Definisi dan Garis Besar

Berhenti merokok adalah proses untuk menghentikan kebiasaan merokok. Rokok atau tembakau membawa beberapa efek buruk bagi tubuh, terutama yang disebabkan kandungan nikotin sehingga menyebabkan rokok menjadi sangat adiktif. Kandungan nikotin tersebut yang membuat perokok sulit berhenti merokok dan menjadikannya proses yang panjang dan menyulitkan.

Dikenal sebagai penyebab utama kematian yang dapat dihindari, merokok membuat para perokok memiliki risiko terjangkit penyakit yang disebabkan oleh tembakau seperti kanker paru-paru dan penyakit jantung. Sayangnya, meskipun banyak perokok yang ingin berhenti merokok, mereka mengalami kesulitan dalam melakukannya. Faktanya, berdasarkan beberapa penelitian yang pernah dilakukan, hampir 70% perokok ingin berhenti merokok dan hampir 50% perokok sudah pernah mencoba berhenti merokok tetapi tidak berhasil melakukannya. Kesulitan para perokok untuk berhenti merokok disebabkan karena merokok sangat membuat kecanduan. Karenanya, para perokok perlu mengikuti rencana pengobatan tertentu untuk berhenti merokok. Semakin lama dan semakin sering seseorang merokok, maka proses berhenti merokok akan semakin sulit.

Tanda Utama

Alasan lain kenapa perokok yang ingin berhenti merokok perlu menggunakan rencana yang disusun secara spesifik untuk berhenti merokok adalah, karena tanpa proses yang jelas, seorang perokok akan mengalami gejala penarikan (sakau). Gejala penarikan terjadi karena tingkat kecanduan yang dialami sang perokok, karena tubuh perlu beradaptasi akan hilangnya zat yang menyebabkan kecanduan, di mana dalam kasus ini adalah nikotin. Tanda-tanda seseorang sedang mengalami gejala penarikan adalah:

  • Keinginan untuk merokok
  • Gelisah
  • Rasa jengkel
  • Depresi
  • Kenaikan berat badan yang tiba-tiba
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Konstipasi
  • Rasa malas dan mengantuk
  • Insomnia
  • Rasa lapar yang bertambah
  • Keinginan untuk makan makanan manis

Gejala-gejala tersebut biasanya muncul selama beberapa minggu pertama setelah penghentian konsumsi nikotin.

Tempat Berkonsultasi dan Pilihan Perawatan Yang Ada

Perokok yang menginginkan untuk menjalani terapi berhenti merokok dapat meminta pertolongan kepada dokter umum atau dokter keluarga, yang akan menyiapkan segala perawatan yang diperlukan. Pasien juga biasanya dirujuk ke ahli kardiologi untuk masalah jantung yang disebabkan oleh merokok, dan juga ahli onkologi yang memiliki spesialisasi kanker paru-paru.

Seorang perokok dapat memilih beberapa tindakan yang dapat membantu untuk berhenti merokok; sebagian tindakan ini tidak memerlukan bantuan, sedangkan sebagian memerlukan bantuan khusus dan pengawasan dari ahli medis. Metode penghentian merokok profesional dapat digunakan untuk membantu pasien saat menjalani proses berhenti merokok dan juga untuk mengatasi kemungkinan gejala penarikan yang mungkin akan dialami.

Beberapa pilihan metode termasuk:

  • Mandiri - Banyak perokok memilih program berhenti merokok mandiri, yang artinya mereka tidak meminta bantuan. Sayangnya, meskipun memungkinkan, persentasi keberhasilannya sangat rendah, sekitar 4 sampai 7 persen.

  • Berhenti Mendadak (Cold Turkey) - teknik ini dilakukan dengan cara berhenti merokok secara mendadak. Meskipun banyak pendapat berbeda soal teknik ini, teknik ini merupakan pilihan dari hampir 88 persen perokok yang berhasil berhenti.

  • Berhenti menggunakan obat-obatan - Beberapa jenis obat digunakan untuk membantu perokok yang ingin berhenti. Penelitian menunjukkan hampir 33 persen perokok yang menggunakan obat pembantu untuk berhenti merokok berhasil berhenti merokok selama lebih dari enam bulan.

  • Teknik Komunitas - Penelitian menunjukkan bahwa sangatlah penting bagi perokok yang ingin berhenti untuk bergabung dengan sebuah komunitas yang dapat mendukung proses penghentian merokoknya. Selain itu, pemerintah sebenarnya bisa menggunakan pendekatan ini untuk menyerukan beberapa orang dalam satu komunitas untuk berhenti merokok. Teknik komunitas ini dapat dilakukan di beberapa tipe, seperti di tempat kerja, rumah, dan sekolah

  • Berhenti secara berangsur-angsur atau mengurangi secara perlahan – teknik ini berarti meminta perokok untuk mengurangi dosis nikotin yang Ia hisap setiap harinya secara berangsur-angsur.

  • Teknik Insentif Finansial – metode penghentian merokok ini menggunakan iming-iming bantuan finansial untuk memotivasi perokok untuk berhenti merokok.

Beberapa metode lain yang bisa digunakan, seperti:

  • Akupunktur
  • Terapi Aroma
  • Hipnosis (sugesti di bawah alam sadar)

Untuk penghentian merokok yang menggunakan obat-obatan, ada dua jenis obat yang digunakan yang terbukti berhasil, yaitu:

  • Terapi Pengganti Nikotin (NRT), di mana perokok perlu mengkonsumsi satu dari lima jenis obat-obatan penghentian merokok yang sudah lolos uji Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika (FDA). Obat yang akan dikonsumsi ini dirancang untuk penggunaan selama periode tertentu, dan perlu dikonsumsi dengan jumlah yang semakin sedikit seiring waktu. Beberapa obat NRT adalah koyo nikotin, permen karet dan permen nikotin, dan juga obat-obatan yang digunakan melalui semprotan.

  • Obat anti-depresan – Para perokok yang menderita efek dari proses penghentian merokok juga dapat menggunakan obat anti-depresean seperti bupropion atau varenicline. Obat anti-depresan yang lainnya adalah notruptyline dan SSRI. Sayangnya, obat – obatan anti-depresan biasanya memiliki efek samping, seperti perubahan suasana hati yang tidak biasa dan juga memperbesar risiko serangan panik atau serangan jantung.

Keuntungan dari Berhenti Merokok

Berhenti merokok memberikan berbagai keuntungan bagi pasien, sebagian dapat dirasakan secara langsung, sedangkan sebagian hanya bisa dirasakan berangsur-angsur. Banyak orang percaya dalam waktu 20 menit setelah berhenti merokok, tekanan darah dan detak jantung sang perokok berkurang ke tingkat yang normal, dan dalam 12 jam pertama, konsentrasi karbon monoksida dalam darah dapat berkurang dan kembali ke tingkat yang normal. Dalam waktu dua sampai tiga hari, sistem saraf serta kemampuan mencium dan merasa akan meningkat. Dalam waktu tiga bulan, fungsi dan sirkulasi dalam paru-paru akan semakin baik, dan pada bulan ke-sembilan, efek batuk dan susah bernafas yang sering muncul bagi pasien akan berkurang.

Perokok yang berhasil berhenti merokok selama satu tahun dapat mengurangi risiko menderita penyakit jantung. Bahkan setelah berhasil berhenti selama lima tahun, risiko menderita stroke akan sama besarnya dengan orang-orang yang tidak merokok. Setelah berhasil berhenti selama lima belas tahun, risiko terjangkitnya penyakit jantung akan sama besarnya dengan orang-orang yang tidak merokok. Hal yang sama juga berlaku untuk risiko munculnya penyakit paru-paru kronis atau COPD. Karenanya, semakin lama seseorang berhasil untuk tidak merokok, semakin banyak kemampuan tubuh yang kembali dari efek buruk yang disebabkan oleh kecanduan nikotin dan merokok.

References:

  • Muezzinler A, Gellert C, Schottker B, Abnet C. et al. (2015). “Impact of smoking and smoking cessation on cardiovascular events and mortality among older adults: meta-analysis of individual participant data from prospective cohort studies of the Chances consortium.” British Medical Journal.
  • Tappin D, Bauld L, Purves D, et al. (2015). “Financial incentives for smoking cessation in pregnancy.” British Medical Journal.
  • Halpern S, French B, Small D. et al. (2015). “Randomized trial of four financial-incentive programs for smoking cessation.” The New England Journal of Medicine.
Bagikan informasi ini: