Apa itu Reseksi Baji Paru-paru?

Reseksi baji paru-paru adalah prosedur bedah untuk mengangkat bagian kecil berbentuk baji di jaringan paru-paru dari salah satu lobus paru-paru. Ini umumnya dilakukan untuk mengangkat bagian paru-paru yang mengandung sel kanker, bersamaan dengan jaringan sehat yang ada di sekitarnya.

Paru-paru adalah organ utama yang mengatur pernapasan. Paru-paru bertanggung jawab mengangkut oksigen yang dibutuhkan ke dalam darah, dan membuang karbondioksida dari aliran darah. Organ ini berada di kedua sisi hati dan dilindungi oleh rongga dada. Paru kiri memiliki dua lobus, sedangkan paru kanan mempunyai tiga lobus. Penyakit paru-paru, seperti kanker atau pertumbuhan tumor, dapat mengganggu fungsi utama paru-paru. Ketika seluruh lobus di salah satu bagian paru-paru harus diangkat bersama struktur abnormal ini (melalui prosedur lobektomi), fungsi paru-paru akan menurun drastis dan pernafasan menjadi terganggu.

Reseksi baji paru-paru adalah prosedur alternatif dari lobektomi (pengangkatan seluruh lobus paru) dan bertujuan untuk menyisakan bagian lobus yang berpenyakit.

Siapa yang Perlu Menjalani Reseksi Baji Paru-paru dan Hasil yang Diharapkan

Reseksi paru dilakukan pada pasien yang menderita kanker paru-paru atau penyakit paru-paru. Dalam banyak kasus, khususnya saat pertumbuhan tumor terdeteksi sejak dini, reseksi baji mampu menyembuhkan kondisi ini secara total. Prosedur ini sangat efektif bila dilaksanakan pada kanker paru-paru stadium awal dan merupakan prosedur rutin untuk mengangkat bagian paru-paru bila diduga ada kanker (namun belum terkonfirmasi).

Secaara khusus, reseksi baji paru-paru diindikasikan pada kondisi berikut:

  • Kanker paru-paru stadium awal yang tumbuh sebatas dinding jaringan saluran udara (dan belum menyerang jaringan paru-paru di dekatnya)
  • Tumor yang tumbuh di satu tempat di sisi paru-paru
  • Nodul paru-paru dan luka muncul di suatu area paru-paru
  • Tuberkulosis atau infeksi paru-paru yang tidak dapat diobati dengan terapi obat-obatan dan intervensi lain

Cara Kerja Reseksi Baji Paru-paru

Reseksi baji paru-paru dilakukan dengan bius lokal. Sebelum menjalani prosedur ini, pasien dianjurkan untuk tidak makan atau minum di malam sebelumnya, dan berhenti merokok dalam 2-3 minggu pasca operasi.

Prosedur ini dapat dilaksanakan dengan dua cara, yaitu:

  • Bedah terbuka: Dalam prosedur ini, dokter membuat sayatan panjang di antara tulang rusuk, serta sayatan di bawah ketiak dan di sisi par-paru yang berpenyakit.

  • Bedah torakoskopi minimal invasif berbantu video (VATS), dengan VATS, dokter bedah akan membuat 2-3 sayatan kecil di wilayah dada untuk melihat dan menjangkau area rongga dada. Prosedur dilakukan dengan memasukkan alat bedah khusus melalui sayatan ini. VATS minimal invasif dapat mengurangi durasi rawat inap, meminimalisir nyeri pasca operasi, masa pemulihan, resiko kerusakan saraf dan infeksi.


Dalam kedua teknik ini, paru-paru harus dikeluarkan selama bagiannya diangkat. Setelah reseksi selesai, sayatan dijahit. Sebuah tabung akan dimasukkan untuk menyerap cairan di rongga dada. Tabung ini didiamkan selama beberapa hari hingga sayatan pulih.

Pasca reseksi, keadaan pasien dipantau dalam beberapa hari (2-3 hari untuk prosedur VATS dan 5-7 hari untuk prosedur bedah terbuka). Pasien pun diberi obat pereda nyeri dan ventilator untuk membantu pernafasan. Saat ventilator tidak lagi diperlukan, pasien akan mengikuti latihan untuk mengembalikan fungsi normal paru-paru, seperti latihan bernafas dengan baik, batuk, dan pernafasan.

Bila dilakukan sebagai pengobatan untuk kanker paru-paru, reseksi baji seringkali dipadukan dengan pengobatan kanker lainnya, termasuk kemoterapi dan/atau radioterapi.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Reseksi Baji Paru-paru

Resiko dan komplikasi reseksi baji paru-paru dapat diminimalisir dengan teknologi bedah berbantu video. Namun, walaupun telah berkurang, komplikasi masih bisa terjadi, seperti yang seringkali terjadi pada prosedur bedah. Komplikasi yang termasuk jarang adalah:

  • Pendarahan berat
  • Reaksi penolakan terhadap anestesi
  • Udara bocor karena cedera terjadi pada pleura (di antara paru-paru dan rongga dada)
  • Kerusakan saraf interkostal
  • Infeksi pleura atau di antara dinding paru-paru
  • Infeksi di area sayatan operasi
  • Residu ruang udara, yang terjadi saat pengangkatan sebagian besar paru-paru
  • Kegagalan pernafasan pada pasien dengan kerusakan fungsi paru-paru
  • Irama jantung abnormal, atau bahkan serangan jantung


Pasien harus segera menghubungi dokter bila terjadi gejala berikut:

  • Nyeri meningkat, kemerahan atau pembengkakan di area sayatan swelling
  • Nyeri dada
  • Demam dan kedinginan
  • Nafas pendek atau sulit bernafas
  • Nyeri betis (kemungkinan karena adanya penggumpalan darah secara abnormal)
  • Membuang dahak berwarna kuning, hijau, atau berdarah


Namun, secara keseluruhan, reseksi baji paru-paru adalah prosedur yang aman, efektif, dan dapat diandalkan untuk mengangkat luka atau tumor kanker di satu area di paru-paru. Prosedur ini sangat efektif mengobati kanker paru-paru stadium awal dan penyakit paru-paru dengan prognosis yang baik.

Rujukan:

  • Shennib HA, Landreneau R, Mulder DS, Mack M. Video-assisted thoracoscopic wedge resection of T1 lung cancer in high-risk patients. Ann Surg. 1993 Oct. 218(4):555-8; discussion 558-60.

  • Sakuma T, Sugita M, Sagawa M, Ishigaki M, Toga H. Video-assisted thoracoscopic wedge resection for pulmonary sequestration. Ann Thorac Surg. 2004 Nov. 78(5):1844-5.

Bagikan informasi ini: