Apa itu Faringoplasti?

Faringoplasti (pharyngolplasty) adalah prosedur bedah yang dilakukan pada faring. Faring atau tenggorokan adalah sekumpulan jaringan lunak yang ada di bagian belakang mulut dan rongga hidung, serta di atas kerongkongan dan trakea. Selain membantu sistem pencernaan, tenggorokan juga merupakan bagian dari zona konduksi sistem pernapasan, sama seperti hidung, trakea, bronkus, dan bronkiolus.

Faringoplasti dilakukan pada anak yang memiliki celah di mulut dan wajah (terutama di langit-langit mulut) dan orang dewasa yang menderita apnea tidur obstruktif. Tujuan faringoplasti adalah untuk meningkatkan kemampuan tertentu pasien, seperti bernapas, berbicara, dan menelan.

Siapa yang Perlu Menjalani Faringoplasti dan Hasil yang Diharapkan

Seperti yang telah disebutkan di atas, faringoplasti dapat mengobati bibir sumbing dan/atau celah pada langit-langit mulut, juga dikenal sebagai celah mulut dan wajah (orofasial). Kondisi ini terjadi karena tenggorokan gagal menutup saat masa perkembangan janin. Pengidap celah langit-langit mulut akan memiliki lubang di langit-langit mulutnya, yang langsung menembus ke hidung. Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa masalah, termasuk kesulitan makan, gangguan bicara, gangguan pendengaran, dan infeksi telinga yang sering kambuh. Maka dari itu, faringoplasti biasanya dilakukan pada usia beberapa bulan, sebelum bayi belajar berbicara.

Sedangkan bagi pasien dewasa, faringoplasti dapat digunakan untuk mengatasi apnea tidur, suatu gangguan tidur serius yang ditandai dengan jeda saat bernapas. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa detik hingga menit, sehingga membahayakan nyawa. Contoh gejalanya adalah suara dengkuran yang sangat keras dan tetap merasa lelah walaupun sudah cukup tidur. Pengidap apnea tidur kemungkinan akan merasa sangat lelah dan mudah marah saat siang hari, memiliki gangguan jantung atau tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, penyakit hati, dan lebih beresiko mengalami komplikasi saat pembedahan atau mengonsumsi obat tertentu. Kondisi ini juga dapat mengganggu pasangan pasien, sehingga ia juga kekurangan tidur dan istirahat.

Dalam faringoplasti lateral, dokter bedah akan memperbesar ukuran saluran pernapasan pasien tanpa mengakibatkan efek negatif pada fungsi tubuh normal, seperti bernapas, menelan, dan berbicara. Prosedur ini biasanya digabungkan dengan operasi amandel, serta pengangkatan dan pengubahan posisi jaringan di langit-langit mulut dan bagian samping tenggorokan.

Hasil faringoplasti akan berbeda pada setiap pasien. Anak yang memiliki celah langit-langit mulut akan lebih mudah mengucapkan bunyi tertentu dan suara mereka akan menjadi lebih jelas. Sedangkan orang dewasa yang mengidap apnea tidur obstruktif akan terbebas dari gejala dan efek samping dari kondisi mereka.

Cara Kerja Faringoplasti

Faringoplasti dilakukan di bawah pengaruh bius total. Pasien dewasa akan dibius melalui suntikan atau infus, sedangkan pasien anak akan diberi bius melalui masker napas. Jika pembedahan dilakukan pada pasien anak, proses ini dilakukan oleh seorang spesialis anestesi dengan keahlian khusus memberikan obat bius bagi bayi dan anak. Pasien harus tertidur selama pembedahan agar tidak merasakan sakit.

Setelah bius mulai bekerja, dokter bedah memasukkan tabung ke trakea atau saluran udara untuk membantu pernapasan.

Untuk memperbaiki celah di langit-langit mulut, dokter bedah akan mengubah bentuk jaringan yang ada di bagian belakang tenggorokan dengan mikroskop bedah. Tujuannya adalah membuat penutup agar udara yang masuk ke mulut tidak masuk ke hidung. Prosedur ini membutuhkan waktu satu hingga dua jam. Kanula akan dimasukkan ke pembuluh darah untuk mengalirkan cairan ke tubuh pasien selama dan setelah pembedahan.

Pada faringoplasti lateral, dokter bedah membuat sayatan di jaringan yang terletak di samping amandel. Lalu, dokter bedah akan mengangkat beberapa jaringan dan menjahit sayatan. Operasi pengangkatan amandel juga dapat dilakukan bersamaan dengan faringoplasti untuk membuka saluran udara pasien. Prosedur ini berlangsung selama satu jam. Pasien perlu menginap di rumah sakit selama setidaknya satu malam untuk pengawasan. Setelah 10-14 hari, pasien dapat kembali bekerja dan beraktivitas seperti biasa.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Faringoplasti

Faringoplasti merupakan prosedur yang relatif aman, namun memiliki kemungkinan resiko dan komplikasi umum, yaitu:

  • Infeksi, komplikasi yang jarang terjadi, karena pasien sudah diberi antibiotik sebelum operasi
  • Kesulitan menelan
  • Penyempitan bagian atas tenggorokan
  • Cedera gigi akibat alat yang digunakan untuk membuka mulut
  • Pendarahan
  • Berubahnya cara berbicara

    Rujukan:

  • Witt, Peter D., O’Daniel, Thomas G., Marsh, Jeffrey L., Grames, Lynn M., Muntz, Harlan R., Pilgram, Thomas K. (1997). Surgical management of velolpharyngeal Dysfunction: outcome analysis of autogenous posterior pharyngeal wall Augmentation. Plastic and Reconstructive Surgery, 99 (5), 1287-1296.

Bagikan informasi ini: