Apa itu Phalloplasty?

Phalloplasty adalah prosedur bedah untuk merekayasa bentuk alat kelamin pria. Tujuan dari prosedur ini adalah untuk menambah sensasi erotis dan ketegangan saat hubungan seksual, serta mengembalikan kemampuan buang air kecil dengan posisi berdiri.

Prosedur phalloplasty memiliki dua teknik, pertama adalah teknik phalloplasty flap lokal atau pedicle dengan memindahkan ujung flap kulit ke lokasi lain, sedangkan ujung lainnya tersambung dengan area donor. Kedua, teknik phalloplasty bebas dengan menggunakan kulit yang diambil dari bagian tubuh lain.

Beberapa tahun belakangan, phalloplasty menjadi semakin populer, tidak hanya untuk memperbesar penis, namun sebagai prosedur pergantian kelamin.

Siapa yang Perlu Menjalani Phalloplasty dan Hasil yang Diharapkan

Phalloplasty direkomendasikan untuk orang yang terlahir dengan gangguan kongenital yang disebut aphallia, jenis penyakit yang termasuk langka di mana seorang anak laki-laki terlahir tanpa penis. Biasanya, phalloplasty dilaksanakan ketika anak memasuki masa pubertas, namun bisa juga bermanfaat bagi pria yang terlahir dengan penis berukuran sangat kecil atau micropenis, kekurangan bentuk penis, serta alat kelamin ganda, hipospadia, dan ekstrofi kandung kemih.

Pasien yang pernah mengalami cedera mutilasi pada alat kelaminnya akan disarankan mengikuti phalloplasty, khususnya pada kondisi penis yang tidak sensitif, akibat kecelakaan atau luka ledakan. Cedera akibat amputasi penis juga direkomendasi untuk menjalani prosedur phalloplasty, namun setelah kondisi kejiwaan pasien dinyatakan layak untuk menjalani prosedur bedah ini.

Pasien yang terdiagnosis gangguan orientasi jenis kelamin juga akan ditawarkan phalloplasty. Pada kasus yang tidak umum, phalloplasty dilakukan pada pasien yang mengalami cedera akibat sirkumsisi atau prosedur pemotongan tumor.

Hasil dari prosedur phalloplasty sangat bergantung pada jenis bedah, kerusakan atau cedera yang meluas dan apakah saraf dan bagain tubuh lain yang seperti uretra sudah terhubung dengan benar. Namun, prosedur ini umumnya mendapat umpan balik positif dari pasien. Pasien anak yang menjalani phalloplasty mengungkapkan bahwa hasilnya, kinerja dan bentuk penis menjadi lebih baik, bahkan hasil ini di dapat hanya dalam beberapa jam pasca menjalani phalloplasty. Pasien yang menjalani prosedur sebagai langkah membesarkan penis juga melaporkan hal yang sama, artinya kinerja seksual penis meningkat.

Prosedur ini memerlukan masa penyembuhan dan istirahat selama beberapa minggu, serta menghindari aktivitas berat dalam beberapa bulan pasca operasi.

Tahap kedua dari phalloplasty adalah membentuk dan menggabungkan neouretra agar dapat dilewati oleh kemih. Setelah saluran kemih telah terhubung, maka tahap tiga akan dimulai yaitu dengan menanam implan prostetik, khususnya pada pasien yang menjalani pembesaran penis. Implantasi testis prostetik juga akan dilakukan pada tahap ini, namun hal ini tergantung pada kondisi pasien. Tahap tiga ini merupakan saat dimana dokter bedah melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk membentuk kepala penis dan menyamarkan goresan pada alat kelamin.

Tahap empat yaitu proses memasukan penis prostetik. Tubuh akan membentuk kapsul fibrous di sekeliling implan yang ditanam.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Phalloplasty

Resiko dari prosedur phalloplasty termasuk pendarahan pasca operasi dan reaksi penolakan zat anestesi saat prosedur sedang berlangsung. Infeksi di area bedah dapat menyebabkan kegagalan prosedur ini. Terdapat kemungkinan penumpukan darah di bawah area bedah yang memicu luka dan bengkak. Apabila area bedah kekurangan pasokan darah, maka jaringan akan mati atau nekrosis. Selain itu, implan prostetik yang ditanam pun biasanya rentan terhadap infeksi dan korosi setelah pemakaian jangka panjang.

Rujukan:

  • Bogoraz NA. On complete plastic reconstruction of a penis sufficient for coitus [in Russian] Sov Surg.1936;8:303–9.

  • Nair R, Sriprasad S. 1129 Sir Harold Gillies: Pioneer of phalloplasty and the birth of uroplastic surgery. J Urol. 2010;183(4):e437.

Bagikan informasi ini: