki alis untuk beberapa saat.

Rujukan:

  • Codere F, Tucker N. Cosmetic blepharoplasty and browplasty. In: Yanoff M, Duker JS, eds. Ophthalmology. 3rd ed. St. Louis, Mo: Mosby Elsevier; 2008:chap 12.16.
Bagikan informasi ini: