Apa itu Perikardiektomi?

Jantung memiliki kantung selaput, yang disebut perikardium. Kantung berlapis ganda ini mengelilingi jantung dan ikut mengambil andil dalam sistem peredaran darah dengan memberi perlindungan dan menyimpan cairan untuk melumasi jantung. Perikardium juga membantu organ-organ yang menangani peningkatan volume darah saat masa kehamilan atau gagal ginjal. Namun, perikardium yang mulai rusak dapat memicu berbagai penyakit.

Perikardiektomi adalah prosedur bedah untuk mengangkat sebagian atau seluruh perikardium. Prosedur ini dilakukan untuk menangani perikarditis atau peradangan pada pericardium dan untuk melegakan efusi perikardial atau penumpukan cairan di dalam perikardium. Pasien dapat menjalani perikardiektomi total atau parsial, hal ini tergantung pada luas kerusakan dan keparahan penyakit.

Perikardium bukanlah penyakit serius, sebab jantung masih bisa berfungsi normal selama organ-organ di sekitarnya masih lengkap, seperti paru-paru dan diafragma.

Siapa yang Perlu Menjalani Perikardiektomi dan Hasil yang Diharapkan

Perikardiektomi dianjurkan bagi pasien yang menderita perikarditis konstriktif kronis. Penyakit ini ditandai dengan perikardium yang menebal atau mengalami luka dan biasanya disebabkan oleh infeksi virus seperti tuberkulosis, komplikasi pembedahan, ataupun kanker. Aktivitas normal jantung akan terganggu, pasien kemungkinan merasa nyeri dada, kesulitan bernapas, palpitasi jantung, dan kelelahan.

Prosedur pembukaan perikardium juga disarankan untuk pasien yang terdiagnosis efusi perikardial, kondisi dimana jantung yang tidak mampu memompa darah dengan baik karena penumpukan cairan di kantung selaput. Perikardiektomi dilaksanakan untuk membuang cairan yang menumpuk, dengan catatan, jika prosedur non invasif lainnya tidak mampu menangani kondisi ini.

Namun, pasien yang mengidap penyakit jantung koroner, seperti miokardium atrofi atau fibrosis, dianjurkan untuk tidak menjalani prosedur ini karena dapat memicu komplikasi yang lebih parah dan meningkatkan morbiditas.

Perikardiektomi umumnya memiliki hasil yang memuaskan dan pasien perlu melaporkan secara berkala perkembangan kondisi mereka dalam jangka waktu yang cukup lama. Pemulihan dapat berlangsung beberapa minggu atau bulan, tergantung pada tingkat keparahan penyakit. Pada pengidap kanker, pembukaan perikardium akan membantu meredakan gejala yang timbul akibat perikarditis. Namun, kondisi ini tidak berdampak buruk terhadap harapan dan kelangsungan hidup pasien.

Prosedur perikardiektomi biasanya diikuti dengan penanganan nyeri di area dada. Pasien tidak boleh mengangkat barang-barang atau melakukan aktivitas berat. Pasien juga perlu mengikuti latihan pernapasan untuk meningkatkan kinerja paru-paru.

Di samping hasil yang memuaskan, terkadang ada laporan bahwa pasien mengalami gejala berlanjut setelah lama menjalani operasi.

Cara Kerja Perikardiektomi

Pasien perlu dibius, sehingga ia tenang selama operasi. Perikardiektomi dimulai dengan pembuatan sayatan kecil di sisi atau bagian depan dada. Mesin pembuka akan digunakan untuk membuka tulang dada dan rusuk. Jantung akan segera terlihat, kemudian sebagian atau seluruh perikardium dilepaskan dengan perlahan. Bila perlu, dokter juga dapat mengangkat jaringan parut yang telah menebal dan tumor yang tumbuh di sekitar jantung. Untuk menangani efusi perikardial, cairan perlu dibersihkan dari kantung selaput. Lalu, dokter akan menutup dan menata kembali tulang dada dan rusuk pasien. Sayatan akan dijahit dengan benang atau staple bedah.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Perikardium

Perikardiektomi memiliki komplikasi dan resiko tersendiri, termasuk pendarahan. Ini merupakan salah satu prosedur yang memerlukan mesin jantung-paru, untuk berjaga-jaga apabila terjadi pendarahan berat. Karena termasuk prosedur bedah besar, maka pasien kemungkinan mengalami reaksi penolakan terhadap zat bius.

Prosedur ini juga dapat merobek otot jantung, terutama bila perikardium merekat erat pada otot. Dokter kemungkinan kesulitan untuk memisahkan jaringan yang menebal pada perikardium dari miokardium dan arteri koroner di sekitarnya. Otot jantung dan pembuluh darah kemungkinan akan sobek atau cedera, kondisi ini memerlukan penanganan gawat darurat.

Pasca pembedahan, pasien dapat mengalami infeksi bakteri di area bedah atau infeksi menyerang darah sehingga menyebabkan penyakit serius yang disebut sepsis. Cairan juga dapat menumpuk di sekitar paru-paru dan harus dikeluarkan.

Perikardiektomi juga dapat memicu beberapa penyakit jantung. Pasien dapat mengalami sindrom output jantung rendah, yang memerlukan bantuan mesin untuk melancarkan sirkulasi darah dalam jangka panjang. Irama jantung yang tidak normal dan serangan jantung juga merupakan komplikasi dari prosedur ini.

Rujukan:

  • Jouriles NJ. Pericardial and Myocardial Disease. In Marx JA, Hockberger RS, Walls RM, et al, eds. Rosen's Emergency Medicine: Concepts and Clinical Practice. 8th ed. Philadelphia, PA: Mosby Elsevier; 2013: bab 82.

  • LeWinter MM, Tischler MD. Pericardial diseases. In: Bonow RO, Mann DL, Zipes DP, Libby P, eds. Braunwald's Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine. 9th ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2011: bab 75.

Bagikan informasi ini: