Apa itu Mastektomi Radikal?

Mastektomi radikal adalah prosedur pengangkatan seluruh payudara untuk mengobati kanker payudara atau tumor berukuran besar. Selain itu, prosedur ini juga mengangkat otot dada di sekitar payudara serta kelenjar getah bening pada aksila atau ketiak.

Hingga pertengahan tahun 1970-an, prosedur ini biasanya dilakukan pada pasien perempuan yang diduga memiliki jaringan yang membentuk benjolan ganas pada payudaranya. Pengangkatan seluruh bagian payudara dan bagian lainnya dianggap membantu mencegah penyebaran kanker ke bagian tubuh lainnya. Namun, mastektomi radikal hanya dilakukan pada kasus-kasus yang tergolong ekstrim. Sebab, saat ini telah ada teknik operasi yang lebih baru dan meningkatkanya kesadaran masyarakat tentang sifat penyakit ini. Prosedur ini juga dikenal sebagai mastektomi radikal Halsted, yang dinamai setelah penemunya William Stewart Halsted, seorang dokter bedah yang pertama kali melakukan prosedur ini di Amerika Serikat dan mengakui kemanjurannya.

Siapa yang Harus Menjalani Mastektomi Radikal dan Hasil yang Diharapkan

Mastektomi radikal dapat dianjurkan bagi pasien yang didiagnosis dengan:

  • Karsinoma stadium lanjut atau kanker payudara – Prosedur ini dapat digunakan untuk memastikan apakah sel kanker telah menyebar ke luar jaringan payudara dan menyerang rongga dada di sekitarnya. Pasien tidak memenuhi syarat untuk menjalani prosedur operasi skin-sparing atau tissue-sparing karena penyakit ini tidak berada pada satu bagian payudara saja.
  • Tumor dengan diameter lebih dari 5 cm dan berada di dalam payudara serta berdekatan dengan rongga dada.
  • Tumor dengan diameter kurang dari 5 cm namun berada di bagian luar payudara, dengan inidikasi menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya.
    Mastektomi radikal dikategorikan sebagai prosedur operasi besar dan dilakukan di rumah sakit. Pasien perlu beristirahat selama beberapa minggu setelah operasi. Lengan pasien yang terkena dampak dari pembedahan akan ditempatkan pada sling untuk mengurangi gerakan dan mengurangi kemungkinan luka kembali terbuka. Pasien juga disarankan untuk ikut serta dalam program rehabilitasi fisik untuk mempercepat proses penyembuhan serta menghindari atrofi otot. Karena prosedur ini sangat memengaruhi bentuk anatomi dada pasien, maka disarankan untuk mengikuti kelompok pendukung atau mencari bantuan ahli untuk mengatasi tekanan psikologis dan mental yang mungkin muncul. Prosedur mastektomi radikal memiliki tingkat keberhasilan tinggi dalam menghilangkan sel-sel kanker. Seperti jenis kanker lainnya, tingkat kesembuhan pasien juga bergantung pada tingkat stadium kanker pada saat prosedur dilakukan. Pasien juga mungkin perlu menjalani pengobatan kanker tambahan seperti kemoterapi atau terapi radiasi setelah prosedur ini untuk meningkatkan tingkat kesembuhan dari kanker.

Cara Kerja Mastektomi Radikal

Pasien ditempatkan dengan posisi terlengat dan tangan terentang serta ditinggikan. Kemudian, dokter akan memberikan bius total. Daerah sekitar dada pasien akan dibersihkan untuk mempersiapkan prosedur. Kemudian, dokter akan membuat sayatan berbentuk lonjong, memotong daerah sekitar puting dan areola dengan menggunakan pisau bedah. Setelah itu, dokter mulai melakukan evaluasi dan memeriksa jaringan payudara yang menyebabkan kanker. Jaringan payudara ini akan dibedah melalui otot pektoralis dan jaringan ini akan dipisahkan dari otot-otot, kulit, dan pembuluh getah bening yang berkaitan. Seluruh jaringan payudara akan diangkat dan sampelnya dikirim ke laboratorium patologi untuk diperiksa. Lalu, dokter bedah akan membuat sayatan ke dalam fasia, sehingga memisahkan otot pektoralis mayor dan minor. Setiap jaringan payudara yang tersisa akan diangkat. Dokter akan menyayat otot pektoralis mayor dan juga membuka otot pektoralis minor. Dengan mengangkat otot ini dari tendonnya, bagian aksila atau ketiak akan terlihat. Kelenjar getah bening dan jaringan lemaknya akan dipotong dan diangkat. Selama prosedur ini berlangsung, dokter akan menjaga sebanyak mungkin saraf dan pembuluh darah di sekitar daerah prosedur. Pembuluh darah yang perlu dipotong akan diikat atau dijahit tertutup. Selanjutnya, dokter akan mengangkat seluruh otot dada. Setelah seluruh jaringan yang perlu diangkat telah selesai diangkat dan dokter yakin tidak terjadi perdarahan, daerah bedah akan diirigasi dengan larutan garam steril.

Jika pasien diindikasikan menderita penyakit kanker, prosedur rekonstruksi payudara dapat dilakukan setelah pengangkatan jaringan yang sakit. Alat pembuka jaringan steril akan ditempatkan pada lubang atau ruang bekas daerah prosedur. Ruang yang terbuka ini akan diisi dengan larutan garam untuk memperluas daerah bekas prosedur dan mengurangi munculnya rongga-rongga. Karena dalam prosedur ini seluruh payudara diangkat, dokter bedah mungkin perlu menutup daerah bekas operasi dengan cangkok kulit. Biasanya, kulit yang akan dicangkok diambil dari bagian tubuh lainnya, seperti perut atau punggung, untuk menutupi luka yang besar.

Kemudian, dokter akan menempatkan tabung penguras sebelum menutup luka. Satu tabung diletakkan pada ketiak pasien dan tabung lainnya pada rongga dada. Perban steril kemudian ditempatkan di atas daerah operasi.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Mastektomi Radikal

Sebagai prosedur operasi mayor yang membutuhkan bius total dan sayatan besar, mastektomi radikal memiliki kemungkinan resiko dan komplikasi, yang meliputi:

  • Perdarahan berlebihan – Hal ini dapat terjadi selama dan setelah operasi serta merupakan salah satu masalah dalam prosedur ini.
  • Infeksi pada daerah operasi
  • Kerusakan saraf – Pasien sering mengeluh kesemutan dan mati rasa pada daerah operasi akibat kerusakan saraf. Hilangnya sensasi rasa sakit dapat menyebabkan pasien tidak menyadari adanya luka pada tubuhnya.
  • Otot melemah dan atrofi, terutama jika pasien tidak menjalani pemeriksaan fisik yang tepat setelah prosedur.
  • Seroma – Gangguan aliran cairan di dalam pembuluh darah getah bening dapat menyebabkan munculnya seroma atau akumulasi cairan pada daerah operasi.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Nyeri fantom pada payudara – Banyak pasien yang melaporkan nyeri fantom pada payudaranya, yang serupa dengan rasa nyeri yang dialami pasien amputasi. Kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri berdenyut dan tekanan, dan perasaan bahwa payudara yang telah diangkat masih tetap terasa ada.
  • Depresi – Prosedur ini memiliki dampak yang cukup besar pada status mental pasien, serta sering menyebabkan pasien depresi. Tekanan mental juga mungkin muncul akibat kecacatan yang muncul akibat prosedur, yang mungkin sulit untuk diatasi oleh beberapa pasien.

    Rujukan:

  • Christian MC, McCabe MS, Korn EL, Abrams JS, Kaplan RS, Friedman MA. The National Cancer Institute audit of the National Surgical Adjuvant Breast and Bowel Project Protocol B-06. N Engl J Med. 1995 Nov 30. 333(22):1469-74.

  • Giuliano AE, Hunt KK, Ballman KV, et al. Axillary dissection vs no axillary dissection in women with invasive breast cancer and sentinel node metastasis: a randomized clinical trial. JAMA. 2011 Feb 9. 305(6):569-75.

Bagikan informasi ini: